Opinijateng.com – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 1 Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, menjadi wadah bagi siswa untuk mempelajari kesehatan, pertolongan pertama, kepemimpinan, hingga kepedulian sosial. Kegiatan ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan dan siap berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan PMR tersebut dilaksanakan setiap Selasa, pukul 15.30–17.00 WIB, dengan bimbingan Ibu Nurul Badriyah, S.Pd. Sekitar 30 siswa dari kelas X dan XI mengikuti kegiatan yang menghadirkan beragam materi kepalangmerahan.
Baca Juga : Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Materi yang dipelajari meliputi Gerakan Kepalangmerahan, Kepemimpinan, Pertolongan Pertama (PP), Sanitasi dan Kesehatan, Remaja Sehat Peduli Sesama (RSPS) dan Kesehatan Remaja, Ayo Siaga Bencana, serta Donor Darah Sukarela (DDS).
Melalui materi tersebut, siswa memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta pentingnya membangun kepedulian terhadap sesama.
Membentuk Karakter dan Jiwa Kemanusiaan
Pembina PMR SMA Negeri 1 Purwanegara, Nurul Badriyah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan PMR tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk peserta didik yang memiliki jiwa kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kesiapan menjadi relawan dan kader penerus Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca Juga : Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Pembentukan karakter tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan PMR. Siswa diharapkan tidak hanya memahami pengetahuan kepalangmerahan, tetapi juga mampu mengembangkan sikap peduli, bertanggung jawab, dan bersedia membantu orang lain sesuai kemampuan serta keterampilan yang dimiliki.
Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler ini menjadi salah satu sarana pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui pengenalan nilai-nilai kemanusiaan dan kerelawanan.
Pembelajaran Menggabungkan Teori dan Pengalaman Langsung
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran PMR dilakukan secara sistematis melalui kombinasi teori dan pengalaman langsung. Metode tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi sekaligus menguasai keterampilan yang dipelajari.
Pendekatan ini penting terutama untuk materi yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana. Pengetahuan dasar perlu disertai pemahaman prosedur yang benar agar siswa mengetahui cara memberikan bantuan secara aman dan bertanggung jawab.
Selain itu, materi kepemimpinan dan Gerakan Kepalangmerahan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal tanggung jawab, kerja sama, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Kombinasi pembelajaran tersebut diharapkan membuat kegiatan PMR tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan dan sikap yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa Merasakan Manfaat Kegiatan PMR
Salah satu peserta PMR, Faiza Aghnia Ramadhani, siswi kelas 10.6 SMA Negeri 1 Purwanegara, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Menurut Faiza, kegiatan PMR memberikan tambahan wawasan sekaligus menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan di luar pembelajaran kelas.
“Menurut saya, kegiatan PMR sangat bermanfaat, menambah wawasan, dan saya sangat menikmati,” ungkap Faiza.
Pengalaman Faiza menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk memperluas pengetahuan sekaligus mengembangkan minat dan potensi diri.
Melalui berbagai materi yang dipelajari, siswa juga berkesempatan mengenal persoalan kesehatan dan kemanusiaan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Harapan agar Ilmu PMR Berdampak Nyata
Pembelajaran PMR di sekolah diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menambah pengetahuan peserta didik.
Nurul Badriyah berharap ilmu yang diperoleh anggota PMR tidak hanya menjadi teori, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat.
Harapan tersebut menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kepalangmerahan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui perilaku hidup sehat, perhatian terhadap lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta kesediaan membantu orang lain sesuai kemampuan.
Di lingkungan sekolah, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh anggota PMR dapat menjadi bekal untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan peduli. Sementara di masyarakat, nilai kemanusiaan dan kerelawanan dapat menjadi dasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial secara bertanggung jawab.
Baca Juga : Olahraga Disebut Investasi Generasi Muda, tetapi Apakah Semua Anak Indonesia Punya Kesempatan yang Sama?
Dengan pelaksanaan kegiatan rutin setiap Selasa, PMR SMA Negeri 1 Purwanegara terus menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal kesehatan, keterampilan dasar, kepemimpinan, dan nilai kemanusiaan.
Melalui pendampingan pembina serta partisipasi para siswa, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian dan kesiapan untuk memberikan manfaat bagi sesama.



