Arti Persahabatan
Ilustrasi Arti Persahabatan/Design by canva
OPINIJATENG.COM-Di sebuah desa yang bernama Desa Wishkas, hiduplah tiga orang anak yang bernama Ucil, Oki dan Dul. Sejak kecil, mereka selalu bermain bersama.

Pada suatu hari, mereka bermain bersama di taman.
“Ayo, Dul dan Oki mari kita bermain petak umpet!” ucap Ucil.
“Baiklah, ayo!” jawab Oki.
“Kalau begitu mari kita suit terlebih dahulu,” sahut Dul.
Keesokan harinya, Oki dan Dul bermain bersama seperti biasanya. Namun, Ucil tidak datang untuk bermain. Tidak lama kemudian, Oki dan Dul melihat Ucil sedang bermain dengan teman barunya yang tidak dikenali oleh mereka berdua.
“Hei, Oki, lihatlah. Bukankah itu Ucil?” bisik Dul kepada Oki.
“Oh iya! Tapi dengan siapakah dia?” sahut Oki.
Tidak lama setelahnya, Oki menyapa Ucil yang sedang asyik bermain dengan teman barunya. “Hei Ucil! Kemarilah!” sapa Oki.
“Ada apa?” jawab Ucil dengan sinis.
“Kau sedang bermain dengan siapa Ucil?” tanya Dul.
“Halo, perkenalkan aku Chiro. Salam kenal, ya, teman-teman!” sahut Chiro dengan ramah.
“Hai, Chiro salam kenal juga! Mari kita bermain bersama, yuk!” balas Oki.
“Nggak ah, aku hanya ingin bermain dengan Chiro karena aku bosan bermain dengan kalian. Apalagi, Chiro lebih punya banyak mainan dibanding kalian!” ucap Ucil dengan sombong.
Oki dan Dul sangat terkejut dengan perkataan Ucil.
“Mengapa kau berkata seperti itu Ucil? Apakah aku dan Oki melakukan kesalahan kepadamu?” tanya Dul.
“Sudahlah, aku hanya ingin bermain dengan Chiro saat ini!” jawab Ucil singkat.
“Baiklah, aku dan Dul pergi saja, memang kau bukan teman yang baik!” jawab Oki dengan kecewa.
Satu minggu kemudian. Chiro merasa bersalah atas perlakuan Ucil kepada kedua teman lamanya. Chiro pun menasehati Ucil agar kembali berteman dengan Oki dan Dul.
“Bolehkah aku berbicara kepadamu?” tanya Chiro.
“Boleh! Ingin mengatakan hal apa kepadaku?” jawab Ucil.
“Hal yang kau katakan kepada Dul dan Oki kala itu tidak baik. Seharusnya janganlah kau membeda-bedakan teman dan melupakan teman lamamu,” nasihat Chiro.
“Sudahlah terserah aku ingin berteman dengan siapa saja. Kau tidak perlu menasehatiku!” jawab Ucil dan langsung meninggalkan Chiro begitu saja.
Keesokan harinya di pagi hari yang cerah, Ucil sedang berjalan menuju taman. Tanpa disengaja, Ucil melihat Oki, Dul dan Chiro bermain bersama di depan halaman rumah Dul.
Melihat hal tersebut, Ucil menyadari bahwa sikapnya selama ini sangat tidak baik kepada teman-temannya. Ucil bergegas menghampiri teman-temannya dan meminta maaf atas perbuatannya.
“Teman teman, maafkan kesalahanku selama ini terhadap kalian. Aku sangat menyesalinya.” ucap Ucil.
“Baiklah Ucil, jangan kau ulangi lagi perbuatanmu itu!” jawab Dul.
“Jadikanlah hal ini sebagai pelajaran untuk kita semua agar tidak membeda-bedakan teman dan tidak melupakan teman lama” sahut Oki.
“Nah, betul itu. Dari permasalahan kemarin kita sebaiknya tidak berbuat sombong dan selalu menjaga kerukunan antar manusia. Semoga kita dapat berteman baik selamanya” tutur Chiro.
“Terima kasih teman-teman, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mari kita bermain bersama!” jawab Ucil.
“Ayoooo!” jawab Chiro, Oki, dan Dul dengan semangat serta riang gembira.
Keesokan harinya di pagi hari yang cerah, Ucil sedang berjalan menuju taman. Tanpa disengaja, Ucil melihat Oki, Dul dan Chiro bermain bersama di depan halaman rumah Dul.
Melihat hal tersebut, Ucil menyadari bahwa sikapnya selama ini sangat tidak baik kepada teman-temannya. Ucil bergegas menghampiri teman-temannya dan meminta maaf atas perbuatannya.
“Teman teman, maafkan kesalahanku selama ini terhadap kalian. Aku sangat menyesalinya.” ucap Ucil.
“Baiklah Ucil, jangan kau ulangi lagi perbuatanmu itu!” jawab Dul.
“Jadikanlah hal ini sebagai pelajaran untuk kita semua agar tidak membeda-bedakan teman dan tidak melupakan teman lama” sahut Oki.
“Nah, betul itu. Dari permasalahan kemarin kita sebaiknya tidak berbuat sombong dan selalu menjaga kerukunan antar manusia. Semoga kita dapat berteman baik selamanya” tutur Chiro.
“Terima kasih teman-teman, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mari kita bermain bersama!” jawab Ucil.
“Ayoooo!” jawab Chiro, Oki, dan Dul dengan semangat serta riang gembira.
Dari cerita ini kita dapat mengambil pembelajaran bahwa yang telah dilakukan Ucil terhadap teman-temannya adalah hal yang tidak baik. Memilih-milih teman disebabkan kekayaan adalah hal yang tercela. Selain itu, jika memiliki teman baru sebaiknya janganlah melupakan teman lama, berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan, selalu menjaga kerukunan antar sesama, serta tidak bersikap sombong.***
*) Ditulis oleh Salma Ayu Dewi, Noer Rohma Afifa P., Puput Tri Hardiyanti, Anis Rosiatul Chusna, Syarifatul Ula, mahasiswa S1 PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya