By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
JatengKhazanah

Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali

Paskah Hariyani
Last updated: 12 Oktober 2026 09:46 09:46
By Paskah Hariyani
8 Min Read
Share
Naskah kuno terbuka dengan tulisan tangan tradisional dan ornamen berwarna emas, merah, serta biru.
Ilustrasi naskah kuno dengan aksara tradisional dan ornamen artistik yang menggambarkan kekayaan warisan literasi Nusantara.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Ketika masyarakat semakin akrab dengan informasi digital, ada satu sumber pengetahuan yang kerap luput dari perhatian: naskah kuno. Lembaran-lembaran lama yang tersimpan di perpustakaan, museum, maupun koleksi pribadi itu bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan rekaman pemikiran dan pengalaman masyarakat Nusantara dari masa ke masa.

Contents
Naskah Kuno Menyimpan Cerita yang Belum Tentu Kita KetahuiMengapa Pengetahuan dalam Naskah Kuno Masih Penting?Digitalisasi Membuka Peluang bagi Generasi MudaPelestarian Tidak Cukup dengan Menyimpan NaskahJawa Tengah Punya Alasan untuk Ikut Menjaga Warisan Pernaskahan

Di dalamnya, tersimpan beragam pengetahuan mengenai kehidupan manusia. Mulai dari sastra, agama, sejarah, hukum, adat istiadat, pengobatan tradisional, hingga teknik tertentu yang berkembang dalam masyarakat pada zamannya.

Sayangnya, naskah kuno sering kali hanya dipandang sebagai benda bersejarah yang menarik untuk dipamerkan. Padahal, jika dibaca, diteliti, dan dipahami dengan pendekatan yang tepat, isinya dapat membuka perspektif baru tentang bagaimana masyarakat Nusantara membangun peradaban.

Persoalan inilah yang membuat pelestarian naskah kuno perlu mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari generasi muda.

Naskah Kuno Menyimpan Cerita yang Belum Tentu Kita Ketahui

Buku Khazanah Pernaskahan Nusantara: Rekam Jejak dan Perkembangan Kontemporer yang disunting Wiwin Indiarti dan Suyami, serta diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Desember 2023, mengajak pembaca melihat naskah Nusantara dari berbagai sisi.

Buku tersebut memperlihatkan bahwa khazanah pernaskahan Indonesia tidak terbatas pada karya sastra. Naskah juga menjadi sumber untuk memahami perjalanan sejarah, kehidupan sosial, tradisi keagamaan, dan pengetahuan yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu hal menarik adalah keberadaan Babad Tong Tya, yang membahas jejak sastra Cina di Surakarta. Topik ini memperlihatkan bahwa sejarah kebudayaan di Jawa tidak dapat dilepaskan dari perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dan tradisi.

Bagi pembaca di Jawa Tengah, kajian semacam ini bisa menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa identitas budaya daerah terbentuk melalui proses sejarah yang panjang. Ada interaksi, pertukaran gagasan, dan pengalaman hidup yang turut membentuk wajah masyarakat hingga sekarang.

Dengan demikian, membaca naskah kuno bukan hanya kegiatan mengenang masa lampau. Aktivitas ini juga membantu masyarakat memahami akar kebudayaan dan keberagaman yang tumbuh di lingkungannya.

Mengapa Pengetahuan dalam Naskah Kuno Masih Penting?

Perubahan zaman memang menghadirkan teknologi dan cara hidup yang berbeda. Namun, pengalaman manusia pada masa lalu tetap menyimpan pelajaran yang dapat dikaji untuk memahami persoalan masa kini.

Naskah yang membahas hukum, misalnya, dapat membantu peneliti menelusuri bagaimana aturan dan nilai sosial dipahami oleh masyarakat pada zamannya. Sementara itu, naskah pengobatan tradisional bisa menjadi sumber penelitian mengenai sejarah pengetahuan kesehatan, dengan tetap memerlukan pengujian ilmiah sebelum praktiknya diterapkan dalam kehidupan modern.

Begitu pula naskah yang memuat ajaran moral, petuah, atau tradisi keagamaan. Isinya dapat memberikan gambaran mengenai cara masyarakat membangun hubungan sosial, menyampaikan nilai kehidupan, dan menjaga keteraturan dalam komunitas.

Tentu saja, pengetahuan dari masa lalu tidak harus diterima begitu saja. Konteks sejarah, bahasa, tujuan penulisan, dan kondisi masyarakat ketika naskah dibuat perlu dipertimbangkan agar penafsirannya tidak keliru.

Justru melalui penelitian itulah nilai penting naskah kuno dapat ditemukan. Bukan dengan menganggap semua hal lama selalu benar, melainkan dengan memahami apa yang masih relevan, apa yang perlu dikritisi, dan apa yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Digitalisasi Membuka Peluang bagi Generasi Muda

Salah satu tantangan pelestarian naskah kuno adalah keterbatasan akses. Tidak semua orang dapat mengunjungi tempat penyimpanan naskah, memahami aksara lama, atau membaca bahasa yang digunakan dalam manuskrip.

Di sisi lain, naskah yang rentan mengalami kerusakan membutuhkan penanganan khusus agar informasi di dalamnya tidak hilang.

Karena itu, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pelestarian. Buku yang diterbitkan BRIN ini turut membahas digitalisasi, deskripsi, dan pemetaan naskah Kalimantan Selatan. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian dapat melibatkan dokumentasi dan pemanfaatan teknologi, bukan hanya penyimpanan fisik.

Salinan digital berpotensi memperluas akses bagi peneliti, mahasiswa, guru, pelajar, maupun masyarakat umum. Namun, proses ini tetap membutuhkan pendataan yang baik, informasi sumber yang jelas, serta upaya menjaga keutuhan dan konteks naskah.

Generasi muda juga dapat mengambil peran melalui cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Misalnya, membuat konten edukasi tentang sejarah manuskrip, mengenalkan aksara tradisional, atau menyajikan kisah di balik sebuah naskah melalui video pendek dan artikel populer.

Konten semacam itu perlu didasarkan pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, media digital bukan sekadar tempat menyebarkan informasi, melainkan sarana untuk memperkenalkan warisan pengetahuan secara menarik dan akurat.

Pelestarian Tidak Cukup dengan Menyimpan Naskah

Naskah yang tersimpan dengan aman memang penting. Akan tetapi, pelestarian juga membutuhkan upaya agar isi dan maknanya dapat dipahami oleh masyarakat.

Buku Khazanah Pernaskahan Nusantara memuat pembahasan tentang tradisi pembacaan manuskrip di Indonesia kontemporer, termasuk potensi dan tantangannya. Ada pula pembahasan mengenai penggalian potensi menuju hilirisasi pernaskahan Nusantara.

Dua topik tersebut membuka ruang diskusi tentang bagaimana naskah dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat. Pelestarian dapat dikembangkan melalui penelitian, pendidikan, penerjemahan, kegiatan komunitas, hingga pengenalan kebudayaan kepada publik.

Meski demikian, pemanfaatan naskah tidak boleh mengabaikan hak dan kepentingan pemilik koleksi maupun komunitas yang mewarisi tradisi tersebut. Penggunaan isi naskah juga perlu memperhatikan konteks budaya dan ketepatan penafsiran.

Artinya, upaya menghidupkan warisan pernaskahan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab ilmiah dan penghormatan terhadap kebudayaan.

Jawa Tengah Punya Alasan untuk Ikut Menjaga Warisan Pernaskahan

Jawa Tengah memiliki sejarah panjang perkembangan tradisi tulis dan kebudayaan. Surakarta, misalnya, menjadi salah satu wilayah yang muncul dalam pembahasan buku tersebut melalui kajian Babad Tong Tya.

Kehadiran kajian itu dapat menjadi pengingat bahwa warisan budaya daerah tidak selalu berdiri dalam batas identitas yang tunggal. Sejarah kebudayaan juga dibentuk oleh perjumpaan antarkelompok dan pertukaran pengetahuan.

Karena itu, pengenalan naskah kuno dapat diperluas melalui sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan, komunitas budaya, dan ruang kreatif. Anak muda tidak harus langsung menjadi ahli filologi untuk mulai mengenalnya. Mereka dapat memulainya dengan belajar tentang sejarah sebuah manuskrip, mengenali aksara, atau mencari tahu bagaimana sebuah tradisi diwariskan.

Langkah sederhana tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kebudayaan bukan hanya sesuatu yang diwariskan, tetapi juga perlu dipahami dan dirawat.

Pada akhirnya, naskah kuno tidak seharusnya berhenti sebagai benda yang hanya dikagumi karena usianya. Di dalamnya terdapat rekaman pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan yang bisa membantu masyarakat memahami perjalanan peradabannya.

Tantangannya sekarang adalah bagaimana membawa pengetahuan tersebut keluar dari ruang penyimpanan dan mendekatkannya kepada publik tanpa kehilangan makna aslinya.

Sebab, warisan masa lalu akan tetap bernilai bukan semata-mata karena berhasil diselamatkan dari kerusakan, melainkan juga karena generasi berikutnya masih memiliki kesempatan untuk membaca, mempelajari, dan memahami isinya.

You Might Also Like

Kejaksaan Negeri Banjarnegaa Berikan Peningkatan Kapasitas Hukum Bagi Kades dan Perangkat Desa
Doa Penutup Majelis yang Membawa Berkah
Ketika Sampah Menjadi Sedekah
Bukan Cuma Reog, 10 Event Ponorogo 2026 Ini Punya Cerita Budaya hingga Peluang Ekonomi Warga
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
TAGGED:BRINbudaya Jawa Tengahliterasi digitalmanuskrip Nusantaranaskah kunopelestarian budayasejarah NusantaraWarisan Budaya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ilustrasi prosesi pemotongan rambut anak dalam upacara tradisi ruwatan rambut gimbal dengan pakaian adat Jawa. Bukan Sekadar Potong Rambut, Ruwatan Anak Gimbal Dieng Menyimpan Pesan tentang Identitas dan Kearifan Lokal
Next Article Ilustrasi seekor kancil, kerbau, dan buaya dalam cerita anak berlatar hutan hijau dan sungai. Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Si Kancil Bisa Jadi Pintu Masuk Anak Mengenal Budaya Nusantara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi rumah pintar dua lantai dengan router WiFi yang terhubung ke lampu, kamera keamanan, laptop, ponsel, dan perangkat elektronik.
Teknologi Digital Bukan Sekadar Tren, Ini Cara Masyarakat Bisa Mengubahnya Menjadi Peluang
Electronics Jateng
Sejumlah pekerja mengenakan seragam biru sedang merakit dan memeriksa papan sirkuit elektronik di jalur produksi pabrik.
Industri Elektronika Indonesia Tumbuh 9,20 Persen, Peluang Kerja dan Usaha Lokal Jadi Sorotan
Electronics Jateng
Ilustrasi dapur modern dengan kulkas dua pintu, mesin cuci, pengering pakaian, microwave, dan AC.
Jangan Asal Beli Barang Elektronik! Hal Ini Wajib Dicek agar Uang Tidak Terbuang
Electronics Jateng
Dua konsumen memeriksa smartphone dan kotak iPhone di toko elektronik.
Baru Beli iPhone? Jangan Cuma Pindahkan Foto, 7 Pengaturan Ini Penting untuk Keamanan dan Kenyamanan
Electronics Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?