By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Makna Halal Bi Halal dan Implementasinya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Makna Halal Bi Halal dan Implementasinya

Arifin
Last updated: 10 Mei 2022 16:46 16:46
By Arifin
6 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq dan Wagub Jateng Gus Taj Yasin Maemoen
SHARE

OPINIJATENG.COM – Tradisi dan budaya Halal Bihalal (HBH) yang sempat terhenti dua tahun, pada Syawal 1443 H kembali menyeruak, sebagai sarana silaturrahim, sebagai wujud kebahagiaan kaum Muslim dan seluruh warga negara Indonesia setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Meskipun masih banyak pembatasan, karena Covid-19 masih belum sepenuhnya lenyap, namun sebagian sudah melaksanakan HBH terbatas.

Silaturrahim dan tatap muka secara langsung, memiliki implikasi dan makna silaturrahim yang karena dampak pandemi cenderung “mengering”, pada Idul Fitri 1443 H ini mulai segar dan hijau kembali.

BACA JUGA:Pasar Manyaran Semarang Dilalap Si Jago Merah, Sekitar 10 Kios Ludes Terbakar

Di desa-desa, anak-anak muda berkunjung ke yang tua, santri sowan pada Kyai, “anak buah” berkunjung pada atasannya, para murid sowan kepada Ustadznya. Terjadinya pergeseran akibat teknologi digital, tidak bisa dipungkiri.

Jika dalam waktu dua tahun, mudik fisikal terdampak menjadi mudik spiritual-digital, dari keramaian silaturrahim berkunjung secara fisikal, beralih pada sapaan dan ucapan dan video-conferencial, lebaran 2022 ini, mulai marfak kembali.

Ini merupakan momentum penting, untuk merenungi dan memaknai betapa besar dan urgensi makna silaturrahim dan mushafahah yang digariskan oleh Islam melalui Rasulullah saw.

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah dua orang Muslim yang berjumpa dan bermushafahah, kecuali diampuni dosa mereka sebelum mereka berpisah” (Riwayat Abu Dawud).

BACA JUGA:Semarak Mancing Bareng Warga, PKS Tebar Ikan Sebanyak 2 Kuintal di Sungai Purbowangi Kebumen

Tentu model silaturrahim dengan mushafahah ini, apabila silaturrahim dalam suasana normal. Karena secara fisik, bersalaman tentu memiliki dampak secara langsung dan juga secara psikologis, sehingga begitu selesai bersalaman, maka terasa plong, tidak ada lagi beban dan himpitan perasaan bersalah, karena sudah terbebas dari dosa sosial.

Budaya dan tradisi Halal Bihalal yang khas Indonesia ini, dalam beberapa sumber, pada awalnya digelar atas dasar gagasan dan “fatwa” KH Abdul Wahab Chasbullah.

Mulanya, setelah Indonesia merdeka, tepatnya 1948.

Pada waktu itu berada dalam pertengahan bulan Ramadan.

Bung Karno sebagai pemimpin negara yang masih sangat muda, ternyata elit politiknya saling bertengkar, dan tidak mau duduk bersama dalam satu majelis untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Sementara itu, pemberontakan terjadi di mana-mana, seperti Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dan PKI Madiun. Tentu ini tidak menguntungkan bagi pembangunan Indonesia ke depan.

Menghadapi persoalan konflik anta relit tersebut, Bung Karno, meminta pendapat kepada ulama dan tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Wahab Chasbullah.

Bagaimana upaya mengatasi situasi politik Indonesia yang tengah carut-marut. Mula-mula, KH Wahab Chasbullah menyarankan agar diselenggarakan silaturahim.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan Momentum Indah Spirit Fitrah untuk Keharmonisan Bangsa Indonesia

Hal itu dilontarkan bertepatan menyambut Hari Raya Idul Fitri, yang mana seluruh umat Islam disunnahkan bersilaturahim. Namun, Bung Karno mengatakan, “Silaturahim itu kan biasa, saya ingin istilah yang lain”.
KH Wahab menambahkan, “para elit politik tidak mau bersatu dikarenakan mereka saling menyalahkan.

Saling menyalahkan itu adalah dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa, maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturahim nanti kita pakai istilah “halal bihalal”, jelas KH Wahab (Masdar Farid Mas’udi).

Halal Bi Halal merupakan momentum sangat penting untuk menilai ketaqwaan seseorang. Keimanan seseorang bisa dilihat pada parameter kedermawanan dan keberbesaran hati untuk memaafkan kekhilafan dan kesalahan orang lain.

Bagi Anda yang tidak menjadi sasaran atau korban dari keirian, kedengkian, dan kekejian seseorang, secara teoritis memang mudah diomongkan untuk memaafkan orang lain.

Akan tetapi bagi orang yang menjadi korban atau sasaran fitnah apalagi hak-haknya diganggu, maka soal memaafkan itu, boleh jadi akan terasa sangat-sangat berat. 

Mengakhiri renungan ini, mari kita ikuti tips dari Rasulullah saw agar kita sebagai umat beliau bias hidup berbahagia; pertama, lupakan perbuatan baik kita kepada orang lain, agar kita terus berusaha untuk berbuat baik.

Kedua, ingat-ingat perbuatan salah dan/atau jahat kita kepada orang lain, agar tidak mengulanginya lagi.

BACA JUGA:DMI dan BSI Bentuk Wirausahawan Muda Kreatif, Prof Ahmad Rofiq: Simbiotik Mutualistik

Ketiga, hindari atau buang jauh-jauh sifat dan sikap iri hati, hasut, dan dengki kepada orang lain, dalam urusan materi/duniawi.

Keempat, silahkan iri hati dalam soal ibadah kepada orang lain dan mendekatkan diri kepada orang. 
Selamat ber-Halal Bihalal dan bersilaturrahim secara spiritual, semoga kesehatan, kemudahan rizqi, dan karunia umur panjang yang berkah, senantiasa Allah limpahkan pada kita semua. Amin.
 
Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA., Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Pimpinan Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung (RSI-SA) Semarang.***

You Might Also Like

Museum Jenang GusJiGang Bagian dari Paket Kudus Halal Tourism, Prof Ahmad Rofiq: Wisata Edukasi
Marhaban Bulan Maulid Nabi, Rosul Saw Peletak Fondasi Hidup Ini
Holywing dan Fenomena Generasi Mabuk
Menanti Nyali untuk Benahi Regulasi Penyeberangan, Djoko Setijowarno: Agar Musibah Tak Lagi Terulang
Jadikan Harta sebagai Budakmu
TAGGED:halal bi halalmakna halal bi halalProf Ahmad Rofiq
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pasar Manyaran Semarang Dilalap Si Jago Merah, Sekitar 10 Kios Ludes Terbakar
Next Article Kemenag Terus Bersiap, Ini Layanan bagi Jamaah Haji 1443 H
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?