By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: DPC Permadani Tengaran, Selenggarakan Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke-52
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Pendidikan

DPC Permadani Tengaran, Selenggarakan Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke-52

Dwi Widiyastuti
Last updated: 6 Juli 2022 21:56 21:56
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
Pembukaan Kelas Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke-52
SHARE

OPINIJATENG.COM – Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) sudah banyak meluluskan siswanya sejak berdiri 4 Juni 1984. Di Kabupaten Semarang, Salatiga dan sekitarnya tahun 1991 sudah meluluskan 1000 lebih siswanya.

DPC Permadani Tengaran membuka Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pemedhar Sabdha Angakatan /Bregada ke-52.

Tujuan diadakannya program tersebut  kerena krisisnya pengguna bahasa Jawa yang semakin langka.

BACA JUGA: Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema

Kepada Rasika FM,  Ketua Permadani Kabupaten Semarang Seno Wibowo, S.IP, MM mengatakan,  saat ini animo masyarakat untuk belajar bahasa jawa meningkat.Terlihat ditengarai terjadinya degradasi budaya daerah pada anak-anak, termasuk  kemampuan berbahasa Jawa.

Kemerosotan ini akibat orang tua yang membiasakan anak berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

“Anak muda saat ini tidak mengenal pakaian dan berbahasa Jawa. Di rumah mereka  dibiasakan berbahasa selain bahasa daerah. Harapan kami agar masyarakat dalam keluarga tetap menggunakan bahasa Jawa,” ujar Seno saat  pembukaan  Purwa Pawiyatan Permadani Kabupaten Semarang cabang kecamatan Tengaran Bregada  52, di aula kecamatan Tengaran Selasa 5 Juli 2022, sore.

Lebih lanjut Seno berharap dengan adanya Permadani di kecamatan Tengaran bisa merubah mindset dan perilaku terhadap siswa pawiyatan akan budaya Jawa.

“Dibukanya kelas ini juga bertujuan agar siswa  pawiyatan bisa berbahasa jawa dengan baik dan benar serta dapat mengajarkan budaya Jawa  dilingkunggannya, terutama  kepada  keluarga dekat” ungkap Seno.

Dilain pihak Ia  memahami mengapa orang tua saat ini tidak menggunakan bahasa Jawa. Karena bahasa Jawa lebih rumit daripada bahasa lainnya.

“Saya lihat anak yang lahir tahun 70-an kesini sudah gagap ketika ditanya wayang, bahasa ngoko dan krama inggil. Tidak jarang mereka kesulitan membedakan bahasa krama inggil dan ngoko,” ungkapnya.

Orang tua justru membiasakan menggunakan bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Salah satu alasannya Karena dengan menguasai bahasa Inggris mereka mudah mendapatkan pekerjaan.

“Sebenarnya bahasa Jawa inikan bahasa ibu. Didalamnya ada filosofi budaya yang tinggi, bagaimana menghormati orang tua, menghormati sesama dan menghormati orang yang lebih tua. Sementara bahasa bahasa asing kita tidak mengerti filosofis didalam bahasa tersebut,” tambah  Seno.

BACA JUGA: Wuquf, Pengampunan Dosa, dan Kemabruran Haji

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Permadani Kecamatan Tengaran, Manto, S.Pd, M.Pd mengakui sejak dibentuk  tahun 2016 silam saat ini sudah ratusan  siswa yang bergabung atau sejak Angkatan ke-40

“Alhamdulilah siswa Permadani Tengaran saat ini beranggotakan dari berbagai kecamatan, sementara untuk Angkatan ke 52 ini sudah terdaftar  40 siswa,  kedepan harapannya  bertambah lagi dan semakin berkembang” ungkap Manto yang juga guru di SMP 2 Getasan ini.

Manto menambahkan  dengan adanya pawiyatan  Permadani kecamatan Tengaran semoga lulusannya nanti  bisa mengembangkan budaya jawa melalui siswa yang ada.

“Pembelajaran nantinya akan ditempuh dalam  40 kali pertemuan selama 5 bulan, siswa akan diajarkan Panatacara dan Pamedhar Sabdha, siswa juga bisa mengenal tradisi adat budaya jawa sehingga kebudayan jawa bisa berkembang baik ” harap  Manto.

Camat Tengaran, Dewanto Leksono Widagdo mengatakan pihak kecamatan menyambut baik atas dibukanya Permadani Angkatan ke-52 ini, dia berharap warga di Tengaran dapat bergabung untuk mendalami budaya jawa yang adhi luhung.

“Saya berharap warga Tengaran bisa memanfaatkan adanya Panatacara dan Pamedhar Sabda, terbukti sudah ribuan siswa yang telah lulus dan saat ini ilmunya bisa dipraktekkan dimasyarakat” ujar Dewo.

Pantauan Rasika FM, pada pembukaan  kelas Angkatan ke-52 ini sesama siswa sudah nampak akrab, mereka Sebagian besar adalah guru, perangkat desa serta tokoh agama dan pemuda juga ketua RT, dimana  dalam kehidupan sehari hari sering bersinggunggan  dengan kegiatan masyarakat yang  menggunakan Bahasa Jawa.***

You Might Also Like

Kenalkan Pembelajaran Berdiferensiasi, 3 Guru Besar Unnes Lakukan Pengabdian di SD Bojongsalaman 02 Semarang
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 Halaman 3, 4, 6, 8 Pembelajaran 1 Sub Tema 1 Suhu dan Kalor
Sosialisasi Penguatan Gerakan Sekolah Sehat di Madukara, UKS Bukan Sekedar Program
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 2 Halaman 62, 63, 65 Pembelajaran 2 Sub Tema 2 Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah
KKG Pendidikan Agama Islam Kecamatan Pagentan Gelar Lomba MAPSI
TAGGED:DPC Permadani TengaranPamedhar SabdhoPurwa Pawitan Panatacara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema
Next Article Fluktuasi Harga Cabai Pengaruhi Inflasi dan Deflasi di Jateng, Tri Karjono: Awas Menggerus Daya Beli Masyarakat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?