22 April 2026 22:00

Rebranding MAJT Semarang agar Jadi Destinasi Wisata Religi Internasional yang Segar dan Alami

0
Sejumlah kiai dan peserta berdiskusi dalam FGD Rebranding Masjid Agung Jawa Tengah 2023 di ruang rapat MAJT Semarang Rabu 9 Agustus 2023

Sejumlah kiai dan peserta berdiskusi dalam FGD Rebranding Masjid Agung Jawa Tengah 2023 di ruang rapat MAJT Semarang Rabu 9 Agustus 2023

OPINIJATENG.COM – Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT Semarang direbranding. Salah satu tujuan rebranding MAJT Semarang, kata Ketua Rebranding MAJT KH Isdianto Isman, agar lebih segar dan alami.

“Dibutuhkan banyak masukan dan gagasan kepada Tim Rebranding MAJT Semarang untuk mencapai tujuan rebranding,” kata Yai Isdi, demikian KH Isdianto Isman akrab disapa.

Tujuan rebranding, lanjut dia, adalah Menuju Destinasi Wisata Religi Internasional.

“Untuk itulah kami butuh masukan dan saran serta ide-ide para Yai, para sesepuh agar tujuan rebranding bisa tercapai.”

BACA JUGA: Gus Baha Bicara tentang Istighna, Hidup Apa? Nafsu Manusia tidak Ada Batasnya

Yai Isdi menambahkan, penyelenggaraan FGD terkait desain penataan ulang kawasan MAJT diperlukan agar jangan sampai melenceng dari sisi arsitektur, master plan maupun dari sisi normatifnya.

“Sehingga memerlukan sejumlah masukan yang akan mewarnai pada perubahan desain yang sudah dipaparkan tadi,” katanya.

Sejumlah kiai hadir sebagai peserta dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rebranding Masjid Agung Jawa Tengah 2023 di ruang rapat MAJT Semarang, Rabu 9 Agustus 2023.

BACA JUGA: LGBT, Pesan Rosulullah SAW dan Kiamat

“Kami menggelar FGD ini sebagai salah satu langkah mendukung Rebranding MAJT Semarang yang kita fokuskan memperindah keberadaan masjid yang sedang diproyeksikan untuk menjadi destinasi internasional yang terkemuka,” katanya.

Dalam rangkaian tata ulang tersebut, beberapa lokasi di sekitar MAJT akan mengalami penyempurnaan fasilitas manasik haji. Rencananya, miniatur shofa, miniatur Jabal Rahmah, miniatur Jamarat Aqobah, Wustho, dan Ula akan diciptakan untuk melengkapi pengalaman spiritual para jamaah.

Sejalan dengan perbaikan ini, pihak pengelola juga berencana memperkuat area MAJT melalui penataan ulang ruang terbuka hijau. Tujuannya adalah untuk menambah keasrian dan kealamiahan lingkungan sekitar, memberikan suasana yang lebih segar dan alami.

BACA JUGA: Iklhas Bersedekah di Bulan-Bulan Haram, Ini Manfaat dan Keutamaannya

Sekretaris MAJT, KH Muhyiddin, menegaskan bahwa prinsip dari rebranding fisik MAJT adalah mempertahankan esensi desain asli. Dengan sentuhan baru, maruah dan kesakralan masjid tetap dijaga dengan sepenuh hati.

Baca Juga: KALENDER JAWA Makna Weton Kamis Pon 10 Agustus 2023, Pasaran, Neptu, Lengkap Menurut Primbon Jawa

“Prinsipnya rebranding MAJT secara fisik tidak mengubah desain awal, tapi hanya memberikan sentuhan baru, sehingga maruah atau kesakralan masjid tetap terjaga,” jelas Sekretaris MAJT KH Muhyiddin, Rabu 9 Agustus 2023.

Dalam FGD Rebranding MAJT, berbagai pandangan berharga diperoleh dari berbagai pakar. Mereka berasal dari internal dan eksternal MAJT, termasuk akademisi terkemuka seperti Ir H Indriastjario, M.Eng dari Undip, konseptor pembaharuan Letle Mecca MAJT, Ir H Soeparno, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam pembangunan awal MAJT, seperti Ir Sigit Krido Haryono, dan lainnya. Pandangan ini menjadi landasan berharga untuk mengarahkan rencana rebranding ini ke arah yang lebih baik.

Menurut Kiai Muhyiddin sebagai destinasi wisata religi bertaraf internasional, pembenahan kawasan MAJT menjadi hal penting yang sarat dengan situs penting dan bersejarah.

BACA JUGA: Worth It! Beli Sayuran Hidroponik di Balatkertrans Jateng di Klampok Banjarnegara

Kiai Muhyiddin menyampaikan salah satu tujuan dilakukan penataan ulang tersebut untuk mewujudkan MAJT dengan sarana dan prasarana peribadatan dan wisata religi yang lebih lengkap dan representatif, indah, nyaman, aman dan menyenangkan serta enak dipandang.

Rebranding diarahkan terhadap situs-situs yang sudah tidak rapi, penambahan kawasan hijau, penanaman berbagai jenis tanaman.

“Diharapkan akan mampu menghadirkan burung-burung agar suasana menjadi tambah asri dan alami, kawasan manasik haji juga akan ditata lebih rapi, rindang, nyaman sebagai litle mecca,” imbuhnya.

Memakmurkan Masjid

Sementara itu salah satu satu sesepuh MAJT, KH Ali Mufiz menekankan terkait semangat dalam memakmurkan masjid serta mampu menarik jamaah lebih banyak lagi.

BACA JUGA: Awas Ada Reuni Akbar Lintas Angkatan SMAN 1 Banjarnegara Smansabara di Alun-Alun Kota

Salah satunya ketika masyarakat datang ke MAJT kemudian melaksanakan sholat di ruang utama MAJT.

“Soal wisata sifatnya mengikuti. Intinya di dakwahnya, bagaimana memakmurkan masjid, meningkatkan jamaah, khususnya bagaimana mendorong jamaah sholat fardu lima waktu agar semakin banyak,” katanya.

Ketua Rebranding MAJT Isdianto Isman menambahkan, penyelenggaraan FGD terkait desain penataan ulang kawasan MAJT diperlukan agar jangan sampai melenceng dari sisi arsitektur, master plan maupun dari sisi normatifnya.

BACA JUGA: Mau Jurusan Kuliah IPA? Banyak Pilihan, Lulusannya Punya Masa Depan

“Sehingga memerlukan sejumlah masukan yang akan mewarnai pada perubahan desain yang sudah dipaparkan tadi,” katanya.

Isdianto pun menyampaikan rasa terimakasih kepada para pakar yang tidak diragukan lagi kompetensi dan kapasitasnya.

“Ini masukan yang luar biasa, tentu pihak MAJT sangat berterima kasih,” katanya.

Diketahui kawasan MAJT dengan wisata religi serta pusat kegiatan islami yang paling kompleks lengkap bertaraf internasional yang tidak ditemui di tempat lain.

BACA JUGA: Ternyata Segini Tarif Pelajar dan Umum Bus Trans Jateng Solo – Wonogiri PP

Di dalamnya terdapat convention hall, office hall, perpustakaan, menara Asmaul Husna, hotel, agro wisata, pasar induk, pusat kuliner, rumah sakit dan mini market, rumah dan toko sebagai pusat souvernir dan kuliner.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version