Menebar Kebaikan dan Menjadi Bahagia dengan Menulis Adalah Cita-cita Wanita Ini

Sari Agustia / Dok. Pribadi
OPINIJATENG.COM – Menebar Kebaikan dan Menjadi Bahagia dengan Menulis Adalah Cita-cita Wanita Ini, Sari Agustia.
Menyadari bakat dan hobi di usia yang tidak muda lagi itulah yang terjadi pada Sari Agustia. Pada usia 31 tahun, dia baru mengenal dunia menulis secara profesional setelah mengikuti Sekolah Perempuan secara online, berpusat di Bandung. Saat itu, Tia, panggilan akrabnya, tinggal di Aachen, Jerman, mengikuti suami yang bekerja di sana.
Menulis pun ramah bagi statusnya yang saat itu ibu beranak dua. Apalagi, naskah novel pertamanya, Love Fate, berhasil dipinang oleh Elex Media Komputindo lewat agensi naskah Indscript Creative pada tahun 2014. Keberhasilan saat itu membuatnya ingin tahu dunia menulis lebih banyak lagi.
Karena penasaran, akhirnya Tia mencoba semua ranah kepenulisan, mulai dari menulis buku bersama, atau antologi, sampai artikel online. Menulis artikel untuk situs secara gratis, hingga media online berbayar pernah dilakukannya. Beberapa kali juga artikelnya masuk ke dalam deretan artikel favorit pembaca dan mendapat projek penulisan dari sana.
BACA JUGA : Deny Kurniawati: Semoga Tulisan Saya menjadi Kebaikan dan Amal Jariah
“Menulis artikel untuk media online itu butuh kesigapan karena penulis harus selalu update dengan keadaan sekitar dan tahu apa yang sedang ‘in‘ di masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai tim redaksi Opinijateng.com.
Cukup lama menjadi kreator konten, akhirnya dia kenal dengan beberapa kawan yang kemudian mendaulatnya untuk masuk tim penulisan artikel ghostwriter. Bekerja bersama tim adalah tantangan tersendiri. Dia harus menyelesaikan sejumlah artikel pesanan klien dalam jumlah tertentu setiap hari sesuai tema. Kesempatan membuat artikel tersebut dipakai juga sebagai sarana belajar dan tambah pengetahuan.
Mencoba peruntungan lain, tetapi masih berhubungan dengan buku, Tia memulai bisnis Hepi Family Jastip sejak tahun 2019. Bersama beberapa kawan, usaha itu dilakoninya hingga awal masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia di awal tahun 2020. Karena pandemi mengharuskan semua orang membatasi kegiatan, dengan sendirinya event bazar dan jualan pun menjadi terhenti.
BACA JUGA : Biografi Ibu Millenial yang Multitalenta, Karyanya Menginspirasi
Namun, kesempatan baik masih berpihak pada Tia. Sesaat sebelum pandemi, dia mendapatkan tawaran untuk bergabung penuh sebagai asisten kelas menulis dan marketer di Indscript Creative. Ini merupakan titik mula dia fokus belajar banyak mengenai nulis dan terutamanya, bisnis.
“Kembali dekat dengan menulis dan membersamai para perempuan menulis adalah sebuah kebahagiaan. Terutamanya ketika di masa pandemi yang gerak serba terbatas. Menulis adalah me time saya untuk sejenak kabur dari keseharian,” jelasnya.
Setahun aktif menulis bersama, pada tahun 2020 saja, tercatat lebih dari 10 buku antologi dia terbitkan bersama para perempuan penulis baru dan berpengalaman. Sungguh tulisan tersebut akan jadi saksi sejarah yang tak terlupakan.
BACA JUGA : Bermimpilah saat Kamu Terbangun, Guru Studi Banding ke Tokyo, Begini Ceritanya
Yakin pada kemampuannya, Teh Indari Mastuti, penulis dan pendiri Indscript Creative, pun mempercayainya untuk menjadi mentor dan teman menulis di lini fiksi Indscript. Kelas kepenulisan tersebut khusus untuk memberi pemahaman menulis dan pengalaman menerbitkan buku dalam bentuk antologi.
Memasuki tahun kedua, kelasnya hadir dengan nama baru yaitu Kelas Bestie, Belajar Nulis Cerita Fiksi. Meski namanya fiksi, Tia mengembangkan juga materi baru yang sekiranya belum ada di Indscript untuk menambah wawasan penulis. Salah satunya yang akan tayang adalah Kelas Bestie Seri Menulis Artikel Profil yang akan bekerja sama dengan portal Opinijateng.com.
Dengan format kelas yang lebih baru, dia berharap dapat terus menebar kebaikan, mengajak lebih banyak perempuan menulis, dan produktif secara finansial.
