Prof Sudarmin Penulis Artikel Etnosains Bereputasi Internasional Terbanyak Dunia, Ini Biografi Karirnya

Prof Sudarmin adalah peraih predikat sebagai Penulis Artikel Etnosains dengan reputasi internasional terbanyak tingkat dunia yang dikoleksi antara tahun 2011-2020.
OPINIJATENG.COM – Publik tak banyak tahu bahwa sebenarnya ada seorang dosen di Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang memiliki reputasi internasional.
Dosen Unnes itu adalah Prof Sudarmin.
Prof Sudarmin pernah meraih predikat sebagai Penulis Artikel Etnosains dengan reputasi internasional terbanyak tingkat dunia yang dikoleksi antara tahun 2011-2020.
Memiliki reputasi hingga kancah internasional itu tidak gampang atau tidak serta merta dia dapatkan begitu saja.
BACA JUGA: Pemuda Desa Sawal Banjarnegara, Lakukan Hal Ini untuk Peringati Sumpah Pemuda, Simak Selengkapnya
Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Kimia Pascasarjana Unnes itu ternyata selama 30 tahun tekun sebagai peneliti.
Ketekunan sebagai peneliti telah dibangun sejak 30 tahun yang lalu. Sebuah rentang waktu pengabdian yang tidak pendek bagi siapapun dan di bidang apapun.
Setelah 30 tahun berkarir, berkutat dengan riset di bidang eksakta, akhirnya buah manispun dipetik oleh Prof Sudarmin.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unnes pada tahun 1 November 2022 menganugerahi Prof Dr Sudarmin MSi sebagai Juara 2 Peneliti Eksakta Terbaik.
BACA JUGA:Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah, Djoko Setijowarno: Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam rangka memperingati Hari Inovasi Nasional dan apresiasi kepada para inovator, inventor, peneliti, pengabdi, pengelola jurnal, pemberdaya desa dan juga pelaksana KKN, yang telah berkontribusi dalam menghasilkan program dan inovasi yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, LPPM Unnes mengadakan Pekan Apresiasi Unnes Tahun 2022, di Gedung Prof Retno Sriningsih Satmoko, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Selasa 1 November 2022
Rektor Unnes Prof Dr S Martono MSi menyatakan dengan kemajuan teknologi informasi dan revolusi industri, saat ini perguruan tinggi dihadapkan arus peradaban yang kuat dan berjalan sangat cepat.
BACA JUGA:IPDA Indonesia Adakan Webinar Nasional, Kades Cantik Asal Banjarnegara jadi Narasumber
“Era ini menuntut kita untuk selalu bergerak cepat dan berinovasi serta terus mengembangkan teknologi agar kita tidak ketinggalan dalam mengarungi arus peradaban di tengah revolusi industri 4.0 dan juga era revolusi society 5.0,” kata Rektor Prof Martono.
Prof Martono mengatakan inovasi merupakan aspek penting demi memajukan bangsa ini, agar mampu bersaing di kancah internasional.
“Layak jika para inovator dan inventor yang telah menghasilkan inovasi dan invensi yang berguna dan bermanfaat bagi bangsa ini, kita beri apresiasi. Sebab, melalui inovasi, Unnes tidak hanya mengikuti perubahan namun memberikan peran dalam peradaban,” tegasnya.
Berikut Ini Biografi Karir Prof Sudarmin
Prof Sudarmin adalah dosen Jurusan Kimia FMIPA Unnes yang juga Pakar Bidang Pendidikan Kimia dan Riset Etnosains atau Etno STEM.
BACA JUGA: Jaringan Loyalis Ganjar Deklarasi dukung Ganjar
Prof Sudarmin pernah meraih predikat sebagai Penulis Artikel Etnosains dengan reputasi internasional terbanyak tingkat dunia yang dikoleksi antara tahun 2011-2020.
Ketekunan sebagai peneliti telah dibangun sejak 30 tahun yang lalu.
Dimulai dengan riset bidang keilmuan mengenai Transformasi Senyawa Kariofilena menjadi senyawa turunannya yang lebih berdaya guna.
Yang mana riset tersebut masih terlacak digital elektronik dalam bentuk artikel ilmiah, dan topik senyawa kariofilena sebagai kelanjutan dari riset tesis di UGM tahun 1992.
Riset mengenai kariofilena tersebut mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan dana DIPA Unnes melalui skim dosen muda, hibah bersaing, riset terapan, dan pengembangan, dan dana riset hibah yang lain.
Kegiatan riset bidang ilmu Kimia Organik Alam (KOBA) ditekuni sejak tahun 1994 hingga 2003.
Menginjak tahun 2004, Prof Sudarmin mulai berubah ke paradigma riset interdisipliner antara bidang keilmuan dan kependidikan.
BACA JUGA:Soal KLB Gagal Ginjal pada Anak, Abdul Kholik Dukung Puan Maharani
Hal itu dilakukan karena pada tahun 2003, Prof Sudarmin mengambil bidang kependidikan IPA di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung.
2007 gelar doktor di tangan, Prof Dr Sudarmin mulai menekuni riset terkait Model Pembelajaran Sainsi dengan Pendekatan Saintifik Terintegrasi Kearifan Lokal, yang khususnya pendekatan pembelajaran sains berbasis budaya yang dikenal sebagai pendekatan Etnosain.
Pendekatan ini pada awal tahun 2007 masih terasa asing bagi dosen dan mahasiswa FMIPA Unnes.
BACA JUGA:Merit Point Diberlakukan, SIM Pelanggar Kasus Tabrak Lari Bisa Dicabut Permanen
Namun Prof Sudarmin selalu tekun untuk meng-trend-kan Pendekatan Etnosains dalam Mata Kuliah di Pendidikan IPA, skripsi, tesis, dan disertasi.
Hal ini penting untuk mewujudkan dan menumbuhkan karakter konservasi budaya pada mahasiswa melalui pembelajaran dan riset etnosains.
Atas ketekunan dan fokus riset ini telah dihasilkan beberapa karya ilmiah baik artikel, buku atau bahan ajar, monograf, dan beberapa mahasiswa lulus sarjana, magister, dan ada juga doktor dengan topik Etnosains, dan hal inilah yang mengantarkannya Prof Sudarmin sebagai Guru Besar Unnes di tahun 2014.
Prof Sudarmin, selama sewindu memangku jabatan Guru Besar, tetap fokus pada riset interdisipliner dengan pendekatan Etnosains.
BACA JUGA:KH Zulfa Musthofa: Kita Wajib Bersyukur karena Lahir Jadi Orang Indonesia dan 3 Hal Ini…
Sehingga pada tahun 2019, selepas memangku jabatan sebagai Plt Dekan FMIPA Unnes, ia mulai menekuni lebih mendalami pengembangan pendekatan Etnosains
Pada tahun 2020, Prof Sudarmin mengajukan proposal riset PDU PT ke DRPM mengenai Desain Model Pembelajaran Inkuiri Terintegrasi Etnosains Uji Bioaktivitas Metabolit Sekunder Tanaman Hutan Tropis Indonesai Sebagai Akselerasi Karakter Konservasi Mahasiswa.
Proposal riset dari PDU PT ini didanai dalam rentang tiga tahun mulai tahun 2020, namun ditunda karena wabah Covid 19, dan didanai mulai tahun 2021, dengan luaran artikel terindeks scopus sebanyak dua, artikel terpublish pada prosiding internasional terindeks scopus dan WOS sebanyak 4, buku bahan ajar dan monograf sebanyak dua, serta 4 hak cipta.
Pada tahun 2021 telah ditemukan Model Pembelajaran Inkuiri Terintegrasi Etnosains dengan Sintak Sudarmin (Sajikan, Unjuk Kerja mahasiswa, Diskusikan, Ajukan hipotesis atau proyek, Rancang kegiatan laboratorium, Mantapkan pelaksanaan kerja laboratorium, Implementasikan, dan Nyimpulkan hasil kerja laboratorium).
Sintak ini telah mendapat hak cipta dan Kemenhumham.
BACA JUGA:Antisipasi Krisis Pangan, Ganjar Gaungkan Berbagai Subtitusi Pangan Lokal
Luaran riset PDU PT ini makan bertambah banyak untuk tahun 2022 dengan artikel yang siap dipublis dari Jurnal Internasional terindek Scopus (JOTSE), artikel terpublis dalam prosiding internasional terindeks scopus dan WOS tidak kurang dari lima, buku bahan ajar dan bahan ajar dua buku, Hak Cipta terkait buku dan lembar kerja mahasiswa, media pembelajaran, dan batik motif Bajakah, akar kuning, Taxus, dan sarang semut sebanyak 12 hak cipta.
Luaran lain adalah ditemukannya jenis dan komponen metabolit sekunder dari tanaman hutan tropis, bioaktivitas antibakteri, antioksidan, senyawa volatil organik, dan antikanker dari ekstrak tanaman hutan tropis (Bajakah, Akar Kuning, Taxus Sumatrana, dan Sarang Semut), serta teh herbal celup nanopartikel sebagai luaran dalam bidang ke ilmuan bidang kimia organik bahan alam.
Atas luaran temuan bioaktivitas antikanker dan senyawa volatil pada aroma ekstrak teh tanaman hutan tropis ini, maka pada tahun 2021 dan 2022 ini telah diajukan hak paten sederhana sebanyak tiga hak paten yang sedang terproses, yang mana beberapa bulan yang lalu Sudarmin mengikuti pelatihan workshop penulisan deskripsi pengajuan hak paten sederhana di UGM, dan memperoleh penghargaan peserta yang aktif dalam pelatihan tersebut.
BACA JUGA:Senator DPD Apresiasi Aksi Solidaritas Suporter Persis Solo Terkait Tragedi Kanjuruhan
Berdasarkan diskripsi perjalanan riset dan luaran riset dari tahun 2021 dan tahun 2022 ini, maka LPPM mempertimbangkan untuk masuk dalam penghargaan peneliti bidang eksakta terbaik.
“Alhamdulillah tahun ini, saya memperoleh juara kedua di Pekan Apresiasi Unnes 2022. Semoga keberhasilan ini sebagai pemicu untuk karier lebih baik ke depan, walaupun dari sisi pangkat, jabatan, dan golongan sudah dipuncak, artinya poll,” kata Prof Sudarmin.
Selain Prof Sudarmin, Berikut Penerima Penghargaan pada Pekan Apresiasi Unnes 2022:
1. Anugerah Leadership award diberikan kepada Prof Dr Fathur Rokhman MHum.
2. Anugerah Innovation Award kategori dosen diberikan kepada Kriswanto SPd MT, Prof Dr Wara Dyah Pita Rengga ST MT, dan Dr rer nat Adi Nur Cahyono MPd.
3. Anugerah Innovation Award kategori mahasiswa Gema Aditya Mahendra, Tiara Azka Nadhifa, dan Desy Hikmatul Siami.
4. Anugerah Pemberdayaan Desa (Lokal Hero) diberikan kepada Pokdarwis Gunungsari Pucuke Kendal, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Kelompok Peduli Lingkungan Camar, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, dan Pokdarwis Pandanaran, Desa Wisata Kandri, Kelurahan Kandri, Kota Semarang.
BACA JUGA:DMI Semarang Siapkan Anak Cintai Masjid, Prof Ahmad Rofiq: Menarik dan Urgent
5. Anugerah Advance Journals Unnes diberikan kepada JPII FMIPA, HARMONIA FBS, KEMAS FIK, JPP LPPM.
6. Anugerah Start-Up Journal Unnes diberikan kepada JILS FH.
7. Anugerah Peneliti Saintek Terbaik diberikan kepada Prof Dr Megawati ST MT dan Prof Dr Sudarmin MSi.
8. Anugerah Peneliti Soshum Terbaik diberikan kepada Prof Dr Dewi Liesnoor Setyowati M Si, Prof Dr P Eko Prasetyo SE MSi.
BACA JUGA:Dekatkan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Desa, dr Intan Zani Luqyiana Buka Praktek Mandiri
9. Anugerah Pengabdi Terbaik diberikan kepada Dr Parmin MPd, Dr Evi Widowati SKM MKes, dan Dr Sri Mursiti MSi.
10. Anugerah Desa Inovatif diberikan kepada Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Desa Karang Nongko Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Desa Kendalrejo Petarukan Kabupaten Pemalang.
11. Anugerah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) inspiratif diberikan kepada Dr Sri Mursiti MSi, Dr M Burhan Rubai Wijaya MPd, Dr Ipang Setiawan SPd MPd.***
