OpiniJateng.com – Muhammadiyah membuat gebrakan baru di dunia teknologi keagamaan. Organisasi Islam tersebut resmi meluncurkan ChatHPT, asisten kecerdasan buatan (AI) yang membantu masyarakat mencari informasi seputar ajaran Islam.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memperkenalkan inovasi ini dalam Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (5/11/2026).
ChatHPT Muhammadiyah Permudah Akses Pengetahuan Agama
ChatHPT membantu masyarakat menelusuri Himpunan Putusan Tarjih (HPT), fatwa, serta berbagai pandangan keagamaan Muhammadiyah.
Pengguna cukup mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari. Selanjutnya, sistem AI mencari dokumen yang relevan dan menyajikan penjelasan beserta sumber rujukannya.
Ribuan Dokumen Keagamaan Jadi Sumber Jawaban
Muhammadiyah membekali ChatHPT dengan 1.153 naskah putusan, fatwa, dan tanya jawab agama.
Teknologi ini juga memanfaatkan ribuan konsep fikih untuk membantu pengguna memahami persoalan ibadah dan kehidupan sehari-hari.
Apakah ChatHPT Bisa Menggantikan Ulama?
Meski menawarkan kemudahan, ChatHPT bukan pengganti ulama maupun lembaga keagamaan.
AI ini tidak memiliki kewenangan menetapkan fatwa baru. Majelis Tarjih dan Tajdid tetap memegang otoritas keputusan keagamaan Muhammadiyah.
Generasi Muda Bisa Belajar Agama Lewat Teknologi
Haedar Nashir berharap ChatHPT membantu generasi Z dan Alfa memahami ajaran Islam secara lebih mudah.
Masyarakat dapat mengenal layanan ini melalui situs resmi ChatHPT Muhammadiyah.
Kehadirannya menunjukkan bahwa teknologi digital bisa mendukung pendidikan agama. Namun, pengguna tetap perlu memeriksa sumber jawaban agar tidak salah memahami persoalan keagamaan.
Kini mencari referensi agama semakin praktis. Namun, jangan sampai kecanggihan AI membuat kita malas membaca dan memahami sumber aslinya!


