Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 107
Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

OPINI JATENG –
Dan cinta itu bahaya.
Dia mampu menabrak apa saja yang menghalanginya.
Lita dan Iben telah memasuki zona bahaya itu.
“Shsst…sudahlah, Ben. Sini aku peluk kamu, sayang…”
Lita memeluk Iben.
Iben menikmati pelukan Lita.
BACA JUGA:Love and Leashes, Film Korea Komedi Romantis Dewasa Seohyun dan Lee Jun-Young Genre Terbaru
Perlahan-lahan Iben menjatuhkan diri, rebah, ke tempat tidur.
Karena Lita masih dalam posisi memeluknya, Lita pun ikut terjatuh rebah.
Lita rebah di atas tubuh Iben.
Lita tersenyum.
Iben tersenyum.
“Kita harus menemukan cara untuk menghadapi ayahmu,” bisik Lita sambil mengelus rambut di kepala Iben.
BACA JUGA:Ziarah ke Makam Wartawan Senior, Agenda Peringatan HPN 2022
“Aku gak mau pisah denganmu. Aku gak mau kehilangan kamu.”
Rengek Iben, juga gantian mengelus rambut di kepala Lita.
“Iya, aku juga tidak ingin pisah dengan kamu. Aku tidak ingin kehilangan kamu.” balas Lita.
Sejenak dalam posisi menindih Iben, Lita menatap sayu mata Iben.
Iben yang di tindih di bawah, menangkap tatapan sayu Lita yang berada di atas tubuhnya.
BACA JUGA: Malaikat Mendoakan Orang yang Salat Subuh dan Ashar
Kepala Iben sedikit mendongak.
Matanya malah terpejam.
Lita paham betul, apa yang diinginkan Iben.
Dengan pelan dan lembut, dikecupnya bibir Iben.
Iben membuka bibirnya.
Lita melanjutkan kecupannya dengan kuluman yang panjang penuh gairah.
BACA JUGA:Ini 5 Doa yang Wajib Diamalkan setelah Sholat Fardhu
Berdua, Lita dan Iben menghabiskan malam panjang di kamar Ipo.
Iben merasa kepuasannya malam ini begitu sempurna.
KOMENTAR : weesenha@gmail.com***