17 April 2026 19:18

Bisakah Takdir Berubah? Ini Penjelasannya

0
dove-g9afe3d43a_640

OPINIJATENG.COM – Takdir susah untuk ditafsirkan.Bisakah takdir berubah?

Takdir secara bahasa berasal dari kalimat Qoddaro-Yuqoddiru-taqdiiroon yang artinya ketentuan, ukuran, rumusan atau untuk referensi.

Dalam al-Quran makna takdir berarti  Allah telah memberi kadar, ukuran, batasan tertentu dalam diri, sifat, atau kemmapuan maksimal kepada makhluknya.

Menurut istilah takdir adalah suatu aturan tertentu yang telah dibuat Allah Swt, baik secara struktural maupun fungsional, serta aturan yang terkait dengan sebab akibatnya. Jadi semua yang diciptakan Allah mampu saling berinteraksi satu dengan yang lain kemudian melahirkan kejadian tertentu.

Dalam QS. Al-Hadid Allah menerangkan bahwa;

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِ نَّ  ذَٰلِكَ

 عَلَ ٱللَّهِ يَسِيرٌ

Mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika ‘alallāhi yasīr

Artinya

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah” (QS. Al-Hadid;22)

BACA JUGAGejala Omicron yang Sering Dikeluhkan dan Diwaspadai

Semua yang manusia lakukan berpa tindakan yang nyata bahkan doa yang dipanjatkan semua ditulis di lauh mahfud. Tak ada kejadian sedikitpun yang tidak Allah ketahui dan Allah pasti kehendaki.

Bisakah takdir diubah? Jawabanya tidak. Tanpa sadar manusia memilih bekerja keras untuk mnegubah hidupnya itu semata-mata bukan karena dirinya melainkan semua atas kehendak Allah jika memang bisa berubah.

Takdir terjadi selaras dengan keadaan yang ada dan yang terjadi, bukan sesuatu yang ada dan bisa ditentang maupun dilawan.

Namun kita pernah mendengar sedekah bisa mengubah bala yang telah  menjadi takdir Allah dalam kitab karangan Syeikh M. Ibrahim Bajuri juga mengatakan bahwa:

“Doa bermanfaat terhadap apa yang datang dan apa yang belum datang (dari langit). Bala pun akan datang dan bertemu dengan doa. Keduanya (bala dan doa) senantiasa ‘berperang’ hingga hari qiamat. Doa bermanfaat pada qadha mubram dan qadha muallaq. Perihal yang kedua (qadha muallaq), maka tidak mustahil menghilangkan apa (putusan) yang penghilangannya digantungkan pada doa dan tidak mustahil mendatangkan apa (putusan) yang penghadirannya digantungkan pada doa,” (Lihat Syekh M Ibrahim Al-Baijuri, Tuhfatul Murid ala Jauharatit Tauhid, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun] halaman 91).

BACA JUGABulan Rajab Bulan Spesial untuk Beribadah

Jadi  apakah takdir bisa berubah? Jawabannya bukan iya, juga bukan tidak karena semua yang ada di dunia dan keseluruhan adalah takdir yang telah Allah tuliskan di Lauhul Mahfudz.

Bukan berarti takdir tidak bisa berubah kemudian kita tidak melakukan ikhtiar. Kita wajib menjalankan kewajiban sebagai bentuk ikhtiar dan ketaatan kepada Allah dalam menjalani hidup. Semoga bermanfaat. (Sumber : editor.id)***

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version