17 April 2026 19:44

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

OPINIJATENG.COM-Odi adalah siswa yang selalu mendapat nilai buruk di kelasnya. Setiap kali hasil ujian dibagikan, Odi selalu merasa kecewa dan malu karena nilainya yang jelek. Keadaan ini menjadi semakin buruk ketika Nidia mulai mengejeknya.

“Hanya 57? Hahaha, nilaimu selalu jelek Odi,” ejek Nidia sambil tertawa.

“Memang berapa nilaimu, Nidia?” tanya Odi.

“Tentu saja lebih baik dari nilaimu, Odi. Nilai ujianku 89,” jawab Nidia dengan sombong.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Odi hanya terdiam. Ia merasa malu dan mulai memiliki keinginan kuat untuk membuktikan bahwa ia bisa mendapatkan nilai bagus. Namun, jalan untuk meraih nilai bagus tidaklah mudah. Odi memutuskan untuk meminta bantuan dari Rafa, teman baiknya yang pintar dan selalu mendapat nilai bagus.

“Baik, aku akan membuktikan kepada Nidia bahwa aku juga bisa mendapatkan nilai bagus dan menjadi juara kelas. Apakah kamu mau membantuku, Rafa?” tanya Odi.

“Tentu, aku akan membantumu, Odi. Ayo kita belajar bersama,” jawab Rafa dengan semangat.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Sepulang sekolah, Rafa dan Odi selalu belajar bersama di rumah Odi. Rafa membantu Odi belajar pada materi yang belum dipahami oleh Odi. Odi mulai belajar lebih keras dan bertanya setiap kali ada hal yang belum ia pahami.

Pada suatu hari, ketika Odi dan Rafa sedang belajar dengan tekun, Ibu Odi menghampiri mereka.

“Odi, sedang apa, Nak?” tanya Ibu Odi.

“Mulai sekarang, Odi akan lebih giat belajar, Bu. Nilai Odi selalu jelek. Kali ini Odi akan membuktikan bahwa Odi bisa mendapat nilai baik dan menjadi juara kelas,” jawab Odi dengan antusias.

“Terus semangat belajar ya, Nak. Ibu yakin Odi bisa!” ujar Ibu Odi memberi semangat.

“Terima kasih Rafa karena sudah membantu Odi belajar,” Ujar Ibu.

“Sama-sama, Bu. Menjadi teman memang harus saling tolong menolong,” jawab Rafa.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Keesokan hari di kelas, tepat jam istirahat, Nidia menghampiri Odi yang sedang membaca buku.

“Kau serius belajar setiap hari, Odi? Apakah kau benar-benar bisa mengalahkanku?” ujar Nidia.

“Ya, aku serius. Kamu akan melihat hasilnya nanti,” jawab Odi.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Ketika hari ujian semakin dekat, Odi merasa takut dan tidak percayai. Ia berusaha untuk tetap fokus. Pada malam hari sebelum ujian, Odi menangis pada ibunya. Ia takut jika nilai ujiannya jelek.

“Ibu, aku takut besok tidak bisa mengerjakan soal ujian dan mendapatkan nilai yang jelek,” ucap Odi.

“Odi, kamu sudah berusaha dengan keras jika memang hasil ujian tidak sesuai dengan harapanmu tidak apa-apa Odi karena kamu sudah memberikan yang terbaik,” kata Ibu.

Semangat yang diberikan Ibu Odi berhasil menghilangkan rasa takut Odi. Ia belajar lebih giat dan memastikan bahwa ia memahami semua materi yang akan diujikan.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Hari ujian pun tiba. Odi mengerjakan soal dengan penuh konsentrasi, mengingat semua yang telah dipelajarinya bersama Rafa. Saat hasil ujian diumumkan, jantung Odi berdegup kencang. Ketika namanya disebut sebagai juara kelas, Odi hampir tidak percaya.

“Selamat, Odi. Kamu berhasil membuktikan bahwa kamu bisa!” kata Rafa dengan bangga.

“Terima kasih, Rafa. Kamu sudah membantuku untuk belajar,” kata Odi.

Odi tersenyum lebar dan merasa sangat bahagia. Ia merasa semua usaha dan kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Nidia, yang sebelumnya sering mengejeknya mendekati Odi dengan perasaan malu dan meminta maaf.

“Odi, maafkan aku yang selalu mengejekmu. Nilaimu sangat bagus, Odi. Selamat ya,” ucap Nidia.

“Terima kasih, Nidia. Tidak apa-apa. Aku harap kita bisa saling mendukung satu sama lain mulai sekarang,” jawab Odi.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Perasaan bangga dan bahagia meluap dalam diri Odi. Semua ejekan dan keraguan yang pernah ia terima terhapus oleh pencapaiannya.

Ilustrasi Odi Sang Juara Kelas/Design by canva

Perjalanan Odi untuk meraih prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-temannya di kelas. Mereka belajar bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin. Konflik dan ejekan yang pernah dihadapi Odi kini menjadi kenangan yang menguatkan dirinya untuk terus berjuang di masa depan.***

*) Ditulis oleh Fiscania Dwi Susanti, Aulia Elvina, Fira Ayundasari, Nadia Putri Emilia, mahasiswa S1 PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version