By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Tanam Mangrove Bareng Pelajar, Ganjar Canangkan Ekowisata Mangrove Muara Kali Ijo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Tanam Mangrove Bareng Pelajar, Ganjar Canangkan Ekowisata Mangrove Muara Kali Ijo

Dwi Widiyastuti
Last updated: 27 Juli 2022 21:28 21:28
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
Menanam mangrove bersama pelajar,
SHARE

OPINIJATENG.COM –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ajak tanam bareng pelajar mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Hutan Mangrove Muara Kali Ijo di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Ganjar mendorong pengembangan ekowisata mangrove dengan menggandeng para pelajar agar menjadi sejarah.

BACA JUGA: Kemenag Distribusikan Beasiswa Sarjana & Pascasarjana untuk 1.540 Mahasiswa Hindu

Selain memiliki nilai sejarah, Hutan Mangrove Muara Kali Ijo juga berpotensi sebagai ekowisata dan sumber bahan gula nipah.

“Saya canangkan pengembangan ekowisata mangrove yang ada di Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Mangrove Muara Kali Ijo ini. Tadi saya sudah dengar ceritanya, cukup bagus. Kalau kita lihat sejarahnya sejak tahun 1980an ternyata tidak mudah usaha membikin hutan mangrove sebagus ini. Anda lihat bentuknya, bagus banget ya,” kata Ganjar usai menanam mangrove bersama pelajar, warga, dan aktivis lingkungan serta berkeliling Hutan Mangrove Muara Kali Ijo, Rabu 27 Juli 2022.

Ganjar menjelaskan sejak tahun 1984, ikhtiar untuk menahan abrasi di pantai Selatan bisa terlihat. Pohon bakau yang ditanam telah menjadi ekosistem yang bagus. Pohon-pohon baru yang ditanam juga akan menambah fungsi penahan air pasang laut dan menjadi tempat ikan-ikan tumbuh.

“Nah sekarang kita ingin coba kembangkan lagi pariwisatanya karena di sana tadi ada budidaya ikan sama kepiting. Kalau itu terjadi maka saya harapkan tidak hanya sekadar budidayanya tapi juga produksinya,” jelas Ganjar.

Ketika budidaya sukses dan mulai bisa memproduksi ikan dan udang maka akan sangat bagus. Khususnya untuk mendukung pengembangan ekowisata. Pengunjung yang datang tidak hanya belajar tentang mangrove atau berkeliling hutan mangrove saja.

BACA JUGA: Wakaf Uang Akan Menjadi Program Prioritas BWI Jateng

“Jadi kalau nanti produksinya bagus, kita minta untuk dikembangkan ini menjadi tempat wisata, kalau orang datang ke sini makan ikan, makan kepiting,”  ungkapnya.

Adapun untuk pengembangan ekowisata, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Misalnya jogging track yang sudah ada saat ini masih jauh dari kata bagus. Material bambu yang digunakan dinilai masih kurang kuat.

“Memang tadi jogging track-nya agak tidak bagus sih. Kalau itu dari bambu nggak kuat, itu mustinya dibuat dari kayu ulin begitu. Mudah-mudahan nanti ada yang bisa segera merencanakan untuk kita bisa eksekusi itu, bagus,” jelas Ganjar.

Menurut Ganjar, hutan mangrove Muara Kali Ijo itu ada karena kerja keras dadi warga dan aktivis lingkungan. Ia sangat mengapresiasi para aktivis yang merawat dna mengembangkan hutan mangrove itu. Bahkan dari hutan mangrove itu banyak tanaman lain yang juga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

“Aktivisnya cukup banyak di sini dan kemudian menghasilkan. Termasuk tanaman-tanaman yang dulu orang tidak memanfaatkan, misal tanaman nipah. Ternyata tanaman nipah yang hari ini cukup banyak itu sudah berhasil dikembangkan untuk gula. Itu menarik, sudah jadi gula tadi,” katanya.

Dari contoh itu saja, lanjut Ganjar, telah membuktikan bagaimana Indonesia begitu kaya sekali ketika bicara soal ketahanan pangan. Bahkan gula sekalipun dapay diambil dari pohon nipah yang cukup banyak di sekitar pantai. Termasuk yang ada di KEE Hutan Mangrove Muara Kali Ijo.

“Ini kegiatan masyarakat puluhan tahun baru bisa kita rasakan sekarang. Maka saya titip untuk dijaga, yang mangrove tadi ditanam paling tidak butuh waktu tiga tahun. Maka sampai tiga tahun itu proses perawatannya musti intensif betul. Maka kami libatkan pelajar, aktivis (lingkungan), kampus agar semua peduli. Ini contoh bagus,” ungkap Ganjar.

Dalam kesempatan itu, selain menanam mangrove bersama pelajar, warga, dan aktivis lingkungan, Ganjar juga menyempatkan diri untuk berkeliling jogging track. Ia juga memborong produk gula nipah yang diproduksi oleh masyarakat. Sejumlah bantuan untuk kelompok nelayan juga diberikan.***

You Might Also Like

Pesona Nepal Van Java Dipoles, Ganjar Bantu 2 Ton Cat
Bedug Bagelen Purworejo Diarak Keliling Kota Sofifi
Puncak HPN PWI Jateng Adakan Khataman Qur’an, Bentuk Kepribadian Wartawan yang Unggul
Wiayah Lain Siap-Siap Sholat Ied dan Merayakan Lebaran, di Kebumen Malah Kebanjiran
Jadi Guru Dadakan, Ganjar Bikin Siswa SMPN 1 Kalimanah Heboh
TAGGED:Canangkan Ekowisata MangroveGanjarMuara Kali IjoTanam Mangrove Bareng Pelajar
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kemenag Distribusikan Beasiswa Sarjana & Pascasarjana untuk 1.540 Mahasiswa Hindu
Next Article Kebersamaan, Kunci Sukses Kafilah MTQ Kota Semarang Juara Pertama di 14 Cabang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
Tumis buncis dengan wortel, irisan sosis, dan cabai merah yang disajikan dalam mangkuk cokelat.
Bingung Menyiapkan Menu Harian? Ini 7 Ide Tumisan Praktis yang Hemat Minyak dan Cocok untuk Keluarga
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?