15 Juni 2026 15:49

Prof Ahmad Rofiq: Melalui MTQN, Indonesia Bisa Cetak Generasi Millenial yang Seperti Ini

0
Prof Ahmad Rofiq di Kalimantan Selatan

Prof Ahmad Rofiq: Melalui MTQN, Indonesia Bisa Cetak Generasi Millenial yang Seperti Ini

OPINIJATENG.COM – Prof Ahmad Rofiq, Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang menyatakan, sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia butuh generasi yang seperti ini.

Generasi seperti apa yang dimaksud oleh Prof Ahmad Rofiq yang juga Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah itu.

“Indonesia membutuhkan generasi milenial yang relijius dan moderat,” jelasnya.

BACA JUGA:Viral di TikTok! Pasien Puskesmas Miroto Semarang Sakit Hati dengan Pelayanan Oknum Dokter

Prof Ahmad Rofiq yang juga Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah menyatakan, mengapa Indonesia membutuhkan generasi milenial yang relijius dan moderat, karena bangsa ini memiliki tingkat kemajemakukan terbesar di dunia.

Baik dari jumlah suku, jumlah bahasa (belum termasuk dialek), jumlah pulau, dan masih banyak lagi.

Prof Ahmad Rofiq menambahkan, salah satu wadah membentuk generasi millenial yang relijius dan moderat dengan dengan secara rutin mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional atau MTQN.

“Tanggal 10-19 Oktober 2022 merupakan momentum strategis bagi seluruh bangsa Indonesia.” 

MTQN yang digelar secara periodik dua tahunan ini, lanjut Prof Ahmad Rofiq, salah satu misi pentingnya adalah menyiapkan Generasi Millenial Qurani.

BACA JUGA: Kunjungan Jokowi Groundbreaking Pabrik Wavin, Ganjar: Bukti Kepercayaan Investor dan Trigger Bagi Daerah

Tahun ini bertindak sebagai tuan tumah adalah Provinsi Kalimantan Selatan yang ber-Ibu Kota Banjarmasin.

Perhelatan akbar ini mengambil tema “Kita Tingkatkan Kualitas SDM yang Unggul dan Qurani untuk Mewujudkan Masyarakat Relijius dan Moderat”.

MTQN tahun ini akan di buka secara resmi oleh Presiden pada 12 Oktober 2022 dan disiarkan langsung secara nasional dan ditutup oleh Wakil Presiden 18 Oktober 2022.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas – yang sering disapa Gus Men — mengatakan, peran umat Islam dalam mewarnai keberagaman Indonesia tak dapat dilepaskan dari spirit Alquran yang begitu membumi dan melekat dengan kehidupan bangsa Indonesia.

“Hal ini bisa dilihat dengan semaraknya pengajian-pengajian di musala, masjid, bahkan di rumah-rumah. Alquran adalah gerbang menuju pembentukan peradaban manusia seutuhnya”, Beritasatu.com, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Indonesia memasuki tahun emas 2045, membutuhkan generasi milenial yang qurani, relijius dan moderat.

Ini agenda yang perlu terus menerus diatur-utamakan, karena salah satu problem besar yang dihadapi oleh Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar keempat, setelah India, China, dan Amerika, dan berpenduduk muslim terbesar dunia, dengan tingkat kemajemukan terbesar dunia, membutuhkan generasi millennial yang relijius dan moderat.

Misi terpenting dari MTQN tentu tidak hanya sekadar selebriti atau festival dua tahunan, dan siapa juara umumnya, akan tetapi makan yang lebih penting adalah lahirnya pemahaman dan penghayatan terhadap spirit dan nilai-nilai Alquran dalam mewarnai dan menjadi pilar-pilar terbentuknya akhlak yang mulia (akhlaqul karimah) dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia yang sangat plural.

Pluralitas atau kemajemukan sebagai sunnaturLlah, harus diposisikan sebagai khazanah dan kekayaan yang luar biasa berharga, namun untuk bisa menjadi kekuatan besar dan menjadikan bangsa dan negara Indonesia ini besar, dibutuhkan generasi yang layak untuk dibanggakan, karena adanya budaya kejujuran bagi semua warga bangsanya.

BACA JUGA:Kirim Doa Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Ganjar Pimpin sebelum Rapat Forkopimda

Finlandia dan New Zealand yang oleh media disebut-sebut sebagai negara yang paling aman dan paling demokratis di dunia, mustinya Indonesia yang seharusnya mampu belajar dan “mengalahkannya” dalam hal budaya kejujuran di Tanah Air tercinta ini.

Alquran sebagai pelita yang menyinari hati dan fikiran bangsa Indonesia, seharusnya mampu menjadi pelita dan suluh kehidupan bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang jujur dan berbudaya kejujuran.

Namun dalam dunia realita, rampaknya, masih belum mampu mewujudkannya.

Meskipun sebagai warga bangs aini, harus tetap optimistis dan husnudhan, bahwa pada saatnya, atas panduan Alquran dan juga kitab suci lainnya sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, dapat mewujudkannya.

Seandainya kita mampu mewujudkannya, mungkin keberadaannya Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang belakangan ini cenderung over-capacity, tidak lagi diperlukan, karena tidak ada warganya yang melakukan kesalahan, kekerasan, kriminalitas, korupsi, dan saling mengkriminalisasi. Bukankah pesan para pendiri negara ini, adalah “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya”.

BACA JUGA:Senator DPD Apresiasi Aksi Solidaritas Suporter Persis Solo Terkait Tragedi Kanjuruhan

Lebih jauh Prof Ahmad Rofiq yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung (RSI-SA) Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat ini menambahkan, bahwa pesan utama terpenting yang diharapkan dari event MTQ Nasional ini, adalah resonansi positif dari ajaran Alquran yang memancar dari bumi lambung mangkurat yang relijius ke seluruh penjuru Indonesia dari Sabang hingga Merauke, yaitu terwujudnya generasi millennial yang Qur’ani, relijius dan moderat.

Rasulullah saw: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya (kepada) orang lain” (Riwayat Al-Bukhari). Ini karena Al-Quran adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah (2): 2). Al-Quran juga diturunkan sebagai obat dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, dan kerugian besar bagi orang-orang yang berbuat aniaya (QS. Al-Isra’ (17): 82).

Di tengah-tengah Era Industri 4.0 yang membawa implikasi disrupsi perdaban, di mana hedonisme, materialisme, liberalisme, dan sekularisme merangsek dan bahkan memasuki ruang-ruang yang tak lagi bisa dibatasi (borderless) dan mulai memasuki 5.0 Era Society.

BACA JUGA: Museum-Jenang GusJiGang, Cermin Kesholehan Sosial

Apabila nilai-nilai Alquran yang sarat dengan dasar-dasar pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, berkarakter, dan berjiwa patriotisme, nasionalisme, dan keberagamaan yang moderat (tawasuth), berimbang (tawazun), keadilan (ta’adul/justice), persaudaraan (ukhuwwah), dan toleransi (tasamuh) yang penuh kasih sayang bagi seluruh penghuni alam raya (QS. Al-Anbiya’ (21): 107

Bisa mengisi ruang-ruang hati, fikiran, dan orientasi hidup bagi para generasi muda millennial, maka mereka akan  tumbuh dan berkembang menjadi generasi andal masa depan yang siap memimpin bangsa ini, yang memiliki integritas pribadi dan tidak silau terhadap godaan materi apalagi korupsi.

Prof Ahmad Rofiq yang juga anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat, dan Ketua BPRS Kedung Arto Semarang tersebut menegaska bahwa para hammalat atau para Hafidh-hafidhah Alquran baik yang ber­musabaqah, rata-rata mereka lahir dari rumah-rumah tahfidh, terus berpertumbuh dengan sangat menggembirakan.

Penghafal Alquran di Indonesia, laman republika.co.id, 25 Oktober 2010, menyebutkan, adalah yang tertinggi di dunia.

Prof Ahmad Rofiq: Melalui MTQN, Indonesia Bisa Cetak Generasi Millenial yang Seperti Ini

Tahun 2010 diperkirakan ada 30.000 orang, tentu dalam waktu 10 tahun, boleh jadi bertambah menjadi dua kali lipat.

Sementara Arab Saudi waktu itu, memiliki 6.000 penghafal Alquran.

BACA JUGA:Museum Jenang GusJiGang Bagian dari Paket Kudus Halal Tourism, Prof Ahmad Rofiq: Wisata Edukasi

Meskipun dibanding dengan rasio penduduk muslim, angka tersebut relatif masih kecil. 

Rumah Tahdfidh Alquran yang terverifikasi ada 1.200 orang, dan dapat dipastikan akan tumbuh lebih cepat lagi.

Banyaknya hafidh-hafidhah Alquran ini tentu merupakan fenomena yang wajib disyukuri.

Akan tetapi jika perkembangan kajian Al-Qur’an makin intens, apalagi di era digital dan virtual, mereka harus terus menerus aktif dan itens pula dalam mengisi konten-konten moderasi Islam atau Islam wasathiyah.

BACA JUGA:DPD Anies Kota Semarang Dideklarasikan, Seluruh Indonesia Sudah Terbentuk di 280 Kabupaten Kota di 28 Provinsi

Tujuannya agar mampu menghadapi kompetisi global, untuk menekan dan mendiseminasi ajaran-ajaran Alquran dengan pendekatan inter, multi, dan trans-disipliner, dengan corak ilmiah popular, reflektif referensial, agar menarik minat dan menjadi “santapan rohani” generasi millennial tersebut.

Selamat bermusabaqah dan menikmati keindahan bumi lambung magkurat, semoga para peserta, dewan juri, panitia, dan tuan rumah serta seluruh warga negara-bangsa Indonesia mendapat siraman keberkahan dari berkah MTQN XXIX.

Allahumma irhamna bi l-Qur’an wa ij’alhu lana imaman w anuran wa hudan wa rahmah. Allah a’lam bi sh-shawab.***  

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *