By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Melek Aksara Kuna, Menyambung Nalar Bangsa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Pendidikan

Melek Aksara Kuna, Menyambung Nalar Bangsa

Marzy Kris
Last updated: 1 Juni 2025 19:12 19:12
By Marzy Kris
3 Min Read
Share
Ilustrasi Melek Aksara Kuna, Menyambung Nalar Bangsa/Heni P
SHARE

OPINIJATENG.COM-Bangsa asing tidak perlu melarang bangsa kita untuk membaca buku untuk menjadikan kita bodoh. Dengan tidak mengenalkan aksara, cukup untuk membuat orang tidak membaca.

Hal itu diungkapkan narasumber kegiatan Lokakarya Aksara Jawa Kuna Goenawan A. Sembodo dari Ikatan Ahli Epigrafi Indonesia (IAEI) Jawa Tengah, Sabtu, 31, Mei 2025 di Aula Sapta Pesona Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kebumen.

“Tahun 1926, saat ada Kesepakatan Sriwedari, struktur bahasa kita diacak-acak oleh Belanda, sehingga Katabagana diubah menjadi Hanacaraka. Sejak saat itu semakin jauh masyarakat kita dengan aksara Jawa kuno,” jelas Goenawan.

Ia juga menjelaskan bahwa prasasti yang ada di Jawa, biasanya merupakan bukti hukum kekuasaan seorang raja. Selain itu, terkadang juga memuat fakta peristiwa penting seputar kondisi atau peristiwa ketika itu.

“Misal pada prasasti Warungahan tahun 1227, terdapat kata: ika tang prasasti hilan ri kala nin bhumi kampa. Yang artinya prasasti itu hilang ketika ada gempa bumi. Jadi di tahun tersebut kemungkinan terjadi gempa bumi besar,” jelas Goenawan.

Ia menambahkan, mustinya dalam membaca prasasti, dibutuhkan satu prasasti satu tabel aksara. Karena penulisan antar penulis prasasti dan antar zaman yang berada akan menghasilkan tulisan yang berbeda.

Selain Lokakarya Aksara Jawa Kuna, rencananya di tempat yang sama hari ini, Minggu, 1 Juni 2025 juga akan digelar Lokakarya Aksara Mandarin dengan narasumber Pippo Agusto. Selain menggelar lokakarya pengurus IAEI Komda Jawa Tengah juga menjadikan Kebumen menjadi tempat pameran Aksara Gata. Kegiatan ini merupakan kolaborasi IAEI Komda Jateng dengan Disparbud Kabupaten Kebumen, TACB Kebumen dan Badan Pengelola Geopark Kebumen.

Kegiatan digelar mulai Senin, 26 Mei dan akan berakhir Kamis 5 Juni 2025 mendatang, bertempat di Pusat Informasi Geopark (PIG) Kebumen, atau selatan Alun-alun Kebumen.
Dalam pameran tersebut dipamerkan aneka koleksi dan narasi mengenai aksara kuno dalam prasasti, lontar maupun naskah babad Lokapala.

Salah satu peserta lokakarya sekaligus pengunjung pameran Heni Purwono mengungkapkan kegiatan yang digelar IAEI ini sangat positif karena mampu membangkitkan keinginan untuk memahami lebih dalam bagaimana para leluhur beraksara.

“Saya datang jauh-jauh dari Banjarnegara bersama anak istri ingin agar nantinya anak-anak terinspirasi dari leluhur kita yang sudah sangat maju dan berliterasi pada masa itu. Saya rasa pemeran seperti ini perlu digelar di seluruh Indonesia untuk menyadarkan pentingnya memahami literasi untuk masa lalu, masa kini dan masa mendatang,” ujar Heni yang juga Ketua TACB Banjarnegara.***

You Might Also Like

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 116 Pembelajaran 6 Sub Tema 2 Usaha di Sekitarku
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 37, 38, 40, 41 Pembelajaran 6 Sub Tema 1 Masyarakat Peduli Lingkungan
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 2 Halaman 12, 13, 14, 15, 16, 17 Pembelajaran 2 Sub Tema 1 Hidup Bersih dan Sehat di Rumah
Rektor UIN Walisongo Semarang Bantah Lakukan Plagiasi, Prof Nur Khoirin: Ada Karya Lain
Mau Jurusan Kuliah IPA? Banyak Pilihan, Lulusannya Punya Masa Depan
TAGGED:Aksara KunaIkatan Ahli Epigrafi IndonesiaLokakarya Aksara Jawa Kuna
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Harga Mahasiswa! Inilah 10 Laptop Core i5 RAM 8–16GB
Next Article Ketika Visa Langit Ditutup
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ibu mendampingi anak bermain balok kayu warna-warni di rumah sebagai aktivitas belajar yang menyenangkan.
Anak Sering Dimarahi Saat Berbuat Salah? 5 Cara Positive Parenting yang Bisa Dicoba Orang Tua di Rumah
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu berdiskusi tentang pola asuh anak di ruang keluarga sementara anak bermain balok.
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
Jateng Pendidikan
Ibu berhijab mendampingi anak laki-laki belajar menggunakan tablet di rumah dengan ilustrasi keamanan digital.
Anak Sulit Lepas dari HP? 5 Cara Digital Parenting yang Bisa Dimulai Orang Tua dari Rumah
Jateng Pendidikan
Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?