OpiniJateng.com – Siapa sangka, legenda yang hidup dalam tradisi tutur masyarakat Brebes Selatan mampu menarik perhatian penonton di ibu kota? Melalui pertunjukan Legenda Nyi Rantan Sari, seniman muda Brebes membawa cerita rakyat ke panggung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026.
Pementasan ini menjadi bagian dari Gelar Seni Budaya Kabupaten Brebes 2026. Sekitar 50 seniman, yang didominasi generasi muda, tampil dalam pertunjukan berdurasi kurang lebih 120 menit. Mereka mengemas kisah lokal melalui perpaduan drama, tari, musik, dan visual panggung.
Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Budaya Brebes
Mengubah Cerita Lisan Menjadi Pertunjukan Modern
Legenda Nyi Rantan Sari selama ini dikenal melalui tradisi tutur masyarakat Brebes Selatan. Kini, para pelajar dan mahasiswa membawa cerita tersebut ke panggung pertunjukan agar generasi berikutnya dapat mengenal warisan budaya daerahnya.
Keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dalam upaya regenerasi seniman. Mereka tidak hanya mempelajari teknik menari, bermusik, dan berakting, tetapi juga mengenal identitas serta nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan mereka.
Membawa Pesan Pelestarian Alam
Pementasan ini juga mengangkat pesan mengenai hubungan manusia dengan alam. Kisah Nyi Rantan Sari menjadi medium untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga hutan dan lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, seni tradisional tidak berhenti sebagai hiburan. Pertunjukan budaya juga dapat menyampaikan gagasan yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
TMII Menjadi Panggung Budaya Brebes ke Tingkat Nasional
Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan pergelaran ini untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Antusiasme penonton di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah menunjukkan bahwa cerita rakyat masih memiliki daya tarik ketika seniman mengemasnya secara kreatif. Kolaborasi sejumlah sanggar seni, sekolah, dan komunitas turut memperkuat upaya memperkenalkan budaya Brebes di luar daerah.
Melestarikan Tradisi Harus Melibatkan Generasi Berikutnya
Kehadiran Legenda Nyi Rantan Sari di TMII memberikan pelajaran bahwa pelestarian budaya membutuhkan lebih dari sekadar dokumentasi. Masyarakat perlu memberi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari, memainkan, dan mengembangkan kesenian daerah.
Melalui panggung nasional, legenda Brebes memperoleh kesempatan untuk menjangkau penonton baru. Langkah ini sekaligus memperkuat identitas lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Bagi Jawa Tengah, pertunjukan semacam ini menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya daerah bukan hanya milik masa lalu. Selama generasi muda terus merawat dan memperkenalkannya, cerita rakyat dapat tetap relevan serta menjadi kebanggaan bersama.


