By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: 30 Guru Kimia Kota Semarang Ikuti Pelatihan Pembuatan Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum Unnes
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Pendidikan

30 Guru Kimia Kota Semarang Ikuti Pelatihan Pembuatan Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum Unnes

Arifin
Last updated: 16 Juli 2022 16:32 16:32
By Arifin
3 Min Read
Share
Prof Dr Sri Haryani MSi saat tampil sebagai narasumber dalam pelatihan pembuatan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk 30 guru Mapel Kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Semarang di SMAN 4 Semarang, pada 24 dan 25 Juni 2022.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Sebanyak 30 guru mata pelajaran atau Mapel Kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Semarang mengikuti pelatihan pembuatan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di SMAN 4 Semarang, pada 24 dan 25 Juni 2022.

Pelatihan itu diadakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang diketuai Prof Dr Sri Haryani MSi.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pada akhir tahun 2019, Kemdikbud telah memperkenalkan program Merdeka Belajar yang salah satunya terkait pergantian Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Kuartal I 2022 Jumlah Orang Miskin di Jateng Turun 102,57 Ribu

AKM merupakan bentuk asesmen pada ranah kognitif yang terdiri atas literasi membaca dan literasi numerasi.

“Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan kompetensi yang benar-benar minimum, terdiri atas literasi numerasi dan literasi membaca. Soal AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan siswa mampu menyelesaikan soal tersebut menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya,” jelas Prof Dr Sri Haryani MSi, saat tampil sebagai narasumber dalam pelatihan itu.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang diketuai oleh Prof Dr Sri Haryani MSi foto bareng sebagian peserta Pelatihan Pembuatan Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) kepada 30 guru Kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Semarang.

Prof Sri Haryani menambahkan, sebenarnya guru-guru di Indonesia sudah mengenal AKM.

BACA JUGA:Prof Martono Unggul dalam Pemilihan Rektor UNNES 2022-2026

Namun belum banyak guru yang mempunyai pengalaman membuat soal-soal dengan bentuk seperti AKM.

“Sehingga diperlukan pelatihan kepada para guru untuk menyusun soal AKM,” tuturnya.

BACA JUGA:Rest Area Heritage 260B Dibanjiri UMKM, Ganjar: Akan Kami Dampingi dan Kurasi

Pelatihan Menyusun instrumen AKM ini mendapat respons positif dari para guru Mapel Kimia di Kota Semarang.

Selama pelatihan AKM peserta diberikan contoh-contoh soal AKM pada mata pelajaran kimia mulai dari bentuk soal pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks, isian singkat, uraian, dan menjodohkannya.

“Kami sebagai guru sudah tahu mengenai apa itu AKM, namun hanya sebatas tahu saja. Kami belum tahu bagaimana cara menyusun soal-soal AKM yang tepat,” tutur Eko, salah satu guru Mapel Kimia yang mengikuti acara Pengabdian kepada Masyarakat Unnes tersebut.

BACA JUGA:Fluktuasi Harga Cabai Pengaruhi Inflasi dan Deflasi di Jateng, Tri Karjono: Awas Menggerus Daya Beli Masyarakat

Pada penghujung acara, semua peserta diberikan tugas untuk menyusun soal AKM pada materi kimia kelas X, XI, dan XII yang didampingi langsung oleh tim pengabdian.

“Pada pelatihan ini kami hanya sekadar membantu dan mendampingi guru Mapel Kimia membuat soal AKM. Harapan kami,para guru yang sudah mengikuti kegiatan ini menjadi terampil menyusun instrumen AKM. Goalnya adalah para guru Mapel Kimia dapat membantu peserta didiknya untuk terbiasa mengerjakan soal-soal tipe AKM,” tambah Prof Sri Haryani.***

You Might Also Like

Pramuka Garuda Smansabara Juarai Eagle Scout Awards
Bernadeta Dheswita Puspitasari Juara 1 LKTI Cagar Budaya Tingkat Provinsi Jawa Tengah
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 Halaman 132, 136, 137 Pembelajaran 2 Sub Tema 3 Perubahan Cuaca Terhadap Kehidupan Manusia
Sukseskan Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Guru SMPN 3 Banjarnegara Ciptakan Lagu Cahaya Ibadah
Simak Kata Mendikbud Nadiem soal Tunjangan Profesi Guru 2023, Kabar Baik untuk 1,6 Juta Guru Non Sertifikasi
TAGGED:AKMAsesmen Kompetensi Minimum (AKM)Kota SemarangMGMP Kimia Kota Semarangpelatihan pembuatan instrumen AKMProf Dr Sri Haryani MSiTim Pengabdian kepada Masyarakat Unnesunnes
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article 30 Guru MGMP Kimia Kota Semarang Ikuti Pelatihan AKM, Kurikulum Merdeka, dan Pembuatan Teh Herbal Nanopartikel
Next Article Boyamin Saiman Akan Hadir atas Undangan Persemian Jl Ki Nartosabdo oleh Walikota Hendi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?