By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Amir Machmud NS Prihatinkan Jurnalisme “Iblis” dan Berharap Jurnalisme “Malaikat”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Banjarnegara

Amir Machmud NS Prihatinkan Jurnalisme “Iblis” dan Berharap Jurnalisme “Malaikat”

Arifin
Last updated: 7 Mei 2023 07:13 07:13
By Arifin
4 Min Read
Share
Ketua PWI Jawa Tengah H Amir Machmud NS, SH MH, pada Halaqoh Ulama yang diselenggarakan MUI Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Jawa Tengah, di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (6 Mei 2023)
SHARE

OPINI JATENG – SEMARANG – Ketua PWI Jawa Tengah H Amir Machmud NS, SH MH, pada Halaqoh Ulama yang diselenggarakan MUI Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Jawa Tengah, di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (6 Mei 2023) memprihatinkan jurnalisme “iblis” dan berharap jurnalisme “malaikat”.

“Yang memperihatinkan, setiap hari informasi yang tersaji di media sosial mencerminkan jurnalisme “iblis” yang penuh nuansa hoaks, bukan jurnalisme “Malaikat” yang didambakan publik. Hal ini sebagai bukti pengaruh kuatnya arus informasi di media sosial yang belum memberi nilai kesantunan, pencerahan dan pemberdayaan. Isu-isu yang diviralkan banyak yang sesungguhnya tidak patut untuk konsumsi publik,” katanya.

BACA JUGA:Melestarikan Fitrah Meraih Prestasi dan Istiqamah

Amir Machmud yang berbicara pada sesi akhir Halaqoh menegaskan, mewujudkan kearifan media untuk berpegang teguh kepada idealisme jurnalistik, yang tercover dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, diperkuat dalam Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan, rasanya menjadi tantangan berat di tengah arus industrialisasi media digital saat ini. Fenomenanya, idealisme jurnalistik mainstream, kini sedang dalam kondisi tidak kuat menghadapi arus disrupsi digital, bahkan ada kecenderungan yang ikut arus.

Ketua PWI Jawa Tengah ini mengajak kalangan media massa dan media sosial untuk kembali pada fitrahnya, menjalankan fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontro sosial. Dalam konteks menuju Pemilu 2024, agar mampu memberi warna sebagai media yang jernih, mengawal pemilu agar terselenggara secara jujur, adil, berkualitas serta mampu membangkitkan partisipasi pemilih yang tinggi.

“Kita berharap, media mampu menjadi wadah bagi terlaksananya pendidikan politik yang positif kepada khalayak. Peran ini yang kita tunggu. Dari pemberitaan media, publik agar menjadi paham kapan pemilu diselenggarakan, apakah sudah terdaftar sebagai pemilih, siapa saja mencalonkan dan yang akan dipilih sesuai nurani. Publik paham pula tentang hak dan tanggung jawab dalam Pemilu,” harapnya.

Amir menyatakan respek tinggi atas inisiasi yang dibangun MUI Jawa Tengah menyelenggara Halaqoh Ulama sehingga akan mampu membangun wacana yang positif untuk suksesnya Pemilu 2024.

BACA JUGA:Komunikasi Politik Jokowi

“Tanpa sikap arif yang mengedepankan nurani dari kalangan media massa dan media sosial, rasanya sulit untuk mewujudkan Pemilu damai berkeadilan yang saat ini didambakan masyarakat,” tegasnya.

Halaqoh Ulama seri2, yang digagas MUI Jawa Tengah tersebut, dibuka oleh Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji, MSi mengetengahkan tema, Peran MUI dalam penguatan Pemilu Damai, dengan subtema Menemukan Pemimpin dan Politisi Santun.

Pada Jumat (5 Mei) malam tampil tiga narasumber sekaligus secara panel. Yakni Komisioner KPU Jawa Tengah, Ikhwanudin, mengetangahkan tema Syarat Calon Pemimpin Politik: Penekanan dan Catatan atas Persyaratan dalam Peraturan Pemilu, Rektor UIN Walisongo, Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq, MAg dengan tema Panduan Ajaran Islam dalam Menemukan Pemimpin Politik yang Santun: Fatwa – Fatwa MUI Terkait, serta Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Tengah KH Kharis Shodaqoh.

Sementara itu, Kiai Kharis Shodaqoh pada hari pertama Halaqoh menyampaikan, sulthon (pemimpin negara) memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan. Pengasuh Pondok Pesantren AlItqon Bugen Kota Semarang itu mengibaratkan, ketika seorang ulama melihat ada perjudian, kemudian membacakan ayat Alquran tentang haramnya judi, tentu belum tentu bisa membubarkan perjudian tersebut.

BACA JUGA:Mbah Yai Darodji: MUI Jateng Berharap Pemilu 2024 Jadi Pesta …

“Tapi kalau polisi yang datang, pasti langsung bubar perjudiannya. Penjudinya lari semua. Maka penting sekali sinergi ulama dengan umara,” katanya.

Menurut dia, dalam politik tidak ada istilah santun. Dia setuju MUI berada di tengah-tengah, sebab jika mendorong atau mendukung calon, tentu tidak tepat.***

You Might Also Like

Dilarang ke Luar Daerah oleh Partai, Ganjar: Saya kalau Pergi Izin, Nggak Papa
Dawet Ayu Banjarnegara Hadirkan Varian Baru
PGRI Kabupaten Banjarnegara Gelar Rapat Koordinasi, Apa Saja Hasilnya?
Dibantu Ganjar, Rumah Mbah Samroh Tidak Lagi Kena Rob
Sekda Banjarnegara Buka Lomba Senam Sehat Camat Rakit Cup, Ini Juaranya
TAGGED:AniesGanjarhalaqoh MUI JatngMUI JatengPilpres 2024PrabowoPWI Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Mbah Yai Darodji: MUI Jateng Berharap Pemilu 2024 Jadi Pesta …
Next Article Pendakwah Lucu KH Supandi Ajak Insan Pers Jateng Saling Memaafkan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?