Bedah Buku “Mencari Indonesia 4” Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Mengenang Jasa Pahlawan dan Memantik Literasi Pengunjung

Bedah buku tersebut dari Raden Saleh Sampai Ayu Utami” karangan Dr. Riwanto Tirtosudarmo, MA.
OPINIJATENG.COM – Tim mahasiswa Kelompok Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus (KKN MMK) UIN Walisongo Semarang Kelompok 34 berkolaborasi dengan Dinas Kesenian Kota Magelang menyelenggarakan acara Bedah Buku “Mencari Indonesia 4.
Bedah buku tersebut dari Raden Saleh Sampai Ayu Utami” karangan Dr. Riwanto Tirtosudarmo, MA. Kegiatan tersebut digelar di halaman Musium BPK RI Kota Magelang, Rabu 20 Juli 2022.
Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan cinta tanah air yang selama ini mulai terkikis.
BACA JUGA: Terimakasih Pak Ganjar: 54 WNI Korban Penyekapan di Kamboja Berhasil Dibebaskan
Buku “Mencari Indonesia 4: Dari Raden Saleh Sampai Ayu Utami” adalah sebuah buku karangan Dr. Riwanto Tirtosudarmo, MA. atau yang akrab disapa Pak Ri.
Buku Mencari Indonesia 4 merupakan seri keempat dari “Mencari Indonesia” karya Pak Ri. Buku ini berisikan sketsa, profil dan biografis tokoh-tokoh cendekiawan Indonesia.
Ada 67 tokoh Indonesia yang biografis dan pandangannya dituangkan dalam buku ini, mulai dari sosok intelektual, akademisi, tokoh sejarah, dan para tokoh penggerak dan penggebrak perubahan sosial dan politik di Indonesia.
Tokoh-tokoh dalam buku ini disusun sesuai abjad, mulai dari yang berinisial A hingga yang terakhir berinisial W. Tokoh Raden Saleh yang menjadi sub-judul dari buku ini adalah satu-satunya tokoh yang berinisial R, sedangkan tokoh Ayu Utami adalah tokoh yang bertempat diurutan ke-13.
Apa yang melatarbelakangi penulis menjadikan Raden Saleh dan Ayu Utami sebgai sub-judul dalam buku ini? Apakah karena masing-masing dari keduanya mewakili masa lampau dan masa sekarang? Ataukah karena keduanya yang merupakan seorang seniman?
Sub-judul dari buku ini sangat menarik dan mengundang perhatian. Namun, selain karena judulnya yang mengundang perhatian, tokoh-tokoh yang dituliskan dalam buku ini pun sangat menarik.
Contohnya tokoh yang berasal dari Papua yaitu, Manuel Kaisiepo. Manuel Kaisiepo adalah tokoh intelektual dari Papua yang terus melakukan pergerakan dan menyuarakan suara Papua yang meminta Negara ini mengakui martabat dan harga diri Papua.
BACA JUGA: Sambut Tahun Baru Muharram dan Harkopnas, Kopmensa Gelar Festival Shofa Marwa
Dengan adanya buku ini kita akan diajak menyelami pemikiran-pemikiran dan pluralitas setiap tokoh mengenai Indonesia dan Keindonesiaan. Mengulas Indonesia dan Keindonesiaan dari generasi yang berbeda. Juga mengulas pemikiran ‘male centris’ yang menyamarkan kesetaraan gender dan menguatkan sistem patriarki di Indonesia.
Diskusi Publik dalam bedah buku yakni “Mencari Indonesia 4: Dari Raden Saleh dan Ayu Utami”, dan juga kupas tuntas eksistensi intelektual dari zaman perang-sekarang.
Terdapat 6 Riviewer dalam bedah buku ini, antara lain : Dr. Riwanto Tirtosudarmo (Penulis), Peter Carey (Sejarawan dan Penulis Inggris), Joash Tapiheru (Dosen Ilmu Politik UGM), Dr. Yetty Setiyaningsih (DLH Kota Magelang), Sutanto Mendut (Budayawan Indonesia), dan Sitras Anjilin (Seniman Senior).
Ma’rifatul Akbar, selaku koordinator desa (kordes) tim KKN MMK kelompok 34 desa Tembelang mengatakan kegiatan bedah buku ini sangat cocok diselenggarakan mengingat jasa-jasa para pahlawan dan pemikiran-pemikirannya yang sangat berpengaruh bagi Indonesia.
Selain hal tersebut dalam bedah buku secara tidak langsung meningkatkan minat baca dan literatur bagi para pengunjung.
Sementara, Muhammad Nafi selaku Ketua DKKM sekaligus ketua Panitia acara Bedah Buku Mencari Indonesia 4 mengatakan bedah buku ini sangat bergunan nantinya baik untuk mengenang dan mengetahui jasa para tokoh-tokoh Indonesia, mengambil intisari pemikiran-pemikiran yang sangat berjasa bagi Indonesia, dan juga sebagai pemantik anak muda agar memperbanyak literatur bacaan.
Pembahas utama Prof. Peter Carey yang merupakan sejarawan yang berkebangsaan Inggris yang sangat tekun mempelajari sejarah Jawa dari zaman perang sampai dengan sekarang.
Prof. Carey mengatakan dalam buku ini terdapat 67 tokoh Indonesia yang dibahas, dan rata-rata tokoh tersebut mempunyai intregritas yang sangat tinggi terutama Pangeran Diponegoro dan Raden Saleh.
BACA JUGA: Berbaur dengan Warga, Ganjar Ikut Meriahkan Festival Cheng Ho 2022
Benang merah bagi buku ini adalah bahwa pertama kemajemukan dari orang yang hadir mulai dari Raden Saleh dan Ayu Utama yang merupakan seorang seniman.
Kedua tokoh tersebut menjadi icon tokoh pahlawan dan juga seorang seniman yang menjaga kelestarian budaya yang ada di Indonesia.
Prof. Carey menambahkan bahwa buku ini sangat bagus sekali untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air Indonesia yang beraneka ragam kebudayaan dan menumbuhkan sikap atau pemikiran yang mencerminkan dari para tokoh-tokoh yang ada dalam buku ini, terangnya.***
