By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: MUI Minta Aparat Lebih Tegas, Hadapi Pelaku Ujaran Kebencian
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

MUI Minta Aparat Lebih Tegas, Hadapi Pelaku Ujaran Kebencian

Dwi Widiyastuti
Last updated: 29 Maret 2022 20:52 20:52
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin mewakili Gubernur Jateng membuka Halaqah Ulama ‘’Muhasabah Peran Ulama di Era Digital, di Hotel Khas Pekalongan, Senin (28/3).
SHARE

OPINIJATENG.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng meminta aparat kepolisian dan Departemen Kominfo memberikan sanksi lebih tegas kepada pihak perorangan atau kelompok yang membuat pelanggaran hukum di media massa utama di media sosial.

“Sudah saatnya aparat bersikap tegas menghadapi pelaku ujaran kebencian (hate speech), pembuat dan penyebar berita bohong (hoaks), fitnah, adu domba dan merongrong kewibawan pemerintah yang sah melalui media sosial,” kata MUI dalam rekomendasi

Halaqah Ulama ‘’Muhasabah Peran Ulama di Era Digital, di Hotel Khas Pekalongan, Senin (28/3).

Rekomendasi yang dibacakan Sekretaris MUI Jateng Agus Fathuddin Yusuf terdiri lima point. Antara lain disebutkan, ruang digital sangat besar pengaruhnya bagi kalangan luas terutama generasi milenial. Di dalam ruang digital tersebut semua orang berbicara agama.

BACA JUGA : Mudik Sehat 2022, Tingkatkan Kenyamanan Pemudik

‘’Pewarnaan di ruang digital oleh para ulama masih minim padahal audiens ruang digital sangat besar (202,6 juta orang hingga Januari 2021). Ruang digital dipenuhi dengan intoleransi, radikalisme dan terorisme, saling serang, sikut, saling menghinakan.Alangkah disayangkan jika konten-konten Islam yang ada di media online ternyata diisi oleh orang-orang dengan latar belakang yang kurang mumpuni di bidang ilmu agama, atau bahkan ajakan-ajakan kepada radikalisme,” kata Wartawan Suara Merdeka itu.

Halaqah yang dibuka Kepala Badan Kesbangpol Haerudin mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ditutup Ketua MUI Jateng Drs H Musman Tholib, Selasa  (29/3) kemarin.

Halaqah diikuti pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng, dihadiri Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji dan Ketua Dewan Pertimbangan Drs H Ali Mufiz MPA.

Sebagai narasumber yaitu KH Ubaidulloh Shodaqoh SH, Rais Syuriyah PWNU Jateng menyampaikan materi ‘’Dakwah dan Kepemimpinan Ulama di Era Digitak’’,  Staf Ahli Bidang Hukum Menteri Agama RI Prof Dr H Abu Rokhmad Musaki, Guru Besar Anthropologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr Mudjahirin Thohir dan dosen Universitas Negeri (Unnes) Semarang Moh Yasir Alimi SAg MA PhD. Sedang moderator Sekretaris MUI Jateng Dr Multazam Ahmad dan Dr Syaefuddin.

Menjaga Kerukunan

Gubernur Jateng dalam sambutan dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Haeruddin mengatakan, MUI dan para alim ulama diharapkan terus ikhtiar membangun kesadaran kolektif arti pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi kehidupan diantara anak-anak bangsa.

Toleransi ini sangat penting di tengah kemajemukan kehidupan masyarakat Indonesia. Ke-Bhinneka-an tersebut harus dikelola secara baik. Ketika keberagaman sebagai fitrah manusia itu mampu dikelola dengan baik, maka akan menjadi satu kekuatan hebat.

BACA JUGA : Di Hadapan Bupati Wali Kota Se Indonesia, Ganjar Sampaikan Urgensi Perbaikan Sistem Kesehatan

Sebaliknya, kalau keberagaman itu tidak ter-manage dengan baik, maka berpotensi akan merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan ber-negara.

‘’MUI dan para alim ulama bersama pemerintah agar terus mengawal dan merawat toleransi dalam kehidupan kebangsaan di tengah munculnya sikap-sikap intoleransi, radikalisme dan terorisme di sekitar masyarakat Indonesia. Metode dakwah yang penuh kesejukan dan kedamaian itulah yang sangat relevan diterapkan pada masa kini diharapkan mampu memberikan suntikan moral untuk hidup rukun bersama demi terciptanya negara yang makmur dan sejahtera tanpa merendahkan dan merasa paling benar sendiri diantara kelompok yang berbeda,’’ kata gubernur.

Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi mengajak para ulama terus berpartisipasi aktif mengisi ruang-ruang Medsos melalui Instagram, Twitter, WhatsApp, Facebook, WeChat, Telegram dan lain-lain.

“Kita perlu menciptakan admin yang berasal dari para santri untuk membantu para kiai memasukkan konten dan narasi positif di media sosial,” kata Kiai Darodji. ***

 

You Might Also Like

Tak Perlu Beli di Pinggir Jalan, Martabak Telur Kulit Lumpia Ini Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
Anggota DPD RI Abdul Kholik Perjuangkan Kurikulum Akhlaq Berkendaraan bagi Siswa Sekolah
Masjid dan Pemakmuran Umat
Pernyataan Sikap Akhir Tahun 2021 PWI Jateng : Arif Bermedia dan Bijak Berekplorasi  
Wali Kota Semarang: Fungsi Sosial dan Ekonomi Ditingkatkan Demi Kesejahteraan Umat
TAGGED:Aparat Lebih TegasMUIPelaku Ujaran Kebencian
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Mudik Sehat 2022, Tingkatkan Kenyamanan Pemudik
Next Article Ganjar Hibahkan 281 Miliar, Untuk Pengajar Agama di Jateng
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Perempuan duduk di sofa merah sambil menatap ponsel dengan ekspresi sedih
Remaja Tak Selalu Butuh Nasihat, Kadang Mereka Hanya Ingin Didengar
Health Jateng
Penari tradisional mengenakan busana batik merah saat menampilkan tarian di tengah hutan pinus.
Budaya Lokal Kalah Viral? Saatnya Anak Muda Jawa Tengah Menguasai Algoritma dengan Cerita Sendiri
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seniman muda melukis mural berwarna-warni pada festival seni di ruang terbuka.
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi masyarakat berkumpul dan berdiskusi di pendopo tradisional Jawa dengan ornamen budaya dan alat musik.
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
Gagasan Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?