By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Museum-Jenang GusJiGang, Cermin Kesholehan Sosial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Museum-Jenang GusJiGang, Cermin Kesholehan Sosial

Dwi Widiyastuti
Last updated: 2 Oktober 2022 17:31 17:31
By Dwi Widiyastuti
7 Min Read
Share
Di Museum-GisJiGang pengunjung diajak berkontemplasi dengan mencermati miniatur Menara Kudus dan Masjid Al-Aqsha lengkap dengan bangunan Tajug Makam Sunan Kudus.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Museum Jenang-GusJiGang pada 16 September 2022 sebagai pemecah rekor Museum Jenang Pertama di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia.

Penganugerahannya, digelar Kamis, 22 September 2022 di Galeri Museum Rekor-Duia Indonesia Mall of Indonesia Lt. LG- Jl. Boulevard Barat, Kelapa Gading Jakarta, 14240, diterima langsung oleh Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Mas Kyai Muhammad Hilmy.

Saya Sabtu, 1 Oktober 2022 mendapat kehormatan untuk memberikan greeting atau ucapan selamat dan sukses atas diraihnya prestasi tingkat dunia tersebut, dan dibuat di “studio-museum” tersebut. Setelah itu, diwawancarai oleh dua orang crew Centini-TV, terutama tentang Museum-GusJiGang tersebut.

BACA JUGA: PKB Minta Pemkot Semarang Alokasikan Dana untuk Pesantren, FPKB: Sejak 2019…

Apa filosofi dan keberadaan Museum yang merupakan “wisata-edukasi” agar warga Kudus khususnya dan para pengunjung pada umumnya, untuk dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga dari Syekh Jangung (Saridin), Syekh Ja’far Shadiq/Sunan Kudus (Sang Penebar Islam Ramah), Syekh Raden Umar Said/Sunan Muria (Sunane Wong Cilik), Kyai Telingsing/Tee Ling Sing (Ulama perintis Ukir Kudus), KH. Muhammad Arwani Amin (Penabur Benih Al-Qur’an), KH. Raden Asnawi (Ulama Nasionalis pendiri NU), KH. Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi (Maestro Falak Nusantara), RMP. Sosrokartono (Sang Polyglot Kelas Dunia), dan masih banyak lagi lainnya.

Museum Jenang Kelas Dunia ini filosofinya adalah GusJiGang. Gusjigang atau “baGus” – ngaJi – dan daGang, sebagai nilai kearifan local yang sangat mendasar. BaGus akhlaknya, rajin mengaJi – kitab kuning dan ilmu keagamaan yang memadai, dan daGang sebagai mata pencaharian.

Museum tersebut merupakan hasil dari proses kreatif dan innovatif Mas Hilmy, “santri” dan berdarah pedagang, dalam mengolah rasa dan spirit filosofis-sufistik. Rasulullah saw sendiri memberikan contoh dan teladan kepada umatnya, untuk berdagang. Beliau bersabda: “’Alaikum bi t-tijarah fa inna fiihaa tis’atu a’syari r-rizqi” artinya “berdaganglah kamu sekalian, karena di dalamnya adalah 9/10 rizqi”.

Kala saya berkesempatan mengunjungi Museum Jenang Mubarok, 5 Agustus 2020, inisiasi Mas Kyai Hilmy, generasi ketiga-Jenang 33 sudah mendunia. Sudah sangat banyak memang para tokoh-tokoh nasional yang berkunjung di museum ini. Bahkan para tokoh yang berkunjung, pun diabadikan di dalam tayangan elektronik yang setiap hari – kecuali hari libur – bisa disaksikan di ruang rapat.

Saya yakin museum ini menjadi bagian paket “Kudus Halal Tourism” yang menjadi asset dan wisata edukasi yang akan mendongkrak perekonomian warga Kudus.

Anda diajak menyusuri Showroom Mubarokfood – yang segera dikembangkan perluasannya –, Genealogi dan Kontekstualisasi GusJiGang dari generasi ke generasi, Bahan Baku Janang, visualisasi proses produksi, Diorama Pasar Bubar, Miniatur Masjid Al-Aqsha dan Menara Kudus, Koedoes Tempo Doeloe, Rumah Adat, Maket Kompleks Menara Kudus, Biografi Tokoh Kudus, Puisi GusJiGang, ruang Trilogi Ukhuwah, Galeri Al-Qur’an, Omah Kembar, Pesawat Fokker, Biografi Rajakretek Nitisemito, Omah Kapal, Galeri Asmaul Husna, Kaleidoskop 110 tahun MUbarokfood, Bukti Sbeuah Komitmen, Replika Stasiun Kereta Api Kuno Kudus, Motor Modifikasi, Perpustakaan RMP Sosrokartono, The House of International Islamic Calligraphy, gerai souvenir khas Kudus, batik dan border Kudus.

Yang baru dalam proses dan akan dilanching pada 22 Oktober 2022 bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2022, adalah “Walisongo” dan “Mubarok=Membangun Umat Bersama Orang Kudus”.

Dengan mengunjungi Museum-GisJiGang para santri dan pengunjung diajak berkontemplasi dengan mencermati miniatur Menara Kudus dan Masjid Al-Aqsha lengkap dengan bangunan Tajug Makam Sunan Kudus. Bagaimana kiprah, metode dakwah Sunan Kudus, mengapa model bangunan Menara seperti arsitektur pura di Bali, mengapa masyarakat Kudus hingga sekarang enggan menyembelih sapi, adalah bentuk bestpractice penghormatan kepada keyakinan sesama, sebagai perwujudan nilai-nilai toleransi dalam keberagaman keyakinan masyarakat.

BACA JUGA: 27 Saksi Diperiksa Penyidik Laka Lantas, Urai Kasus Kecelakaan Beruntun di Ruas Tol Pejagan Pemalang

Bangunan ukir rumah gebyog antik dengan atap “langit”, membuka memori ketika saya berkunjung di museum Sultan Ahmad II kala menaklukkan Kostantinopel, yang jejak situs benteng masih berdiri di Turkey. Museum Gusjigang ini, mengusung message terwujudnya persatuan umat. Dipajangnya foto-foto tokoh yang pernah memimpin PB NU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, dengan caption “Berilah Satu Kata Seribu Karya Demi Umat dan Bangsa, Jadilah Perekat Umat”. Ungkapan tersebut, merupakan nilai dan modal dasar, “baGus-ngaJi-daGang” guna membangun keharmonisan masyarakat

Dipajangnya 7 (tujuh) Mushaf Al-Qur’an besar – dan masih banyak mushaf Al-Qur’an kecil-kecil tulisan tangan, bahwa Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam, musti dijaga melalui tahfidh atau hafalan Al-Qur’an. Al-Qur’an 30 juz, kertas kuno, ditemukan di ponpes Jawa Timur, ada yang ditulis di daun lontar, koleksi Panji Hanief Gumilang (Salatiga), ada dari kolektor di Banyumas, ada Al-Qur’an 30 juz mini dari Istanbul Turkey, koleksi dari Jombang Jawa Timur, ada juga yang dari bahan kulit berasal dari Kalimantan Timur.

Pengembangan Museum-Walisongo, sudah memasuki babak akhir, pengunjung seakan berziarah pada dunia nyata, laksana “ziarah Walisongo” dengan pesan-pesan penting dan ajaran para “Kekasih Allah”.

Dari model dakwah yang menjunjung tinggi kearifan lokal, dakwah terasa sejuk, indah, harmonis, dan moderat. Demikian juga dengan Mubarok yang diterjemahkan secara kongkrit dengan “Membangun Umat Bersama Orang Kudus” menjadi pesan penting, bahwa kesuksesan GusJiGang, adalah wujud keshalehan sosial, untuk bermitra dan berkolaborasi mendulang sukses demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Selamat dan sukses Mas Kyai Hilmy dan Museum Jenang-Gusjigang pertama di dunia. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melimpahi keberkahan, semakna dengan namanya Mubarok – Mubarak, kreatifitas dan innovasi Anda, ditunggu masyarakat untuk dinikmati keberkahannya. Allah yubarik fikum.***

Penulis adalah Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Alumnus TBS Kudus, Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung (RSI-SA) Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat, dan Ketua BPRS Kedung Arto Semarang.

You Might Also Like

Bedah Buku “Mencari Indonesia 4” Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Mengenang Jasa Pahlawan dan Memantik Literasi Pengunjung
Semarak Mancing Bareng Warga, PKS Tebar Ikan Sebanyak 2 Kuintal di Sungai Purbowangi Kebumen
Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Semoga menjadi Pengungkit Kemakmuran
Menantikan Wisata dan Kuliner Halal di Kota Semarang
Komisi Pemilihan Umum ‘KPU’ Gandeng Komunitas Sosialisasikan Pemilu
TAGGED:GusjigangKesholehan SosialMuseum JenangSemarang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Museum Jenang GusJiGang Bagian dari Paket Kudus Halal Tourism, Prof Ahmad Rofiq: Wisata Edukasi
Next Article Senator DPD Apresiasi Aksi Solidaritas Suporter Persis Solo Terkait Tragedi Kanjuruhan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?