By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: 50 Warga Desa Tembelang Magelang Ikuti Baksos Mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

50 Warga Desa Tembelang Magelang Ikuti Baksos Mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo

Dwi Widiyastuti
Last updated: 15 Agustus 2022 11:24 11:24
By Dwi Widiyastuti
2 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – Sebanyak 50 orang warga Desa Tembelang, Kecamatan Candimulyo,Kabupaten Magelang mengikuti baksos kesehatan berupa bekam dan pengobatan tradisional yang digelar mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) UIN Walisongo Semarang Kelompok 34.

“Alhamdulillah progam baksos kami mendapat sambutan hangat masyarakat Desa Tembelang. Ada 50 warga ikut bekam dan pengobatan tradisional,” jelas Ketua mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo Semarang Kelompok 34, Ma’rifatul Akbar.

Mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Kelompok 34 melakukan bakti sosial bekam dan pengobatan tradisional di Desa Tembelang, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jateng.

Bakti sosial hadir sebagai jembatan penunjang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Salah satu program kerja kami yang mengarah kesehatan masyarakat yakni pengobatan dengan menggunakan terapi tradisional.”

Akbar menjelaskan, sebagaimana bekam merupakan pengobatan non-medis yang dianjurkan oleh Rasulullah, dengan dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna.

“Sangat bagus jika program ini berjalan di desa kami, banyak lansia di sini yang saya yakin mereka berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan program bekam, bisa menjadi jembatan masyarakat dusun Konang terkhusus lansia untuk hadir di kegiatan para mahasiswa UIN Walisongo,” tutur Pak Agus selaku kepala Dusun Konang.

Baksos kesehatan tradisional berupa bekam dan pengobatan tradisional yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UIN di luar dugaan.

“Warga berbondong-bondong, termasuk dariluar desa itu. Mereka sengaja datang untuk melakukan pengobatan termasuk lansia yang mendominasi data kami,” kata Akbar.

Pengobatan terapis bekam sebagai pengobatan non-medis yang sudah ada sejak jaman sahabat Rasulullah, kata ahli terapis, Riyadi.

Menurut Akbar, kegiatan ini tidak berbayar (gratis) sebagai bentuk bakti sosial kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00-14.00 WIB memiliki jumlah data pasien yang membludak yakni lebih dari 50 orang.

“Kami berharap program bekam dan pengobatan tradisional ini menjadi bentuk kepedulian kesehatan masyarakat sehingga mereka dapat melakukan aktivitas dengan fisik yang lebih baik lagi.”***

You Might Also Like

Lindungi Konsumen, Bupati Banyumas dan BPOM Sidak Pasar
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
Media Sosial Menjadi Kebutuhan untuk Berdakwah
MTs Pakis Bertani dan Beternak Bersama Orang Tua Siswa Sebagai Sumber Belajar
Baznas RI dan Jateng Peduli Banjir Kudus dan Pati, Salurkan Bantuan ke …
TAGGED:bekammahasiswa KKN UIN Walisongo Semarangpengobatan ala Rosulpengobatan tradional
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dunia Internasional Akui Tiga Tahun Indonesia Swasembada Beras
Next Article Kolaborasi Wujudkan Indikator Dasar Kebijakan yang Berkualitas
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?