By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Nyadong Berkah: Ribuan Alumni Ploso Berebut Salaman dengan Kiai Nurul Huda
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Nyadong Berkah: Ribuan Alumni Ploso Berebut Salaman dengan Kiai Nurul Huda

Dwi Widiyastuti
Last updated: 26 Mei 2022 19:56 19:56
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
Para santri dan alumni alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur yang tergabung dalam Ittihad Mutakhorijin Al Falah Ploso (IMAP) berebut sungkem atau salaman dengan pengasuh Al Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli dalam upacara halalbihalal di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajhraya Semarang, kemarin
SHARE

OPINIJATENG.COM – Nyadong berkah kiai ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur berebut bersalaman

Ribuan santri yang tergabung dalam Ittihad Mutakhorijin Al Falah Ploso (IMAP), tumpah ruang memenuhi Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Gajahraya Semarang, Kamis, 26 Mei 2022.

Mereka hendak ngalap berkah (tabarukan) kepada para kiai (masyayikh) Ponpes Al Falah Ploso yang hadir lengkap beserta putra-putri, menantu dan para cucu, dalam acara halalbihalal, kemarin.

Di antaranya KH Nurul Huda Djazuli, Nyai Hj Lailatul Badriyyah Djazuli, Nyai Hj Nafisah, Nyai Hj Likhah, Nyai Hj Mahfudzoh, KH Mufti Ali, dan Gus Kaustar bin Nurul Huda.

Sejak pagi, ratusan bus maupun mobil masuk halaman parkir MAJT. Banyak pula yang membawa sepeda motor maupun naik ojek dari terminal maupun stasiun.

Walau hujan mengguyur Semarang sejak pagi hingga pukul 10.00, para alumnus pondok pesantren tua di Kediri tersebut antusias hadir. Sebagian besar membawa keluarganya. Sehingga, ruangan penuh sesak oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Meski panitia sudah merancang acara dengan cara lesehan di atas karpet, tetap saja ratusan orang tak kebagian duduk di dalam Hall.  Sehingga mereka yang rata-rata sudah menjadi kiai di daerahnya masing-masing, mencari tempat sendiri di luar ruangan. Termasuk di pinggir tempat parkir kendaraan di basement masjid.

Ketua panitia halalbihalal IMAP Jateng & DIY Dr KH Ahmad Izzuddin dalam sambutannya mengatakan, setiap santri, apalagi yang telah boyong (pulang belajar) dari pondok pesantren dan berstatus alumni, sangat membutuhkan ridhanya kiai.

“Siapapun santri, terlebih alumni, sangat butuh restu dari guru. Keridhaan kiai, itulah yang kita cari. Kita selalu mengharap berkahnya ilmu,” tutur Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang yang juga dosen UIN Walisongo Semarang itu.

Ketua IMAP Jateng KH Sohibul Ulumin Nafi’a mengatakan, antusiasme hadirin karena dimotivasi satu maksud yaitu bisa sungkem kepada para kiai masyayih Pondok Ploso dalam satu tempat dan satu waktu.

“Momen halalbihalal ini memang istimewa. Para alumni bersemangat hadir. Sebab bisa sungkem, kepada para kiai, bu nyai, dan keluarga pengasuh pondok Ploso dalam satu waktu dan tempat. Sungguh nikmat,” kata kiai asal Pekalongan yang akrab dipanggil Gus Sohib itu.

Izzzuddin menjelaskan halalbihalal tersebut kali pertama diadakan. Pihaknya merasa puas acara berlangsung sukses dengan bukti membludaknya hadirin hingga 2.800 orang.

“Alhamdulillah, halalbihalal pertama IMAP di Semarang sukses. Meriah. Dihadiri para alumni yang tinggal di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Ini akan jadi model halalbihalal IMAP se-Indonesia,” kata kiai pengasuh Pesantren Life Skill Darunnajah di Ngaliyan, Semarang itu.

Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Sodaqoh memberi sambutan singkat dan memimpin doa. Adapun Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail memberi sambutan mewakili Badan Pengelola MAJT. Ada pula sambutan dari Ketua IMAP Pusat KH Agus Karim, dan pesan singkat Gus Kautsar, dilanjut wasiyat singkat Pengasuh Ponpes Ploso KH Nurul Huda Djazuli.

Turut hadir, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori, Wali Kota Semarang Dr H Hendrar Prihadi SE MM,  dan sejumlah tamu undangan. Usai acara, seluruh anggota IMAP maupun sanak familinya bersalaman mencium tangan para kiai dan bu nyai yang duduk di kursi di panggung kehormatan. Karena ribuan orang antre bersalaman, acara sungkeman itupun berlangsung hingga lebih dari dua jam. ***

You Might Also Like

Antisipasi Dini Arus Mudik Lebaran
Simak Salah Satu Acara Rabu Wekasan, Jika Ragu Jangan Lakukan
Doa Mohon Dijadikan Manusia yang Bersyukur dan Rendah Hati, Begini Doanya
Oh Ini Tho Asal Mula Kalimat Halal Bi Halal
8 Tanda Kamu Lebih Cantik dari yang Kamu Kira!
TAGGED:alumninyadong berkahpondok PlosoSantri
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gelar Ngopi Bareng sambil Diskusi, Ini yang Dilakukan PKKP Disporapar Jateng Kolaborasi dengan IPDA Indonesia
Next Article Yafikhi Semarang Jalin Tali Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat dan Lingkungan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?