Sosialisasi Pangan Jajan Anak Sekolah, Upayakan Siswa Sehat dan Cegah Stunting

Sosialisasi Pangan Jajan Anak Sekolah, Upayakan Siswa Sehat dan Cegah Stunting/A. Fanani
OPINIJATENG.COM-Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) berkaitan erat dengan Kesehatan anak. SD Negeri 2 Somawangi mengadakan sosialisasi tentang makanan dan minuman yang higienis dan layak konsumsi.
Tujuan sosialisasi memberi pemahaman kepada siswa tentang pentingnya makanan dan minuman sehat agar mereka cerdas dan kuat jasmani. Kegiatan ini merupakan imbas dari program kegiatan BPOM Jateng tentang PJAS yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.
Sosialisasi PJAS ini dilaksanakana pada Hari Selasa, 10 September 2024. Sasaran program ini adalah siswa, guru dan perwakilan orang tua siswa/wali. Kegiatan ini ditutup dengan peserta sosialisasi mengerjakan kuisioner terkait materi yang disampaikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta tentang jajan yang aman dan layak konsumsi.
BACA JUGA: Bangun Desa Cendekia, STITUSA dan ICMI Banjarnegara Bersinergi untuk Cerdaskan Masyarakat
Materi sosialisasi adalah keamanan pangan. pangan atau jajan yang aman adalah makanan yang bebas dari cemaran fisik, cemaran biologis maupun cemaran kimia. Peserta sosialisai diedukasi untuk membeli pangan kepada penjual yang sehat, kantin yang bersih, jajan telah dimasak dengan benar, jajan dibungkus dengan baik, dan jajan layak dimakan.
Wariasih, S.Pd.SD selaku penanggungjawab kantin sehat SD Negeri 2 Somawangi sekaligus kader keamanan pangan BPOM ini menjelaskan jajan yang dikonsumsi siswa mempengaruhi fokus siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas.Energi dari jajan yang kurang higienis dan kurang bergizi membuat siswa tidak semangat dan antusias dalam belajar di kelas. Kegiatan sosialisasi ini terselenggara atas kerja sama antara pihak sekolah dan Puskesmas Mandiraja 1.
“Diharapkan dampak positif terlihat dengan siswa, guru dan orang tua sadar tentang keamanan pangan yang dikonsumsi”, ujarnya.
Pesan dari dr. Dwi Lestariatun, Kepala Puskesmas Mandiraja 1 mengutarakan bahwa kegiatan sosialisasi ini diapresiasi secara positif sebagai tindakan preventif untuk mencegah kejadian keracunan makanan yang sempat dialami oleh siswa SD Negeri 2 Somawangi.”Kegiatan ini juga mendukung program pemerintah tentang konsumsi makanan bergizi untuk mencegah stunting”, imbuhnya.
Sosialisasi ini juga menyasar guru dan orang tua/ wali dari siswa agar menjalin kerja sama yang apik dalam memantau bahan pangan yang aman bagi siswa. Guru melakukan himbauan tentang makanan sehat dan bergizi di sela-sela pembelajaran sedangkan orangtua memberi bekal makanan sehat dari rumah. Semoga kerjasama tersebut membangun budaya positif dalam mewujudkan visi anak yang cerdas dan sehat ke depannya***
