17 April 2026 22:21

Hindari Memperoleh Harta dengan Cara Batil

0
leo2014 dari Pixabay

OPINIJATENG.COM – Orang mempunyai banyak cara memperoleh harta.Hindari memperoleh harta dengan cara batil  Demi sesuap nasi dan sebongkah berlian seseorang rela mengambil jalan pintas.

Berbagai macam cara dilakukan. Ada yang menimbun bahan makanan pokok agar mendapat keuntungan berlipat, mengerogoti uang rakyat,dan mengambil hak orang lain dengan dalih kepentingan bersama.

Cara tersebut adalah cara batil yang dibenci oleh Allah. Seperti tertuang dalam surah An Nisaa’ ayat 29-30.

Artinya hai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku suka sama suka. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah maha penyayang kepadamu. Barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, kelak masuk ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

BACA JUGA :9 Cara Mengetahui Kepribadian Kamu melalui Medsos

Ayat tersebut menggambarkan bahwa orang beriman tidak akan memakan harta dengan cara batil. Sebab keimanan identik dengan kesucian, kebersihan, kebaikan, dan keberkahan.

Sementara memakan harta dengan cara batil adalah perbuatan yang buruk dan membawa kehancuran serta kerugian.

Menurut Ibnu Abbas ra dan Imam Al Basri berpendapat bahwa batil adalah memakan harta orang lain tanpa adanya kompensasi. Arti kompensasi yang lebih luas mencakup uang yang terutang sebagai ganti kepada pihak yang dirugikan atau dirugikan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Allah juga menyebutkan pengecualian dalam mendapatkan harta dengan cara perniagaan. Dengan niaga ada kesepakatan antara pembeli dan penjual dengan ikhlas. Muncullah syar’i  atau halal.

BACA JUGAKapolda Jateng: Tahun 2022 adalah Tahun Toleransi, Jaga Persatuan, Cegah Konflik

Memakan harta dengan cara batil memiliki dampak negatif yang sangat berbahaya bagi intergritas dan stabilitas suatu komunitas.

Ragam dan model operandi memakan harta dengan cara batil telah membudaya dan terstuktur sangat rapi. Praktik ini semestinya menyalahi aturan yang berlaku. Banyak orang rugi atas perbuatan tersebut.

Sebaiknya hati nurani, akhlak, dan agama membimbing untuk tidak melakukan hal tersebut. Perbuatan ini akan akan terjerumus ke jurang kenistaan dan kehancuran.

Mendapat harta dengan cara batil sama saja dengan membunuh diri sendiri. Dengan alasan ia menghancurkan kehidupannya sendiri dan membuat hina dan tidak berharga.

Balasan bagi orang-orang yang demikian adalah siksa neraka. Maka berhati-hatilah dalam mencari harta, sebaiknya dengan cara yang baik. (sumber: Kajian Al-Qur’an Ahmad Kusyairi Suhail, MA Direktur STIU Darul Hikmah YAPIDH Bekasi)***

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version