By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Oh Ini Tho Asal Mula Kalimat Halal Bi Halal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Oh Ini Tho Asal Mula Kalimat Halal Bi Halal

Arifin
Last updated: 30 Maret 2025 16:10 16:10
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Oleh: Ali Arifin
OPINIJATENG.COM – Jika salah seorang guru besar UIN Walisono Semarang, Prof Ahmad Rofiq menjelaskan dengan detail dan serius mengapa kita perlu ber-Halal bi Halal? Penulis hanya ingin mengajak pembaca untuk refresh sejenak tentang asal mula kata halal bi Halal.

DISCLAIMER: Cerita berikut ini hanya karangan saja. Jadi cerita berikut ini hanya untuk candaan. Tujuannya agar pembaca bisa lebih ceria saat Lebaran di rumah bersama keluarga tercinta. Jadi jangan percaya tulisan berikut ini, percayalah hanya kepada Allah SWT.

Kita mulai yah…

Syadan, tersebutlah sebuah keluarga yang terdiri atas suami, istri, dan seorang keponakan. Pasangan suami istri itu belum dikaruniai anak.

Kebetulan salah satu keponakannya sebut saja namanya, Amel, kuliah di sebuah PT yang kampusnya tak jauh dari rumah Om atau paman dan bibi-nya itu.

“Amel, besok kan Lebaran. Om dan Bibi mau ziarah ke makam leluhur. Siapa tahu setelah sholat Ied besok ada yang berlebaran ke rumah kita.”

“Ya Bi…”

“Oh ya, Mel, Bibi minta tolong ya. Amel ke pasar beli jajan pasar secukupnya saja, soalnya kalau beli roti biasanya pada kurang suka. Tetangga suka jajan pasar. Om dan Bibi berangkat dulu ya. Ini Uangnya.”

“Ya, Bi, saya tak mandi dulu, baru ke pasar,” kata Amel.

A few hours later…

Amel sudah pulang dari pasar, dia kemudian menuju ke mesin cuci untuk mencuci pakaiannya.

Om dan Bibinya tak lama kemudian juga pulang dari ziarah makam leluhur.

Bibinya langsung menuju ruang makan dan mendapati meja makannya penuh dengan jajan pasar.

Bibinya heran dengan uang segitu kok Amel bisa membeli jajan pasar demikian banyaknya.

Lalu bertanyalah dia pada Amel yang sedang di belakang rumah menjemur pakaiannya dengan setengah berteriak.

“Mel! Amel! ini jajan pasar kok segini banyaknya? Mana cukup uang dari Bibi tadi? Halal nggak nih?” tanya Bibi Amel.

Amel, karena dari lokasi menjemur pakaian yang jaraknya agak jauh dari ruang makan, juga dengan setengah berteriak menjawab, “Iya itu Bi. Amel beli dari uang yang dikasih Bibi. Halal Bi Halal,” kata Amel meyakinkan Bibinya.

Nah, kata-kata Amel yang mengatakan : “Halal Bi Halal” itu didengar oleh para tetangga. Mereka kemudian berfikir, oh…kalau Lebaran itu berarti “Halal Bi Halal”.

Sejak saat itu kalimat “Halal Bi Halal” menjadi viral sampai sekarang, xixixixi…

Pembaca yang budiman. Jangan marah ya… kan sudah tak kasih kasih DISCLAIMER. Maafin saya ya…Yuk kita ber-Halal Bi Halal.***

*)Ali Arifin, pimred opinijateng.com

You Might Also Like

Prof Ahmad Rofiq: Lebaran, Silaturahim, dan Kesalehan Sosial
Doa ketika Hujan Turun dan Hujan Lebat
Diet dan Atur Pola Makan Bagi Pasien Penyakit Liver
Penyakit Ain dari Pandangan Mata Dapat Merusak Kehidupan Orang Lain
Prof Ahmad Rofiq: Jika Zakat Fitrah Tidak Dibayar Tepat Waktunya, maka Ibadah Puasa Jadi Tidak Sempurna
TAGGED:halal bi halalLebaran
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Mengapa Ada Halal Bi Halal? Ini Penjelasan Prof Ahmad Rofiq
Next Article Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri di MAJT Semarang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Martabak telur goreng berwarna keemasan dengan isian telur dan daun bawang, dipotong menjadi beberapa bagian.
Tak Perlu Beli di Pinggir Jalan, Martabak Telur Kulit Lumpia Ini Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
Jateng News
Nasi goreng berbumbu dengan telur mata sapi, irisan cabai merah, daun bawang, dan sambal.
Tak Perlu Timbangan Dapur! Resep Nasi Goreng Takaran Sendok untuk Bekal Sekolah Anak
Jateng News
Sup ayam dengan wortel, kentang, dan sayuran dalam kuah bening hangat
Bingung Masak Apa Hari Ini? 3 Resep Sop Rumahan yang Hemat, Gurih, dan Mudah Dibuat
Jateng News
SD Muhammadiyah Danaraja Sukses Gelar Perjusa di Pinggir Kali, Dusun Balaran Merden, Pembina HW Berharap Anak Pulang Membawa Nilai Kebaikan
Banjarnegara Pendidikan
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?