By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Laptop dan HP Bisa Jadi Pintu Kebocoran Data, 7 Kebiasaan Digital Ini Perlu Diwaspadai
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
ElectronicsJateng

Laptop dan HP Bisa Jadi Pintu Kebocoran Data, 7 Kebiasaan Digital Ini Perlu Diwaspadai

Paskah Hariyani
Last updated: 12 Oktober 2026 10:26 10:26
By Paskah Hariyani
6 Min Read
Share
Ilustrasi seseorang menggunakan ponsel dan laptop dengan simbol gembok digital untuk menggambarkan keamanan data.
Ilustrasi keamanan digital yang menggambarkan perlindungan data saat menggunakan ponsel dan laptop.
SHARE

Opinijateng.com – Laptop dan ponsel kini menjadi perangkat penting untuk bekerja, belajar, hingga menyimpan berbagai dokumen. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada risiko keamanan digital yang sering luput dari perhatian, mulai dari penggunaan kata sandi yang lemah hingga kebiasaan memasang aplikasi sembarangan.

Contents
1. Jangan Menganggap Kata Sandi Sekadar Formalitas2. Aplikasi Gratis Belum Tentu Aman3. Menunda Pembaruan Perangkat Bisa Menambah Risiko4. Wi-Fi Publik Perlu Digunakan dengan Hati-hati5. Flashdisk dan Perangkat Eksternal Jangan Sembarangan Dipasang6. Membiarkan Laptop Terbuka Bisa Membuka Akses ke Data7. Jangan Menyimpan Semua Data Penting di Sembarang TempatKeamanan Digital Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Keamanan digital bukan hanya urusan ahli teknologi informasi. Kebiasaan pengguna sehari-hari juga berperan besar dalam menjaga data agar tidak mudah diakses pihak yang tidak berwenang.

Pentingnya perlindungan perangkat ini turut menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Komdigi Nomor 4 Tahun 2025, kementerian tersebut menetapkan standar pengamanan perangkat endpoint pengguna di lingkungan internalnya.

Dokumen yang ditetapkan pada 19 Mei 2025 itu mengatur perlindungan perangkat seperti komputer, laptop, dan gawai yang digunakan untuk aktivitas kedinasan. Aturan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya membangun kebiasaan digital yang lebih aman.

1. Jangan Menganggap Kata Sandi Sekadar Formalitas

Menggunakan kata sandi yang mudah ditebak atau membagikannya kepada orang lain dapat meningkatkan risiko akses tanpa izin. Karena itu, kata sandi sebaiknya dibuat unik, tidak digunakan berulang kali untuk berbagai akun, dan dijaga kerahasiaannya.

Surat edaran Komdigi mengatur penggunaan kata sandi dan/atau autentikasi biometrik pada perangkat. Dokumen tersebut juga menetapkan pergantian kata sandi secara berkala, paling lama setiap 90 hari kalender, serta melarang penggunaan kembali kata sandi sebelumnya dalam lingkungan yang diaturnya.

Untuk penggunaan digital sehari-hari, masyarakat juga dapat mempertimbangkan pengelola kata sandi tepercaya agar tidak perlu mencatat seluruh kata sandi di tempat yang mudah diakses orang lain.

2. Aplikasi Gratis Belum Tentu Aman

Keinginan mendapatkan aplikasi gratis terkadang membuat pengguna mengunduh perangkat lunak dari sumber yang tidak jelas. Padahal, aplikasi yang tidak tepercaya dapat membawa risiko, termasuk pencurian informasi atau pemasangan program berbahaya.

Dalam standar pengamanan internalnya, Komdigi melarang penggunaan aplikasi bajakan dan mewajibkan perangkat menggunakan sistem operasi serta perangkat lunak resmi.

Pengguna sebaiknya mengunduh aplikasi melalui sumber resmi, memeriksa izin akses yang diminta, dan menghapus program yang tidak lagi diperlukan.

3. Menunda Pembaruan Perangkat Bisa Menambah Risiko

Notifikasi pembaruan perangkat lunak kerap diabaikan karena dianggap mengganggu aktivitas. Padahal, pembaruan dapat membawa perbaikan keamanan yang diperlukan untuk melindungi perangkat dari kerentanan tertentu.

Surat edaran Komdigi mengatur penggunaan perangkat lunak resmi dengan pembaruan otomatis yang diaktifkan. Sistem operasi yang sudah tidak didukung penyedianya juga perlu mendapat perhatian karena tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan secara rutin.

Karena itu, pengguna perlu memeriksa status dukungan perangkat dan mengaktifkan pembaruan otomatis apabila tersedia.

4. Wi-Fi Publik Perlu Digunakan dengan Hati-hati

Mengakses internet melalui jaringan publik memang praktis, terutama ketika bekerja di luar rumah atau kantor. Namun, pengguna perlu berhati-hati saat membuka layanan yang memuat informasi sensitif melalui jaringan yang tidak tepercaya.

Dalam lingkungan kerja Komdigi, surat edaran tersebut mengarahkan pengguna untuk memakai jaringan internal atau VPN resmi saat mengakses pekerjaan dari luar kantor, serta menghindari internet publik untuk keperluan tersebut.

Bagi masyarakat umum, langkah yang lebih aman adalah memastikan situs menggunakan koneksi HTTPS, menghindari transaksi sensitif melalui jaringan yang meragukan, dan memakai VPN tepercaya bila diperlukan.

5. Flashdisk dan Perangkat Eksternal Jangan Sembarangan Dipasang

Flashdisk sering digunakan untuk memindahkan dokumen dari satu perangkat ke perangkat lain. Meski praktis, perangkat penyimpanan yang tidak diketahui asalnya dapat membawa berkas berbahaya.

Standar Komdigi mensyaratkan media penyimpanan portabel yang digunakan pada perangkat kerja berasal dari sumber tepercaya. Dokumen tersebut juga mengatur penggunaan perangkat lunak keamanan, seperti antivirus atau antimalware.

Pengguna sebaiknya tidak langsung membuka berkas dari flashdisk yang ditemukan atau diterima dari sumber tidak dikenal. Pemindaian keamanan sebelum membuka berkas juga dapat membantu mengurangi risiko.

6. Membiarkan Laptop Terbuka Bisa Membuka Akses ke Data

Perangkat yang ditinggalkan tanpa pengamanan dapat memberi kesempatan kepada orang lain untuk melihat atau mengakses dokumen di dalamnya.

Komdigi mengatur penggunaan fitur logout otomatis dengan batas waktu paling lama 10 menit setelah perangkat tidak digunakan. Aturan ini berlaku dalam standar pengamanan perangkat di lingkungan kementerian tersebut.

Kebiasaan sederhana seperti mengunci layar saat meninggalkan meja, menggunakan PIN atau biometrik, serta tidak meminjamkan perangkat yang memuat informasi sensitif kepada sembarang orang dapat membantu menjaga privasi.

7. Jangan Menyimpan Semua Data Penting di Sembarang Tempat

Kemudahan layanan digital membuat pengguna dapat menyimpan dan berbagi dokumen melalui beragam aplikasi. Namun, tidak semua layanan cocok untuk menyimpan informasi rahasia.

Surat edaran Komdigi mengatur penggunaan enkripsi untuk data sensitif dan mengingatkan agar informasi penting tidak disimpan pada perangkat pribadi atau media penyimpanan eksternal yang tidak dienkripsi.

Dalam praktik sehari-hari, pengguna perlu memilah dokumen berdasarkan tingkat kerahasiaannya, memeriksa pengaturan berbagi berkas, serta membatasi akses hanya kepada pihak yang memang memerlukannya.

Keamanan Digital Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Berbagai ancaman siber tidak selalu muncul karena teknologi yang digunakan sudah usang. Kelalaian pengguna, seperti membagikan kata sandi, mengabaikan pembaruan, atau membuka berkas yang tidak jelas asalnya, juga dapat meningkatkan risiko.

Surat Edaran Sekretaris Jenderal Komdigi Nomor 4 Tahun 2025 secara khusus mengatur pengamanan perangkat untuk aktivitas kedinasan di lingkungan kementerian. Artinya, ketentuan tersebut tidak otomatis menjadi kewajiban yang sama bagi seluruh masyarakat, tetapi prinsip-prinsip perlindungan perangkatnya dapat menjadi referensi untuk membangun kebiasaan digital yang lebih aman.

Pada akhirnya, menjaga keamanan informasi tidak cukup hanya mengandalkan antivirus atau perangkat terbaru. Kesadaran pengguna dalam mengelola akses, melindungi data, dan mengenali risiko menjadi bagian penting dari keamanan digital sehari-hari.

You Might Also Like

Ikuti IBL 2022, Gading Marten Temui Ganjar Pranowo untuk Minta Dukungannya
Jokowi Perintahkan Produk UMKM Dimasukkan e-Katalog
Hasil Rekapitulasi Sementara Pilkades di Banjarnegara Tahun 2021
Prof Ahmad Rofiq terpilih sebagai ketua DMI Jateng yang Baru
Berbagai Bahan Pokok Naik, Ganjar Cek Langsung ke Pasar
TAGGED:keamanan digitalkeamanan siberKomdigilaptopperlindungan dataprivasi digitalsmartphoneTeknologi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Permukiman desa tradisional dengan rumah beratap rumbia, pepohonan tropis, sawah hijau, dan aliran air. Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan
Next Article Dua konsumen memeriksa smartphone dan kotak iPhone di toko elektronik. Baru Beli iPhone? Jangan Cuma Pindahkan Foto, 7 Pengaturan Ini Penting untuk Keamanan dan Kenyamanan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
Seseorang membuang sisa makanan berupa kulit buah dan sayuran ke tempat sampah organik di dapur.
Sisa Makanan di Rumah Bisa Memperparah Krisis Iklim, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Environment Jateng
Pemandangan hutan tropis hijau yang lebat dengan pegunungan berkabut sebagai ilustrasi lingkungan hidup.
Hutan Lestari, Warga Sejahtera: Mengapa Menanam Pohon Saja Tidak Cukup?
Environment Jateng
Ilustrasi rumah pintar dua lantai dengan router WiFi yang terhubung ke lampu, kamera keamanan, laptop, ponsel, dan perangkat elektronik.
Teknologi Digital Bukan Sekadar Tren, Ini Cara Masyarakat Bisa Mengubahnya Menjadi Peluang
Electronics Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?