Opinijateng.com – Veda Ega Pratama kembali memperlihatkan potensinya di panggung balap internasional. Pembalap muda Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia tersebut berhasil finis di posisi keenam (P6) pada balapan Moto3 di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Mandalika.
Hasil ini menjadi pencapaian positif bagi Veda, terlebih balapan berlangsung di hadapan publik Indonesia. Dukungan para penggemar di Sirkuit Mandalika menjadi bagian dari momen berharga dalam perjalanan kariernya di kejuaraan dunia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Balapan, Kehadiran Veda Ega di Mandalika Jadi Ujian Penting Pembalap Muda Indonesia
Perjuangan Veda Ega Pratama di Moto3 Mandalika

Tampil di Pertamina Mandalika International Circuit pada 11 Oktober 2026, Veda mengawali balapan dari posisi ketujuh. Ia mampu memperbaiki posisinya dan menyelesaikan perlombaan di urutan keenam.
Tambahan 10 poin dari hasil tersebut membuat Veda mengoleksi 115 poin di klasemen sementara Moto3 2026. Capaian ini menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri selanjutnya.
Meski belum berhasil naik podium di kandang sendiri, finis keenam menunjukkan bahwa Veda mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan pembalap dunia.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026: Teknologi di Balik Balapan yang Tak Boleh Gagal
Dari Gunungkidul Menuju Panggung Balap Dunia
Perjalanan Veda Ega Pratama menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia. Berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta, ia melewati berbagai jenjang kompetisi sebelum mendapatkan kesempatan tampil di kejuaraan dunia Moto3.
Pengalaman di Asia Talent Cup dan Red Bull MotoGP Rookies Cup turut menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya. Kini, bersama Honda Team Asia, Veda terus mengumpulkan pengalaman untuk meningkatkan kemampuan dan konsistensinya.
Perjalanan tersebut membuktikan bahwa impian menembus kompetisi internasional membutuhkan proses panjang, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Target Berikutnya, Tampil Lebih Kompetitif
Hasil P6 di Mandalika menjadi bekal berharga bagi Veda untuk menghadapi tantangan berikutnya. Konsistensi, strategi balapan, dan kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor penting dalam upayanya meraih hasil yang lebih baik.
Bagi penggemar motorsport Tanah Air, Veda bukan hanya pembalap muda yang berlaga di kejuaraan dunia, tetapi juga representasi potensi Indonesia di pentas internasional.
Dari Gunungkidul menuju panggung dunia, Veda Ega Pratama terus melangkah membawa harapan baru bagi balap motor Indonesia.


