Naiknya Harga Beras Picu Inflasi Jawa Tengah Bulan Desember 2022

Beras salah satu komoditi yang mengalami kenaikan di bulan Desember 2022.
OPINIJATENG – Naiknya harga beras ternyata memicu inflasi yang terjadi di Jawa Tengah bulan Desember 2022.
Beras salah satu komoditi yang mengalami kenaikan di bulan Desember 2022.
Namun masih banyak komoditi yang menjadi penyebab lajunya inflasi di penghujung tahun 2022 ini.
BACA JUGA: Jadilah Santri Milenial, Pimred Portal Pekalongan Ali Arifin: Santri harus Punya Life Skill
Berdasarkan data gabungan enam kota IHK di Jawa Tengah mengalami Inflasi sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,34.
“Dari enam kota tersebut tak ada satupun yang mengalami deflasi,” jelas Tri Karjono, Statitisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng kepada Tim Redaksi Portal Pekalongan yang mengunjungi Kantor BPS Jateng Jl Pahlawan, Senin, 2 Januari 2023.
Seperti yang dilansir OPINIJATENG, Ali Arifin mendapat penjelasan banyak hal terkait cakupan kinerja, kinerja, dan out put BPS Jateng.
Berikut keterangan Tri Karjono tentang urutan enam kota dengan harga indeks Konsumen yang mengalami inflasi:
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 0,61 persen.
Di bawah ini urut-urutannya:
Inflasi Kota Tegal sebesar 0,61 persen.
Inflasi Kota Cilacap sebesar 0,59 persen
Inflasi Kota Purwokerto sebesar 0,49 persen
Inflasi Kota Surakarta sebesar 0,46 persen
Inflasi Kota Semarang sebesar 0,45 persen
Inflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,40 persen.
Kelompok Pengeluaran
Pada kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,52 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang menghambat laju inflasi yang ditandai dengan penurunan indeks terjadi pada kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar – 0,02 persen.
Untuk kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks (relatif stabil).
Pada sisi komoditas, penyebab utama inflasi Desember 2022 adalah kenaikan harga beras, telur ayam ras, emas perhiasan, minyak goreng, dan daging ayam ras.
Sedangkan penghambat utama inflasi bulan Desember adalah penurunan harga angkutan udara, bayam, jeruk, kangkung, dan kacang panjang.
Inflasi Tahunan
Perekonomian global yang terguncang di tahun ini membuat tertahannya pertumbuhan ekonomi dan memberi tekanan pada inflasi.
Di Amerika, Inggris, Jerman dan beberapa negara lain terjadi inflasi yang jauh lebih tinggi dibanding 2021.
Sementara di dalam negeri sendiri beberapa momen menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga beberapa komoditas.
Dimulai bulan Januari dimana terjadi kelangkaan minyak goreng dan kebijakan penetapan satu harga.
BACA JUGA: Rahasia Waktu Subuh, Gus Baha: Banyak Malaikat Mengamini Doa
Bulan April terjadi kenaikan harga avtur yang mengakibatkan kenaikan tarif angkutan udara.
Bulan Mei oleh permintaan barang yang cukup tinggi akibat puasa dan lebaran.
Bulan Juni terjadi anomali cuaca yang mengakibatkan gagal panen terutama produk hortikultura seperti cabai.
Dan terakhir bulan September dengan penyesuaian harga BBM.
Di Jawa Tengah, inflasi kalender selama tahun 2022 dan inflasi tahun ke tahun pada bulan Desember ini sebesar 5,63 persen.
Jauh lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 1,70 persen.
Laju Inflasi ini merupakan yang tertinggi selama delapan tahun terakhir.
Dalam kurun waktu tersebut perkembangan harga-harga kebutuhan di Jawa Tengah relatif lebih stabil dimana hanya terjadi inflasi pada kisaran 1,56 persen hingga 3,71 persen.
Inflasi tahun 2022 utamanya dipicu oleh kenaikan harga BBM pada bulan September yang lalu.
Dimana BBM ini memberi andil inflasi sebesar 1,49 persen, disusul beras 0,34 persen, rokok dan telur ayam masing-masing sebesar 0,24 persen dan 0,14 persen.
Demikian informasi terkini naiknya harga beras picu inflasi Jawa Tengah bulan Desember 2022.***
