By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ketika Visa Langit Ditutup
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Ketika Visa Langit Ditutup

Arifin
Last updated: 3 Juni 2025 08:51 08:51
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

Haji Seharga Rp373,9 – 975,3 Juta juga Batal

OPINIJATENG.COM – Haji itu untuk orang mampu. Namun, itu belum cukup ketika Allah belum mengizinkan.

Banyak orang super kaya, bisa membeli apa saja. Termasuk membeli tikel haji furoda yang harganya antara Rp373,9 – 975,3 juta.

Harga semahal itu semua kandas saat Saudi tak mengeluarkan visa. Mari kita ungkap sambil seruput kopi, wak.

Rp975.300.000. Angka ini cukup untuk membeli satu unit rumah minimalis di pinggiran Jakarta, satu buah Alphard baru, atau menyekolahkan anak sampai ke Jerman sambil nyambi liburan ke Swiss.

Tapi tahun ini, angka itu cuma berakhir sebagai tiket ke tanah harapan yang tak pernah dikunjungi, Tanah Suci yang menolak dengan sunyi.

Haji furoda. Jalur istimewa, undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Bukan kuota reguler. Bukan haji plus.

Haji furoda adalah tiket langit untuk para sultan bumi. Yang menolak antre 30 tahun seperti rakyat jelata. Yang ingin bypass ke surga dengan cepat, senyap, dan mahal.

Tapi rupanya, surga bukan seperti konser Coldplay, tidak bisa beli tiket VIP hanya karena saldo rekening ente enam digit di depan koma.

Menurut Ketua Umum Himpuh, Muhammad Firman Taufik, tahun 2024, biaya haji furoda berkisar dari Rp373,9 juta hingga Rp975,3 juta.

Sementara haji plus mulai dari Rp159,7 juta.

Di atas kertas, perbedaan ini sepadan, fasilitas mewah, hotel mepet Masjidil Haram, makanan halal yang lebih halal dari halal, dan tentu saja, wibawa spiritual eksklusif.

Tapi apa daya, ketika gerbang langit enggan terbuka, semua itu hanya jadi mimpi dalam koper Samsonite.

Arab Saudi menutup penerbitan visa furoda tanpa keterangan. Tanpa klarifikasi. Tanpa permisi. Seperti pacar ghosting setelah dua tahun pacaran dan sudah nonton acara keluarga.

Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief, bahkan mencatat, dari kuota haji reguler sebanyak 203.320, hanya 203.279 visa yang terbit. Sisanya? Hilang seperti harapan jemaah mujamalah. Bahkan 41 visa yang sudah “dalam proses” pun akhirnya dicoret dari kehidupan, dan mungkin dari histori browser.

Menteri Agama Nasaruddin Umar berkata, ini bukan hanya masalah Indonesia. Banyak negara lain mengalami nasib serupa.

Artinya, ini bukan kegagalan lokal. Ini semacam tsunami spiritual global, di mana jemaah kaya dari seluruh dunia serempak ditolak oleh langit.

Betapa adilnya Tuhan: menampar semua kalangan tanpa memandang kurs mata uang.

Tapi jangan salahkan pemerintah. Komnas Haji bilang, ini murni urusan bisnis. Salah sendiri terlalu berharap pada sistem yang lebih banyak menjual mimpi dari kepastian.

Salah sendiri kalau terlalu yakin bahwa uang bisa membeli apapun, bahkan rukun Islam kelima. Salah sendiri karena mengira visa itu hak, bukan kehendak.

Lihatlah para jemaah furoda yang gagal itu. Wajah-wajah kecewa, koper premium, dan ihram impor yang batal disentuh debu Arafah.

Mereka pulang ke rumah, bukan dengan oleh-oleh zamzam, tapi dengan beban mental seberat Rp975 juta.

Sementara di ujung kampung, Pak Dullah, yang 17 tahun jualan es tebu di pasar, justru berhasil berangkat lewat jalur reguler, dengan sandal swallow, doa ibu, dan air mata tulus.

Inilah realitas ibadah yang tak bisa dicicil. Bahwa panggilan haji bukan sesuatu yang bisa dibeli dengan kilauan emas, atau dikunci dalam kontrak legal.

Visa itu hanya terbit ketika Tuhan berkenan. Sebab Tuhan tidak bisa disuap. Surga tidak bisa disponsori. Ka’bah tidak bisa dibooking via travel agent yang menjanjikan “jalur cepat ke akhirat.”

Maka tahun ini, haji furoda bukan hanya gagal berangkat. Ia gagal membuktikan bahwa uang adalah segala-galanya.

Sebab di hadapan Tuhan, saldo rekening tak lebih penting dari niat. Visa langit, sayangnya, tidak bisa dicetak dari mesin ATM.

Dari Tetangga Sebelah nun Jauh di sana

You Might Also Like

Apa Istimewanya Warung HIK Solo hingga Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021?
Membangun Empati pada Keselamatan Lalu Lintas, Djoko Setijowarno: Awas Lelah dan Ngantuk…
Ingin Sukses? 5 Orang yang Wajib Ada di Sekitarmu
Makna Halal Bi Halal dan Implementasinya
RSI-Sultan Agung Banjarbaru Worldclass Waqf Hospital
TAGGED:Arab SaudiIbadah hajijamaah hajiMenag Nasaruddin Umarrukun kelima Islamvisa furodavisa haji
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Melek Aksara Kuna, Menyambung Nalar Bangsa
Next Article Santri SMP Ruq Al Falah Juara di WYIE 2025 Kuala Lumpur
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Nasi goreng berbumbu dengan telur mata sapi, irisan cabai merah, daun bawang, dan sambal.
Tak Perlu Timbangan Dapur! Resep Nasi Goreng Takaran Sendok untuk Bekal Sekolah Anak
Banjarnegara News
Sup ayam dengan wortel, kentang, dan sayuran dalam kuah bening hangat
Bingung Masak Apa Hari Ini? 3 Resep Sop Rumahan yang Hemat, Gurih, dan Mudah Dibuat
Jateng News
SD Muhammadiyah Danaraja Sukses Gelar Perjusa di Pinggir Kali, Dusun Balaran Merden, Pembina HW Berharap Anak Pulang Membawa Nilai Kebaikan
Banjarnegara Pendidikan
Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?