By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Olahraga Disebut Investasi Generasi Muda, tetapi Apakah Semua Anak Indonesia Punya Kesempatan yang Sama?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
JatengOlahraga

Olahraga Disebut Investasi Generasi Muda, tetapi Apakah Semua Anak Indonesia Punya Kesempatan yang Sama?

Paskah Hariyani
Last updated: 11 Oktober 2026 13:55 13:55
By Paskah Hariyani
7 Min Read
Share
Ilustrasi atlet Indonesia mengenakan jaket putih sambil menunjukkan medali emas dan memegang maskot di panggung penghargaan.
Ilustrasi atlet Indonesia merayakan pencapaian dengan menunjukkan medali emas di panggung penghargaan.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Olahraga sering kali baru mendapat perhatian besar ketika atlet berhasil meraih medali, mengangkat trofi, atau mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Padahal, perjalanan menuju prestasi tidak dimulai di podium, melainkan dari kesempatan sederhana untuk berlatih, bermain, dan mengenali potensi diri sejak usia muda.

Contents
Investasi Olahraga Tidak Cukup Berhenti pada MedaliLapangan Sederhana Bisa Menjadi Awal Mimpi BesarOrang Tua dan Sekolah Juga Menentukan Masa Depan OlahragaPemerintah Perlu Mengukur Dampak, Bukan Sekadar ProgramMasa Depan Olahraga Indonesia Dimulai dari Kesempatan yang Setara

Presiden Prabowo Subianto mendorong olahraga dan sepak bola sebagai investasi penting bagi generasi muda Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan masa depan anak bangsa.

Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Erick Thohir pada Senin, 5 Oktober 2026, sebagaimana diberitakan ANTARA.

Namun, ada pertanyaan penting yang perlu mendapat perhatian lebih jauh: jika olahraga merupakan investasi masa depan, apakah setiap anak Indonesia sudah memiliki kesempatan yang sama untuk menikmatinya?

Investasi Olahraga Tidak Cukup Berhenti pada Medali

Prestasi atlet memang menjadi salah satu ukuran keberhasilan pembinaan olahraga. Akan tetapi, menjadikan medali sebagai satu-satunya tujuan berisiko membuat kita melupakan manfaat olahraga bagi jutaan anak lainnya.

Tidak semua anak bercita-cita menjadi atlet profesional. Ada yang membutuhkan olahraga untuk menjaga kesehatan, melatih keberanian, belajar bekerja sama, atau membangun kepercayaan diri.

Di lapangan sekolah, misalnya, permainan sepak bola dapat mengajarkan anak menerima kekalahan. Bola voli melatih komunikasi dan kerja sama. Sementara itu, kegiatan atletik membantu anak mengenali kemampuan fisik sekaligus membangun disiplin.

Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia yang hasilnya tidak selalu bisa dihitung melalui jumlah medali.

Karena itu, keberhasilan kebijakan olahraga semestinya juga dilihat dari semakin banyaknya anak yang aktif bergerak, tersedianya ruang bermain yang aman, dan terbukanya kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat.

Lapangan Sederhana Bisa Menjadi Awal Mimpi Besar

Pembinaan atlet masa depan tidak selalu harus dimulai dari fasilitas megah atau pusat pelatihan berbiaya tinggi. Sekolah, lapangan desa, klub lokal, dan komunitas olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan bibit-bibit potensial.

Persoalannya, kesempatan tersebut belum tentu tersedia secara merata. Sebagian anak memiliki akses ke lapangan yang layak, pelatih berpengalaman, perlengkapan memadai, dan kompetisi rutin. Sebagian lainnya mungkin harus menghadapi keterbatasan fasilitas, biaya transportasi, hingga minimnya kegiatan olahraga terorganisasi.

Kesenjangan ini penting diperhatikan karena bakat tidak hanya tumbuh di kota besar. Anak-anak di desa dan wilayah yang jauh dari pusat pembinaan juga memiliki potensi, tetapi mereka membutuhkan jalur pengembangan yang jelas.

Jika olahraga benar-benar dipandang sebagai investasi generasi muda, pemerintah daerah dan sekolah perlu mengambil peran lebih aktif. Perbaikan fasilitas dasar, penyelenggaraan kompetisi antarsekolah, pelatihan guru olahraga, serta dukungan bagi klub lokal bisa menjadi langkah yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan cara itu, pencarian atlet berbakat tidak hanya bergantung pada siapa yang mampu mengakses fasilitas terbaik, tetapi juga pada siapa yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.

Orang Tua dan Sekolah Juga Menentukan Masa Depan Olahraga

Tanggung jawab membangun budaya olahraga tidak bisa dibebankan kepada pemerintah dan federasi olahraga semata. Keluarga dan sekolah mempunyai pengaruh besar terhadap kebiasaan anak sejak dini.

Orang tua dapat mendorong anak aktif bergerak, mendukung minatnya, dan mengajarkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Sementara itu, sekolah perlu memastikan pelajaran olahraga tidak sekadar menjadi kegiatan formal yang dilakukan untuk memenuhi jadwal pembelajaran.

Anak yang belum memiliki kemampuan atletik menonjol tetap berhak menikmati kegiatan olahraga tanpa takut diejek atau dianggap gagal. Lingkungan yang aman dan suportif akan membantu mereka membangun kebiasaan aktif sekaligus menemukan cabang olahraga yang sesuai dengan minatnya.

Di sisi lain, anak yang menunjukkan bakat khusus perlu mendapatkan pendampingan agar potensinya berkembang tanpa mengabaikan pendidikan dan kesehatan.

Dengan demikian, olahraga dapat menjadi ruang tumbuh bagi semua anak, bukan hanya mereka yang sejak awal terlihat unggul.

Pemerintah Perlu Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Program

Dorongan Presiden Prabowo agar olahraga menjadi investasi generasi muda merupakan gagasan yang penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.

Program olahraga perlu dinilai melalui indikator yang nyata. Apakah fasilitas sekolah semakin layak? Apakah kompetisi usia dini semakin mudah diakses? Apakah biaya pembinaan lebih terjangkau? Apakah anak-anak di daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi dan pelatihan?

Pertanyaan tersebut layak menjadi bagian dari evaluasi kebijakan olahraga nasional.

Selain itu, transparansi anggaran, kualitas pelatih, keselamatan peserta, dan kesinambungan pembinaan juga perlu mendapat perhatian. Tanpa perencanaan jangka panjang, kegiatan olahraga berisiko hanya ramai ketika ada perlombaan atau agenda besar, kemudian kehilangan dukungan setelah acara selesai.

Investasi yang baik seharusnya memberikan manfaat secara berkelanjutan. Hasilnya tidak selalu terlihat dalam satu musim kompetisi, tetapi tumbuh melalui kebiasaan, fasilitas yang terawat, serta sistem pembinaan yang konsisten.

Masa Depan Olahraga Indonesia Dimulai dari Kesempatan yang Setara

Olahraga memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, dan mampu bekerja sama. Namun, potensi itu tidak akan berkembang maksimal jika akses terhadap kegiatan olahraga masih menjadi keistimewaan bagi kelompok tertentu.

Indonesia membutuhkan atlet berprestasi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Keduanya tidak harus dipertentangkan karena budaya olahraga yang kuat dapat menjadi fondasi bagi pembinaan atlet masa depan.

Pada akhirnya, investasi olahraga tidak cukup dinilai dari seberapa sering bendera Merah Putih berkibar di podium internasional. Ukuran lainnya adalah berapa banyak anak yang memperoleh kesempatan untuk mencoba, belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita tanpa terhalang kondisi ekonomi maupun tempat tinggalnya.

Sebab, masa depan olahraga Indonesia bukan hanya ditentukan oleh mereka yang sudah menjadi juara, melainkan juga oleh anak-anak yang hari ini baru mendapatkan kesempatan pertama untuk bermain.

You Might Also Like

Keuangan Syariah akan Jadi Primadona di Indonesia
Meriahnya Gamelan Kolosal, Ribuan Orang Njaran Bareng Seniman Desa di Simpang Lima
Kurban Sarana Meraih Ketaqwaan, Sembelih Sifat dan Nafsu Hewani pada Manusia
Dandim Purbalingga Rayakan Natal Berbagi Kasih dengan Warga Panti Wreda
Smart Parenting di SD Negeri 1 Joho: Orang Tua Dibekali Ilmu Mendidik Anak untuk Masa Depan Cerah
TAGGED:Erick thohirfasilitas olahragagenerasi mudaolahraga Indonesiaopini olahragapembinaan atletpendidikan karakterPrabowo Subianto
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ilustrasi tim bulu tangkis Indonesia berpose mengenakan medali dan memegang maskot di podium Badminton Asia Team Championships 2026. Bukan Sekadar Juara Umum, Mahasiswa Indonesia Buktikan Olahraga Bisa Menyatukan Bangsa di Pakistan
Next Article Pemain basket Indonesia berseragam putih menggiring bola saat dijaga pemain Thailand berseragam biru dalam pertandingan di lapangan indoor. Indonesia Raih Lima Emas Asian Games 2026, tetapi Pekerjaan Rumah Olahraga Belum Selesai
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Pelaku UMKM mengemas produk batik untuk pesanan pelanggan dengan bantuan toko online di laptop.
Promosi Ramai, Penjualan Sepi? Ini Strategi Marketing yang Perlu Diubah Pelaku UMKM
Jateng Marketing
Seseorang menganalisis data digital marketing melalui laptop dan tablet dengan tampilan grafik trafik, pengunjung, dan performa pemasaran.
Digital Marketing Bukan Sekadar Jualan Online, Ini Cara UMKM Kecil Menarik Pelanggan Tanpa Bakar Uang
Jateng Marketing
Ilustrasi desain logo dan identitas merek bisnis pada kemasan produk, kartu nama, gelas, tas, dan panduan branding
Promosi Sudah Ramai, tetapi Penjualan Masih Sepi? Ini Kesalahan Marketing yang Sering Diabaikan
Jateng Marketing
Content creator merekam video promosi produk skincare menggunakan smartphone, tripod, dan lampu tambahan.
Konten Media Sosial Ramai Belum Tentu Laris, Ini Strategi Marketing yang Perlu Dicoba Pelaku Usaha
Jateng Marketing

OTOINFO MEDIA GROUP

Satu jaringan media untuk berita otomotif, balap motor, informasi daerah, dan konten digital Indonesia.

Ikuti Media Sosial Kami

Instagram Otoinfo Instagram Info Media Instagram Kabaroto Instagram Opini Banjarnegara TikTok Otoinfo TikTok Opini Banjarnegara YouTube Otoinfo Facebook Otoinfo Facebook Opini Banjarnegara

Jaringan Website

OTOINFO.IDPortal otomotif dan balap KABAROTO.IDBerita otomotif OPINI JATENGInformasi dan opini daerah
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?