21 April 2026 16:00

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/ Canva

OPINIJATENG.COM-Di sebuah pedesaan, tinggallah keluarga yang sederhana. Hiduplah  kakak beradik yang bernama Ruhi dan Ruha. Mereka sangat rukun dan suka membantu kedua orang tuanya. Mereka juga anak yang disiplin waktu dan hal apapun yang berkaitan dengan keseharian.

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/Canva

Keesokan harinya, mereka berangkat ke sekolah. Mereka dengan fokus memperhatikan pelajaran. Guru pun memberikan PR untuk murid-muridnya.

Ruhi berkata “Ruha jangan lupa PR yang diberi Bu Guru.”

“Baiklah kak,” jawab Ruha.

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/Canva

Tiba waktunya pulang. Mereka pun pulang dengan gembira. Sesampainya di rumah, mereka membantu orang tua. Ruhi membagi tugas dengan Ruha.

“Ruha kamu menyapu rumah lalu aku mengepel dan menyapu halaman,” kata Ruhi.

“Baik, Kak akan kuselesaikan,” jawab Ruha.

setelah selesai Ruhi dan Ruha lanjut mengerjakan PR dari guru. Pada saat mereka mengerjakan PR, datanglah Udin ke rumah. Ia mengajak Ruha bermain game online. Dia mengikuti udin bermain game online. Tak terasa mereka bermain sampai larut malam.

“Ruha, ayo main lagi,” ajak Udin.

“Main apa lagi Udin? Aku mau mengerjakan PR dulu,” jawab Ruha khawatir.

“PR nya nanti saja aku ada game baru ini di handphone aku, pasti kamu tertarik,” kata Udin

Udin pun menunjukkan handphone kepada Ruha dan ia pun tertarik

“Oke, ayo main di ruang tamu, ya. PR-nya nanti saja,” ujar Udin sambil menarik tangan Ruha.

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/Canva

Datanglah Sang Kakak Ruhi, mengingatkan adiknya, agar berhenti memainkan game online dan segera menyelesaikan PR-nya.

“Ruha sudah malam ini ayo, selesaikan tugasmu,” kata Ruhi.

“Sebentar lagi selesai, Kak!” jawab Ruha.

“Berhentilah bermain Ruha, karena PR dari guru banyak. Nanti kamu tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu,” ujar Ruhi

“Aku sudah pandai pasti bisa menyelesaikannya, kan nanti juga ada waktu,” ujar Ruhi.

Sang adik pun tidak menghiraukan perkataan kakaknya dan melanjutkan bermain game online.

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/Canva

ejak saat itu, jadwal Ruha berantakan. Ia tidak lagi fokus dalam belajar. Ruha menyadari bahwa perilakunya sangatlah tidak baik untuk kehidupannya.

“Aduh PR nya kurang tiga mata pelajaran lagi nih, aku sudah capek sekali”

Ia berusaha menyelesaikan hari itu dan…

“Aku ketiduran jam berapa ini? Waduh, sudah pagi! Kak Ruhi pasti sudah siap,” kata Ruhi sambil melihat jam di samping meja belajarnya.

Ruha terburu-buru menyiapkan diri agar tidak terlambat. Sesampainya di kelas, Bu Guru meminta PR yang diberikan kemarin.

“Bukuku kemana ya, seingatku sudah aku bawa,” kata Ruha sambil kebingungan.

“Kenapa Ruha?” kata Ruhi.

“Buku ku tidak ada, Kak! Apakah kau bawa?” tanya Ruha

“Tidak Ruha, pasti tertinggal di meja belajar.”

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/Canva

Ternyata, buku Ruha ketinggalan di meja belajar. Ruha pun mendapat hukuman. Ia menyesali perbuatannya hari itu.

Sejak itu ruha mulai mengubah kebiasaannya. Ruha menjadi rajin mengerjakan tugas rumah mengerjakan tugas rumah dengan tepat waktu.

“Akhirnya tugasku selesai, aku mau menata buku kemarin yang berantakan,” ujar Ruhi.

“Ruhi kamu sedang apa?” tanya Ruha.

“Beberes buku kak kemarin sedikit berantakan,” jawab Ruha.

“Baiklah, kalau sudah selesai kutunggu di meja makan, ya,” ujar Ruhi.

“Oke, Kak,” Jawab Ruha.

Ilustrasi Detik Ruhi & Ruha/Canva

Akhirnya mereka pun melanjutkan makan siang dan membersihkannya. Ruha pun akhirnya sadar bahwa sangat pentingnya menggunakan waktu sebaik mungkin dan waktu yang berlalu tidak akan berulang lagi.***

*) Ditulis oleh Dwi Cahya Putri Ningrum,Muhammad Harish R, Ava Vahdiana Zahra, Annisa Dwi Rahmawati, Zain Mahirul Ulum, mahasiswa S1 PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version