17 April 2026 17:19

Prof Ahmad Rofiq: Idul Kurban Pendidikan Kedermawanan, Masjid Al-Iman Ngaliyan Sembelih 7 Sapi dan 25 Kambing

0

Oleh Ahmad Rofiq

OPINI JATENG – Ibadah kurban akan dicatat sebagai pendidikan kedermawanan yang secara langsung tertanam dalam hati sanubari dan pikiran seorang hamba. Allah SWT mengajarkan kepatuhan dan keikhlasan atas perintah Sang Khalik sekaligus hamba diajarkan untuk ikhlas berkurban dan menjadi seorang dermawan.

Karena 75 persen daging hewan kurban itu dibagikan kepada masyarakat yang berhak (fakir miskin, dsb). Adapun 25 persen daging hewan kurban itu adalah hak orang yang berkurban.

Tak hanya itu, Idul Kurban adalah sarana untuk syair Islam. Misalnya, pada malam Idul Adha 1444 H, Takmir Masjid Al-Iman menggelar pawai takbir keliling anak-anak TPQ dan Calon Generasi pecinta Masjid di kawasan RW 06.

BACA JUGA:Purwaceng, Viagra dari Jawa Peningkat Gairah Pasutri dari Dieng

Ini dimaksudkan untuk menanamkan semangat dan spirit dan ghirah keagamaan anak-anak, agar kelak mereka menjadi pejuang masjid yang hati mereka terpatri (mu’allaqun qulubuhum bi l-masajid) dan cinta berjamaah di masjid.

Ada perkembangan sangat signifikan kesadaran berkurban warga RW 06 Ngaliyan yang digelar oleh Pengurus Takmir Masjid Al-Iman Jl Karonsih Selatan Raya. Masjid yang ketua takmirnya Dr H Ahmad Ismail MPd, pada Idul Adha 1444 H 2023 M ini menyembelih 7 ekor sapi dan 25 ekor kambing.

Masjid Al Iman Ngaliyan Kurban 7 Sapi dan 25 Kambing

Penyembelihan dilaksanakan di halaman samping kanan masjid, mengundang juleha (juru sembelih halal) dari Magelang dan rombongan sebanyak 11 orang.

Penasihat Pengurus Takmir Prof Dr Ahmad Rofiq MA, Dr KH Muhammad Nafis MA, dan Saino. Bertindak sebagai Imam Shalat Idul Adha adalah Dr Nasikhun MAg, Ketua Program S2 IAI Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.

BACA JUGA:Di Hari Tasyrik Jangan Lupa Amalkan 3 Kegiatan Ini, Ini Penjelasannya…

Sebagai masjid yang berada di wilayah RW 06 Karonsih Selatan Ngaliyan, tentu dapat menyembelih 7 ekor sapi dan 25 ekor kambing, adalah perkembangan indikator ketaqwaan yang wajib diapresiasi dan disyukuri.

Pada tahun 2022, sudah menyembelih 6 (enam) ekor sapi dan 22 (duapuluh dua) ekor kambing. Pelaksanaan penyembelihan dan penidstribusian di seluruh warga RW 06 baru selesai hingga sore menjelang maghrib.

Mekanisme pendistribusiannya, pertama adalah para mudhakhkhir (yang berkorban) dan seluruh warga RW melalui koordinasi ketua RT masing-masing untuk mendistribusikan daging dari panitia, dan dicheck validitas seluruh warga menerimanya dengan baik.

Potensi Kedermawanan dan Kebersamaan

Panitia dan pengurus takmir, merasa bersyukur karena dari data tersebut, menunjukkan bahwa sesungguhnya warga RW 06 memiliki karakter dermawan dan selalu menjaga kebersamaan. Karena itu potensi tersebut musti diuri-uri, dijaga, dan dirawat bersama.

BACA JUGA:MAJT Resmikan Agrowisata, Kurma dan Melon Komiditi yang Dikembangkan

Dalam berbagai event kegiatan keagamana, baik melalui khutbah Jumat maupun pengajian Ahad Bakda Shubuh, saya yang diamanati sebagai penasehat, menjelang pelaksanaan Idul Adha selalu meningatkan betapa bernilainya ibadah kurban sebagai wujud nyata dari ibadah ritual seperti shalat dan puasa. Rasulullah saw mengingatkan:
“Barangsiapa memiliki kelonggaran atau kemampuan dan tidak berkurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami” (Riwayat Ibnu Majah).

Hadits tersebut dapat difahami, bahwa seakan-akan orang yang shalat menjadi tidak berdampak atau tidak berarti bagi pelakunya, manakala ia tidak memiliki kesadaran untuk melaksanakan ibadah kurban, yakni menyembelih setidaknya seekor kambing untuk satu orang dan seekor sapi/unta untuk tujuh orang. Rasulullah saw sendiri lebih memilih berkurban dengan hewan kambing.

Sebagai ibadah yang merupakan persembahan dari totalitas ketaqwaan kepada Allah, sebagaimana totalitas kepasrahan yang dijalani oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, maka kemudian Allah menggantikan dengan seekor domba besar (bidzibhin ‘adhim). Lebih dari itu, Allah menegaskan bahwa “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin” (QS. Al-Hajj (22): 37).

BACA JUGA:Ironi Bus Listrik di Dua Kota Bakal Mangkrak, Alasannya Anggaran lagi Anggaran lagi

Pada hakikatnya, anugrah dan kenikmatan yang Allah Ta’ala limpahkan kepada kita sangat-sangat banyak. Yang pasti kita tidak akan mampu menghitungnya. Dalam konteks inilah, kita perlu dan wajib terus bersyukur dan mensyukuri nikmat Allah yang tak berbatas. Allah juga akan melipatrgandakan balasan dari kedermawanan kita kepada orang lain.

Mengakhiri renungan ini, mari kita cermati secara seksama, pidato Rasulullah saw: “Wahai manusia, tebarkanlah kedamaian dan keselamatan, berilah makan orang yang membutuhkan, jalinlah silaturrahim, dan shalatlah kalian di saat kebanyakan orang pada tidur nyenyak, maka kalian akan masuk surga dengan penuh kedamaian” (Riwayat At-Tirmidzi).

Praktik ibadah kurban yang dilaksanakan oleh para dermawan di lingkungan RW 06 Ngaliyan akan dicatat sebagai pendidikan kedermawanan yang secara langsung tertanam dalam hati sanubari dan fikiran mereka, bahwa kelak saya juga harus berkurban, apalagi panitia telah menyiapkan makan bersama dengan gulai di luar hewan kurban.

Padahal misalnya diambil dari hewan kurban juga diperbolehkan. Allah a’lam bi sh-shawab.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version