By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Lulus 100 persen, 90 Peserta Sertifikasi Haji Siap Membimbing Haji dengan Profesional
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Lulus 100 persen, 90 Peserta Sertifikasi Haji Siap Membimbing Haji dengan Profesional

Dwi Widiyastuti
Last updated: 23 Maret 2023 14:07 14:07
By Dwi Widiyastuti
6 Min Read
Share
Informasi lulus 100 persen, 90 peserta sertifikasi haji siap membimbing haji dengan profesional
SHARE

OPINI JATENG  – Lulus 100 persen peserta Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan XII tahun 2023. Sebanyak 90 peserta dinyatakan siap membimbing haji dengan profesional.

Kegiatan yang digelar oleh oleh Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Tengah telah berakhir, Selas 21 Maret 2023 sore hari.

Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional ini resmi ditutup oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Ilyas Supena, MA.

BACA JUGA: Makna Puasa Membentuk Kualitas Diri

90 orang peserta dinyatakan lulus 100 persen. Artinya semua yang mengikuti Sertifikasi Manasik Haji Profesional sudah dianggap kompeten untuk menjalankan tugas.

Kompetensi ilmu yang dimiliki sudah mumpuni dengan adanya pelatihan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional. Dan berhak membimbing para jemaah haji nantinya.

Peserta yang telah lulus dibagi menjadi beberapa kategori. Sebanyak 3 orang lulus dengan predikat sangat memuaskan, 60 orang lulus dengan predikat memuaskan, kemudian 27 orang lulus dengan predikat baik.

Peserta sertifikasi dengan nilai terbaik atau tertinggi dan sekaligus mendapatkan predikat sangat memuaskan adalah Dr H Nur Zaidi Salim, SAg, MSi dari Kabupaten Boyolali.

Pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan XII tahun 2023 ini digelar PW IPHI Jateng bekerja sama dengan Ditjen PHU Kemenag dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, digelar di Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah, mulai Selasa (14/3/2023).

Jumlah pesarta sebanyak 90 orang, dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Jakarta dan Padang.

Saat ini, sertifikat sebagai pembimbing manasik haji profesional dibutuhkan sebagai salah satu syarat menjadi tim petugas pembimbang ibadah haji (TPIH) atau tim petugas haji daerah (TPHD) tahun 2023. Hal itu sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dan pembimbingan manasik haji untuk jemaah haji Indonesia, agar bisa menjalakan sesuatu syariat Islam.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Ilyas Supena, MA. mengapresiasi para peserta yang telah dengan sungguh-sungguh mengikuti semua kegiatan yang dijadwalkan. Setiap hari kegiatan dimulai waktu subuh pagi hari hingga pukul 22.30 malam.

Kegiatan sertifikasi tidak hanya sekedar untuk mendapatkan sertifikat pembimbing manasik haji professional saja, namun sebagai salah satu kegiatan yang memiliki arti mendalam di hati peserta yang sulit terlupakan pada saat-saat mendatang.

“Sertifikasi ini memiliki arti yang khusus. Sertifikat yang didapatkan dari kegiatan ini menjadi simbol kompetensi bapak dan ibu sebagai pembimbing manasik haji profesional. Sekarang ini, bapak ibu semua sudah benar-benar menjadi pembimbing manasik haji professional, karena lulus semua,” kata Prof Ilyas yang juga mejadi asesor dalam kegiatan ini.

BACA JUGA: Prof Ahmad Rofiq: Perbanyak Lafadz Allahumma Innaka ‘Afuwwun di Bulan Ramadhan Dosa Berguguran

Prof Ilyas mengatakan tidak semua peserta sertifikasi manasik haji profesional Angkatan XII tahun 2023 ini akan langsung menjadi petugas pembimbing haji di tahun 2023 ini. Harapannya juga bisa menjad petugas haji di tahun-tahun berikutnya. Namun yang lebih penting, semua yang didapatkan dari kegiatan ini tetap ada manfaatnya.

“Harapannya tidak berhenti disini saja. Kegiatan in harus ada manfaat untuk umat. Tidak hanya untuk membimbing para calon haji saja, namun juga untuk umat Islam pada umumnya, diantaranya membina Jemaah haji sepulangnya dari tanah suci agar menjadi haji mabrur,” kata dia.

Sementara itu, Dr H Najahan Musyafak MA selaku Sekretaris PW IPHI Jateng mewakil ketua IPHI Jateng Prof Dr KH Imam Taufiq MA mengaku Bahagia karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir. Apalagi semua peserta sebanyak 90 orang juga dinyatakan lulus semua.

“Alhamdulillah kegiatanini telah berjalan dengan lancar. Panitia meminta maaf atas segela kekurangan dan kesalahan dalam pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji angkaan ke XII ini. Sekaligus juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenag, UIN Walisongo dan peserta semua,” kata Najahan yang juga menjadi asesor dalam kegiatan ini.

Najahan mengatakan, IPHI sebagai salah satu organisasi kemasyarakat keagamaan yang beranggotakan semua umat Islam yang sudah pernah melakukan ibadah haji merasa perlu menyelenggarakan program sertifikasi ini.

Selain mendukung program pemerintah yakni mencetak pembimbing manasik haji professional untuk mendampingi jemaah haji di tanah suci, sekaligus mencetak pembimbing yang bisa bisa semua haji sepulang dari tanah suci. Karena IPHI adalah organisasi beranggotakan umat Islam yang sudah haji.

“Peserta kegiatan ini semua sudah pernah beribadah ke tanah suci, baik berhaji atau berumah. Harapan IPHI, bapak ibu tidak hanya mendampingi umat sebelum dan saat berada beribadah di tanah suci saja, namun juga bisa mendampingi setelah Kembali ke tanah air. Karena motto IPHI itu haji mambrur sepanjang hayat,” terang Najahan.

Sementara, Drs KH M Dawamudin, MAg dalam sambutannya mewakili peserta sertifikasi menyampaikan terima kasih kepada asesor, asesor, panitia, fasilitator kegiatan sertifikasi dan sekaligus meminta maaf atas segala kesalahan semua peserta.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kita mendapatkan banyak ilmu dengan sanad guru yang jelas, yaitu dari nara sumber dan asesor yang ada di acara ini. Mereka adalah guru-guru kita semua,” kata peserta asal Kebumen ini.

Selanjutnya, tambah Kiai Dawam, dirinya dan peserta meminta doa restu kepada semua guru-guru yang ada, semoga ilmu yang di dapat ini bermanfaat dunia akhirat.

“Kata Mbah Maemun Zubair, seorang guru jangan suudzon kepada muridnya. Siapa tahu, kelak (para murid) menjadi penyebab masuknya (guru) ke surga. Jadi doakan kami semuanya ilmu kami bermanfaat,” pungkasnya.

Demikian informasi lulus 100 persen, 90 peserta sertifikasi haji siap membimbing haji dengan profesional.***

 

You Might Also Like

Warga Desa Sawal Banjarnegara Persembahkan Ini untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
14 Desa Gelar Pilkades Serentak Hari Ini, di Kutayasa, Kandidatnya Kakak-Beradik
Ziarah ke Makam Wartawan Senior, Agenda Peringatan HPN 2022
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Puncak HPN PWI Jateng Adakan Khataman Qur’an, Bentuk Kepribadian Wartawan yang Unggul
TAGGED:HajiIPHIpembmbingprofesionalSertifikasi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Makna Puasa Membentuk Kualitas Diri
Next Article Prof Ahmad Rofiq: Puasa dan Uji Kejujuran, Singkirkan Topeng Duniawi, Flexing, Hedonis, Dll
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Permukiman desa tradisional dengan rumah beratap rumbia, pepohonan tropis, sawah hijau, dan aliran air.
Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan
Jateng Khazanah
Ilustrasi seekor kancil, kerbau, dan buaya dalam cerita anak berlatar hutan hijau dan sungai.
Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Si Kancil Bisa Jadi Pintu Masuk Anak Mengenal Budaya Nusantara
Jateng Khazanah
Naskah kuno terbuka dengan tulisan tangan tradisional dan ornamen berwarna emas, merah, serta biru.
Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali
Jateng Khazanah
Ilustrasi prosesi pemotongan rambut anak dalam upacara tradisi ruwatan rambut gimbal dengan pakaian adat Jawa.
Bukan Sekadar Potong Rambut, Ruwatan Anak Gimbal Dieng Menyimpan Pesan tentang Identitas dan Kearifan Lokal
Jateng Khazanah
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?