Pemanfaatan Media Pembelajaran berbasis Augmented Reality ‘AR’

Santi Nurmalitasari, S.Pd
Oleh: Santi Nurmalitasari, S.Pd
Pendidik di SDN 1 Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga
OPINIJATENG.COM – Salah satu faktor penunjang keberhasilan proses belajar mengajar dikelas adalah pemanfaatan media pembelajaran. Hal ini menjadi alasan mengapa pemilihan dalam menetapkan media merupakan hal yang sangat penting dan harus dipertimbangkan oleh guru secara seksama.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Vernon S Gerlach, dan Donal P.Ely didalam buku mereka yang berjudul Teaching and Media “a Fundamental Component of the Systematic Approach to Teaching and Learning is the Selection of Instructional Media”.
Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran.
Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran.
Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.
Salah satu media pembelajaran berbasis TPACK (echnological pedagogical content knowledge) adalah media Augmented Reality (AR). Augmented Reality (AR) dapat didefinisikan sebagai sebuah teknologi yang mampu menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan yang nyata kemudian memunculkannya atau memproyeksikannya secara real time.
AR dapat digunakan untuk membantu memvisualisasikan konsep abstrak untuk pemahaman dan struktur suatu model objek. Beberapa aplikasi AR dirancang untuk memberikan informasi yang lebih detail pada pengguna dari objek nyata. Media merupakan sebuah alat atau objek yang berfungsi sebagai penghubung antara penerima dan pengirim pesan.
Untuk menjalankan sistem AR, minimal terdiri atas kamera, perangkat display, dan dalam kasus-kasus tertentu memerlukan perangkat khusus untuk berinteraksi dengan objek virtual. Perangkat utama yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi berbasis AR, yaitu display, perangkat input tracking, dan komputer seperti yang diungkapkan oleh Carmigniani dalam “main device for augmented reality are dissplay, input device, tracking, computer” (Carmigni et al, 2010).
Perangkat display digunakan untuk menampilkan gambar atau output hasil proses komputer. Ada tiga jenis display dalam AR yang pertama HMD (Head Mounted Device) yaitu sebuah display yang dipakai kepenggunaannya untuk menampilkan gambar hasil penggabungan lingkungan virtual dengan lingkungan nyata (Carmigniani et al, 2010).
Bentuknya bisa seperti helm, atau seperti kacamata yang merupakan handheld display yaitu semacam perangkat genggam yang memiliki kemampuan menampilkan gambar sekaligus kemampuan proses data dan kemampuan input dan tracking, contohnya seperti smartphone, dan PDA (Carmigniani et al, 2010).
Terakhir adalah spasial AR, dimana citra visual langsung ditampilkan ke objek fisik tanpa penggunanya harus membawa perangkat display, pada spatial augmented reality perangkat disiapkan pada satu tempat dan tidak dapat dipindah pindahkan seperti pada handheld display atau HMD (Carmigniani et al, 2010).
Pemanfaatan media pendidikan menggunakan Augmented Reality dapat merangsang pola pikir peserta didik dalam berpikiran kritis terhadap sesuatu masalah dan kejadian yang ada pada keseharian, karena sifat dari media pendidikan adalah membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan ada atau tidak adanya pendidik dalam proses pendidikan.
Sehingga pemanfaatan media pendidikan dengan augmented reality dapat secara langsung memberikan pembelajaran dimanapun dan kapanpun peserta didik ingin melaksanakan proses pembelajaran.
Media Pembelajaran AR dapat memvisualisasikan konsep abstrak untuk pemahaman dan struktur suatu model objek memungkinkan AR sebagai media yang lebih efektif sesuai dengan tujuan dari media pembelajaran.
