18 April 2026 21:40

“Pelita di Tengah Kabut” Juara Harapan 1 Lomba Menulis Cerpen Porsenijar PGRI Kabupaten Banjarnegara

0
WhatsApp Image 2025-09-15 at 15.16.46

Tabah Tiasih Palupi,S.Pd. Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Banjarnegara meraih juara harapan 1 dalam lomba menulis cerpen dalam Porsenijar PGRI Kabupaten Banjarnegara

OPINI JATENG. Guru SMA Negeri 1 Banjarnegara kembali mengukir prestasi dalam lomba menulis cerpen dalam ajang Porsenijar tingkat Kabupaten Banjarnegara.

Tabah Tiasih Palupi,S.Pd. menulis cerpen dengan judul “Pelita di Tengah Kabut” berhasil mejadi juara harapan 1 dalam lomba menulis cerpen Porsenijar PGRI tingkat Kabupaten Banjarnegara.

Tabah Tiasih, sapaan akrabnya ketika dihubungi menjelaskan esensi cerpen “Pelita di Tengah Kabut” mengisahkan sebuah perjuangan tulus dan pantang menyerah seorang guru dalam menyalakan cahaya pendidikan di tengah keterbatasan. Keterbatasan itu tak menghalanginya untuk berjuang yang pada akhirnya mampu mengubah pandangan masyarakat dan membuka masa depan yang lebih cerah bagi anak didiknya.

“Esensi cerpen yang saya tulis ini dapat dirangkum dalam tiga poin kunci yaitu Ketulusan vs. Keterbatasan berupa kisah  perjuangan seorang guru  (nama tokoh Bu Endang) yang hanya berbekal ketulusan hati dan tekad kuat untuk melawan segala bentuk keterbatasan (fasilitas, akses, prasangka masyarakat) demi sebuah tujuan mulia.”jelasnya.

“Selain itu,  pendidikan sebagai transformasi bahwa pendidikan bukan sekadar mengajar, tetapi sebagai kekuatan transformatif yang mampu mengubah nasib seseorang (anak-anak) dan memutus lingkaran ketidaktahuan dalam sebuah komunitas.”imbuhnya.

“Makna tersirat  selanjutnya adalah  sebuah harapan yang tak pernah padam dari sebuah “pelita” atau harapan yang terus menyala bahkan di tengah “kabut” kesulitan dan penolakan, yang akhirnya menjadi penerang bagi banyak orang,”katanya menutup obrolan.

Di sela-sela kesibukan mengajar Mapel Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Banjarnegara, Tabah Tiasih masih menyempatkan menyalurkan hobi menulisnya. Sudah ada 10 buku antologi cerpen yang dia lahirkan dari buah imajinasinya. Bahkan, sampai saat ini 3 buku antologi cerpen masih dalam proses cetak di penerbit.

Tabah mengaku dalam mengikuti lomba lebih termotivasi untuk mengguji diri sebenarnya bisa menulis atau tidak dan untuk pengalaman berkompetisi dengan teman-teman yang sama-sama berhobi menulis.

“Harapan ke depan saya bisa menulis dengan kualitas yang lebih baik lagi dan mudah-mudahan  bisa menginspirasi siswa untuk berkreasi mewujudkan karya dan prestasinya,”pesannya.

Sementara itu Ketua PGRI Ranting SMA Negeri 1 Banjarnegara, Sugeng,S.Pd. mengapresiasi pencapaian prestasi rekannya.

“Selamat kepada Bu Tabah yang sudah berhasil mengukir prestasi di tingkat Kabupaten Banjarnegara, semoga ke depannya bisa lebih baik dan lebih berprestasi lagi,”katanya.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version