Kajian Kitab Kuning Optimalkan Dakwah Wasathiyah melalui Radio

Sekretaris Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, Drs KH Muhyiddin MAg
OPINIJATENG.COM – Kajian Kitab Kuning sebagai bentuk optimalisasi dakwah Wasathiyah melalui radio segera ditayangkan.
Kegiatan ini diadakan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sebagai penanggung jawab Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) Radio Dakwah Islam (Dais) di frekuensi 107.9 FM.
Kajian kitab kuning ini sebagai terobosan baru menjawab tantangan broadcasting digital yang sekarang sedang trend.
BACA JUGA: Manasik Haji Berbasis Lantai, Terobosan Bimbingan Layanan Haji 1443 H 2022 M
Menurut Sekretaris Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, Drs KH Muhyiddin, M.Ag didampingi Koordinator Pengembangan Radio Dais FM, H Isdiyanto, S.IP, Kajian Kitab Kuning bertujuan meningkatkan kompetensi para penyiar radio Dais.
“Kami serius merespons tantangan yang dihadapi di era broadcating digital saat ini,” jelas Kiai Muhyiddin.
Langkah yang ditempuh, lanjut dia, adalah mengembangkan Radio Dais baik dari sisi kelembagaan, sumberdaya manusia hingga program siaran guna memenuhi tuntutan pendengar yang jumlahnya semakin banyak dan semakin dinamis.
“Terobosan yang kami tempuh, antara lain menjalin kerja sama relay siaran bersama, memaksimalkan siaran streaming melalui di link YouTube agar mendunia serta meningkatkan kompetensi penyiar melalui pelatihan agar lebih profesional dalam bersiaran, termasuk mempertajam siaran on air dialog interaktif kajian Kitab Kuning,” katanya, Kamis 30 Juni 2022.
Kiai Muhyidin mengurai, dari aspek kelembagaan, MAJT telah menggandeng Unwahas, pemilik Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) PT Radio Kharisma Insan Dinamik Semarang, dengan nama udara Radio Gaul, di frekuensi 87.8 FM Semarang.
Kerja sama yang disepakati berupa relay siaran bersama, yang penandatanganan kerjasamanya akan dilaksanakan Sabtu, 16 Juli 2022, pagi, di Kampus Unwahas.
BACA JUGA: Ganjar Doakan Jokowi dan Dapatkan Solusi dari Kunjungan ke Ukraina-Rusia
Rencana, penandatanganan akan dilaksanakan antara Ketua Yayasan Wahid Hasyim, Prof Dr KH Noor Achmad, MA dan pimpinan PP MAJT, Prof Dr Ir H Edi Noersasongko, M.Kom.
Selanjutnya, sore harinya, keduanya akan menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang disiarkan kedua radio bertema, Urgensi Pendekatan Kitab Kuning untuk Optimalkan Dakwah Wasathiyah melalui Radio.
Disinggung rencana pelatihan penyiar, Kiai Muhyiddin menjelaskan, akan dilaksanakan Sabtu, 2 Juli 2022, pagi hingga sore, di Ruang Rapat Khusus MAJT, jumlah peserta 15 orang.
Adapun narasumber terdiri, Wakil Ketua PP MAJT, KH Hanief Ismail, Lc, topiknya Radio Dais, Pengemban Dakwah Wasathiyah Masjid Agung Jawa Tengah.
Kemudian Heri Pamungkas MIkom, Direktur Operasional TVKU sekaligus Dosen Komunikasi Udinus, menyampaikan topik, Kiat dan Teknik Penyiar dalam Berkomunikasi dengan Narasumber dan Pendengar.
Sementara Choirul Ulil Albab, MI.kom, Presenter TVRI Jawa Tengah sekaligus Dosen Komunikasi Udinus dengan topik, Kiat dan Teknik Penyiar dalam Mengembangkan Materi Wawancara.
Koordinator Pengembangan Radio Dais MAJT, H Isdiyanto Isman menambahkan, Kajian Kitab Kuning merupakan program siaran andalan Radio Dais.
Bahkan menjadi ciri khas Radio Dais yang sangat populer di kalangan pendengar.
Siaran, bab Kitab Kuning ini belum dijumpai di radio lain.
Karena sebagai maskot, maka penyiar harus mampu mengembangkan materi secara baik.
Kitab Kuning yang selama ini dikenal akrab di lingkungan pesantren.
Kitab ini termasuk sulit dipelajari oleh awam, apalagi hanya sekadar didengar.
Maka di Radio Dais harus menjadi kajian yang mudah dipahami pendengar.
Oleh karenanya memerlukan kemampuan prima dari penyiar yang berfungsi sebagai presenter.
Apalagi narasumbernya para ulama yang menguasai berbagai kitab kuning, seperti Kiai Dzikron Abdullah, Pengasuh Pesantren Addanuriyah, Sendangguwo, Semarang. Ada juga Kiai Hadlor Ikhsan, Pengasuh Pesantren Al-Islah, Mangkang Kulon, Semarang. Termasuk, juga Kiai Harus Shodaqoh, Pengasuh Pesantren Al-Itqon, Bugen, Semarang dan lainnya.
“Oleh karenanya, dalam upaya meningkatkan kualitas program siaran Dialog Interaktif Kajian Kitab Kuning, PP MAJT memandang urgen dilakukan pelatihan bagi para penyiar Radio Dais, agar lebih profesional dalam memandu program siaran tersebut,” jelasnya.***
