Pertunjukan Pentas Tari Simbolik Kebersamaan Jambore Kwaran Banjarnegara
Peserta MTs 1 Banjarnegara menampilkan tari tradisional.
OPINI JATENG.COM. Jambore Ranting Kwaran Banjarnegara memasuki hari ketiga atau terakhir. Peserta masih terlihat semangat mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatan pagi diawali dengan zona integritas yaitu seluruh peserta yang beragama Islam melaksanakan ibadah jamaah sholat subuh di lapangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan olah raga senam pagi bersama di lapangan Argasoka kemudian bersih diri dan dilanjutkan makan pagi. Selanjutnya, untuk mengasah keterampilan pionirnya, peserta mengikuti kegiatan Scout Rally di area perkemahan yang dibimbing oleh pembina dan para DKR.
Kegiatan scout rally meliputi teknik mendirikan dan bongkar tenda, teknik menyalakan api, simpul ikatan, membuat bangunan atau struktur sederhana pionering, teknologi tepat guna seperti menjernihkan air, menaksir, menyanyi lagu-lagu Pramuka, dan berbagai bentuk lomba keterampilan dan pengetahuan kepramukaan.
Hari Prabowo koordinator kegiatan menjelaskan tujuan kegiatan scout rally ini untuk meningkatkan pendidikan karakter peserta terutama dalam hal kemandirian, mengembangkan keterampilan, ilmu pengetahuan, memupuk jiwa kompetisi yang sehat dan menumbuhkan semangat kepramukaan.
“Peserta dibekali dengan keterampilan scout rally dengan berlatih pos sandi, ada P3K membuat tandu dan penanganan cedera lengan kiri, dan halang rintang merayap dengan tujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan hidup di alam, dan juga bersifat rekreatif,”jelasnya.
Panas terik yang membakar tak dirasakan oleh peserta yang terlihat tetap semangat dan gembira ditunjukkan dengan pentas seni yang meriah kelanjutan dari pentas seni di acara api unggun semalam.
Pentas seni diisi dengan menampilkan berbagai seni tradisional dan modern berupa dance, tari-tarian tradisional, seni musik dan menyanyi bersama.
Jambore yang dilaksanakan selama tiga hari bukan untuk menentukan kejuaraan namun lebih tepatnya mengapresiasi dengan memberikan predikat karakter terbaik bagi para peserta.
Kak Wiwik selaku Ketua Koordinator mengumumkan apresiasi terbaik dengan memberikan predikat tercekatan, terdemokratis, ternasionalis, terreligius, terhumanistis,dan lain-lain dengan tujuan mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter tangguh dan berbudi pekerti baik.
Sebagai materi pembekalan, peserta mendapatkan demonstrasi fire fighter oleh Bapak Eling dari Dinas Pemadam Kebakaran Banjarnegara. Peserta menyimak penjelasan tentang pentingnya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banjarnegara.
“Damkar tidak hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran saja, tetapi sebagai penyelamatan dan evakuasi korban bencana atau kecelakaan, memberikan edukasi dan pelatihan pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Selain itu, Damkar selalu siap siaga selama 24 jam jika sewaktu-waktu dihubungi oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanannya,” jelasnya.
Peserta dibuat lebih gembira dengan mandi bersama diguyur air oleh petugas Damkar sambil berjoget gembira diiringi musik mengakhiri kegiatan Jambore Kwaran Banjarnegara.***
