Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 87
Sejak Minggu 24 Oktober 2021 OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

OPINI JATENG –
Iben masih duduk termangu sendirian di meja makan.
Suasana rumah sepi.
Pelan-pelan Iben bangkit dari kursi dan berjalan menuju kamar ibunya.
Dia berhenti sebentar di depan pintu.
Seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Lalu dibukanya pintu.
BACA JUGA : Intip Kepribadian Seseorang melalui Tulisan Tangan
Dan Iben melangkah masuk.
Kamar itu tidak pernah berubah.
Sejak Ipo, ibunya meninggal, tidak ada yang berubah di kamar itu.
Semua masih tertata pada tempatnya seperti saat Ipo masih berada di dalamnya.
Tempat tidur besar masih rapi tertutup cover bed yang bersih.
Jendela kaca terbuka sehingga angin segar dari luar bebas berhembus masuk memberikan sirkulasi udara yang membuat kamar tetap segar.
Meja rias masih penuh dengan berbagai peralatan kosmetik wanita yang tertata rapi di depan cermin besar yang berdiri berlawanan arah dengan jendela yang terbuka.
Di pojok meja rias terletak vas bunga dari porselin berwarna putih.
Beberapa tangkai bunga sedap malam berada di dalam vas itu.
BACA JUGA: Tes Kepribadian: Siapa Orang Pertama yang Anda Bantu? Pilihanmu Menggambarkan Karaktermu
Tapi bunga sedap malam itu tampak sudah mulai layu.
Warnanya mulai semburat kecoklatan dan kelopak bunganya mulai mengkerut.
Iben melangkah ke arah meja rias.
Diambilnya vas bunga itu.
Dibawanya ke arah jendela yang terbuka.
Diamatinya bunga sedap malam yang mulai layu.
Dicabutnya setangkai keluar dari vas.
Tangkai yang terendam air di dalam vas meneteskan beberapa tetes air.
Tangkai itu mulai berlendir.
BACA JUGA: Dua Minggu, Polda Jateng Berhasil Razia 7400 Knalpot Brong
Tanda sudah mulai proses pembusukan.
Iben mencium bunga sedap malam yang mulai layu itu.
Matanya menerawang jauh keluar jendela.
Bunga sedap malam itu sudah tidak mengeluarkan aroma harum yang khas lagi.
Tercium hambar di hidung Iben.
BACA JUGA:Tanda-tanda Allah sedang Menghapus Dosa-dosamu, Salah Satunya Kamu Merasa Sedih
Iben menggenggam erat tangkai bunga, seolah tidak ingin terlepas dari tangannya.
KOMENTAR : weesenha@gmail.com***