By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: HUT IGTKI Ke 75 Kebumen: Launching Buku “Kisah Literasi Penuh Warna”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Pendidikan

HUT IGTKI Ke 75 Kebumen: Launching Buku “Kisah Literasi Penuh Warna”

Arifin
Last updated: 27 Mei 2025 19:42 19:42
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – KEBUMEN – Peluncuran buku “Kisah Literasi Penuh Warna untuk Anak” memeriahkan HUT ke-75 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kebumen.

Perayaan berubah menjadi momen yang penuh makna dan inspirasi di tengah semarak peringatan yang digelar di Pendopo Kabumian pada Selasa, 27 Mei 2025.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani ikut menulis salah satu cerita di dalamnya! Cerita yang ia sumbangkan mengangkat sosok legendaris Raden Kamandaka, tokoh yang erat kaitannya dengan penemuan Gua Jatijajar, menjadi jembatan antara kearifan lokal dan dunia literasi anak.

“Saya sangat bangga. Buku ini bukan hanya simbol karya, tetapi bukti bahwa para guru TK di Kebumen adalah pembelajar sejati yang terus mencipta dan berbagi. Dan saya pun terpanggil untuk ikut menulis,” ujar Bupati Lilis dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hangat.

Buku “Kisah Literasi Penuh Warna untuk Anak” adalah kumpulan cerita anak karya para guru TK se-Kebumen, diterbitkan oleh Penerbit Airlangga. Uniknya, buku ini tidak hanya memanjakan mata dengan ilustrasi penuh warna, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai moral seperti toleransi, persahabatan, hormat kepada orang tua dan guru, serta semangat keberanian.

Ketua IGTKI Kebumen, Mujiatun Kholifah, menjelaskan bahwa buku ini adalah refleksi semangat para guru dalam mendidik karakter anak sejak dini. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai luhur melalui cerita yang menyenangkan. Anak-anak butuh role model, dan buku ini salah satu jalannya,” ungkapnya.

Peringatan HUT kali ini mengangkat tema “Guru TK Bermartabat, Anak Indonesia Hebat, Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun Mulai dari TK”. Sebuah komitmen kuat untuk menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama masa depan bangsa.

Mujiatun menambahkan, “Kami berharap literasi menjadi gerakan bersama, dimulai dari anak usia dini. Karena dari TK-lah nilai, semangat, dan kecintaan belajar mulai ditanamkan.”

Di tengah kemeriahan peluncuran buku, IGTKI juga menyuarakan aspirasi penting terkait regulasi usia layanan PAUD. Mujiatun menegaskan perlunya kejelasan batas usia untuk mencegah tumpang tindih layanan. Ia mengacu pada Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025 yang menetapkan usia layanan TK adalah 4–6 tahun.

“Kelompok Bermain melayani usia 0–4 tahun, TK melayani 4–6 tahun. Kami mohon ada penegasan dari pemerintah agar ekosistem PAUD menjadi harmonis, saling melengkapi, bukan saling bersaing,” harapnya.

Tak hanya itu, IGTKI juga mendorong agar guru TK swasta yang telah memenuhi syarat kompetensi dapat memperoleh kesempatan menjadi ASN melalui jalur PPPK. Mereka juga meminta agar guru PNS yang sudah mengabdi di TK swasta tetap bisa melanjutkan pengabdiannya, tidak dipindahkan ke jenjang SD.

“Ini adalah bentuk keberpihakan terhadap kualitas pendidik usia dini. Jangan lemahkan fondasi pendidikan bangsa dengan kebijakan yang tidak berpihak,” tegas Mujiatun.

Peluncuran buku ini menandai babak baru dalam gerakan literasi anak di Kebumen. Sebuah catatan sejarah bahwa guru TK tidak hanya mengajar, tetapi juga mencipta, menginspirasi, dan menggugah semangat generasi penerus bangsa. Dan kini, mereka punya jejak tinta yang abadi dalam buku penuh warna.

Bupati Lilis menutup dengan komitmen kuat, “Pemerintah Kabupaten Kebumen tidak akan tinggal diam. Kami akan terus hadir, mendukung guru-guru TK dalam program peningkatan kapasitas dan fasilitas pendidikan.”pungkasnya.(K24/*).

You Might Also Like

Genjot IPM Banjarnegara, Ilmuwan Rekomendasikan Smart Parenting
Selamat, Inilah Penerima Anugerah Kinerja Pendidikan Jenjang SMP Tahun 2024 Kabupaten Banjarnegara
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 1 Halaman 85, 86, 87, 88 Pembelajaran 5 Sub Tema 2 Pengalaman Bersama Teman
Pejabat ASN Pamer Gaya Hidup Mewah Di Medsos, Menyakiti Rakyat dan Tanpa Keteladanan
Kunci Jawaban Matematika Kelas 5 Buku Paket Kemendikbud RI 2018 Halaman 149
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Di Malaysia 4 Siswa SMP Ruq Al Falah Pamer Salatigaverse
Next Article Keren! Guru SMAN 1 Banjarnegara Meraih Juara PGRI Awards Tahun 2025
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
Ilustrasi pertunjukan Reog Ponorogo dengan topeng singa berhias bulu merak dan penari berkostum merah kuning.
Bukan Cuma Reog, 10 Event Ponorogo 2026 Ini Punya Cerita Budaya hingga Peluang Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ilustrasi penampil Festival Rontek Pacitan memainkan alat musik perkusi dengan kostum artistik dan riasan wajah berwarna biru.
Bukan Sekadar Bunyi Kentongan, Ronthek Pacitan Jadi Bukti Tradisi Lokal Bisa Naik Kelas
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?