By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Wuquf, Pengampunan Dosa, dan Kemabruran Haji
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
News

Wuquf, Pengampunan Dosa, dan Kemabruran Haji

Arifin
Last updated: 4 Juli 2022 13:25 13:25
By Arifin
7 Min Read
Share
Jamaah haji antre masuk Masjidil Haram untuk ThawafQudum Haji 2020Jurnal PresisiInstagram @haramain_info
SHARE

OPINIJATENG.COM – Menjadi dhuyufur-Rahman atau tamu Allah di Tanah Suci adalah momentum yang sangat membahagiakan bagi umat Islam sedunia.

Berbahagialah saudara-saudaraku yang hari-hari ini menunggu saat-saat istimewa menjadi dhuyufur-Rahman atau tamu Allah di Tanah Suci, karena akan hadir pada “Perjamuan Agung” atau wuquf di Padang Arafah, 9 Dzulhijjah 1443 H.

Karena Agung-nya kesempatan itu, maka para jamaah haji, diwajibkan hadir sebelum fajar, dan tidak boleh terlambat.

Keterlambatan hadir, berimplikasi, gugurnya wuquf, dan itu artinya ibadah hajinya tidak sah, atau terdiskualifikasi, dan kewajiban ibadah haji masih melekat padanya padanya.

BACA JUGA:Kiat Sukses Yana Priatna: Mengubah Hidup di Bumi Menjadi Berasa di Langit

Karena itu, Jamaah haji, dievakuasi untuk bisa secara serentak diberangkatkan ke Arafah, diawali dari siang bakda dhuhur 8 Dzulhijjah sesuai urutan hasil qurah (undian) masing-masing kelompok terbang atau kloter, di masing-masing maktab, hingga selesai.

Untuk satu maktab, disediakan 21 bus demi menghindari kemacetan, dan dipastikan lancar, seluruh jamaah yang berniat ihram haji di pemondokan/hotel masing-masing, tiba di Arafah sebelum fajar.  

Rasulullah saw juga menegaskan: “Tiada hari yang Allah membebaskan lebih banyak hamba-hamba-Nya dari neraka (melebihi) di hari Arafah ini” (Riwayat Muslim dari ‘Aisyah ra). Artinya, siapapun yang hadir di Pisowanan Agung tersebut, maka seluruh dosa-sosanya diampuni oleh Allah, dan diputihkan laksana selembar kertas putih.

Rasulullah saw menegaskan: “man hajja fa lam yarfuts wa lam yafsuq raja’a min dzunubihi ka yaumi waladathu ummuhu” artinya “barang siapa melaksanakan haji, maka ia tidak berkata kotor (rafats), dan tidak fasiq, maka ia kembali dari dosanya, laksana bayi yang baru saja dilahirkan dari rahim ibunya” (Riwayat Al-Bukhary, 1424, 1690, 1691, Muslim, 2404).     

BACA JUGA:Produsen Batik Ecoprint di Sukorejo, Gunungpati Dilatih Model Pemasaran Berbasis Medsos dan E-Commerse

Karena itu, para jamaah haji sangat dianjurkan untuk memperbanyak beristighfar guna memohon ampunan kepada Allah, atas segala dosa-dosa yang dilakukannya dalam proses perjalanan hidupnya, baik dosa vertical maupun dosa sosial.

Itupun dosa sosial terkait dengan kesalahan, ghibah, tajassus, memfitnah, dan dosa-dosa lainnya, masih diperlukan memohon maaf kepada saudara-saudaranya.
Ini sesungguhnya cara Allah untuk mengajarkan hamba-hamba-Nya untuk memuliakan ciptaan-Nya yang paling mulia, dan di sinilah kemudian ditegaskan melalui sabda Rasulullah saw bahwa: “Al-Muslimu man salima l-muslimuna min lisanihi wa yadihi” artinya “Orang yang beragama Islam yang baik, adalah manakala orang lain merasa nyaman, dari tutur kata lisannya – dan ketukan jari di keypad media sosialnya – dan tangan kekuasaannya” (Riwayat Al-Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr, 9, 10, 6003, Muslim 57 dan 58).  

Dari Padang Arafah ini, Allah ‘Azza wa Jalla, akan membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat yang dahulu memprotes penciptaan dan penugasan manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi, karena sering berbuat kerusakan dan kesalahan. Kepada para Malaikat, Allah ‘menegaskan: “Hamba-hamba-Ku datang kepada-Ku dengan rambut kusut masai dari setiap sudut negeri yang jauh.

Wahai hamba-hamba-Ku, berpencarlah kalian dari Arafah dengan (membawa) ampunan-Ku atas kalian semua”. 

Ikhtiar Meraih dan Menjaga Kemabruran Haji

Rasulullah saw menegaskan: “Al-‘Umratu ila l-‘umrati kaffaratun lima bainahuma wa l-Hajj al-mabrur laisa lahu jaza’un illa l-jannah” artinya “Umrah sat uke umrah lainnya adalah penebus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada baginya balasan kecuali surga” (Riwayat Al-Bukhari, 1650, Muslim 2403).

BACA JUGA:Wuquf di Arafah untuk Mengenali Diri Sendiri

Agar saudara-saudaraku, termasuk penulis, mendapatkan haji yang mabrur, maka perlu ikhtiar secara maksimal, agar di dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji memperhatikan rukun, wajib, sunnah haji.

Setelah ibadah haji pun, harus terus menerus menjaga kesucian dan kemuliaan ibadah haji dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, laksana dual embar kain ihram warna putih dan tidak dibenarkannya mengenakan busana yang berjahit.

Busana ihram melambangkan kesucian dan kesetaraan hamba di hadapan Allah. Keberlimpahan harta, daftar deret jabatan, kementerengan gelar dan jabatan yang menunjukkan struktur dan kelas, sama sekali tidak berlaku, apabila semua itu tidak dijalankan secara amanah.

Karena Allah ‘Azza wa Jalla yang memiliki hak prerogative menilai kualitas keimanan dan ketaqwaan hamba-Nya.

Mengapa setelah ibadah wuquf di padang Arafah, jamaah haji, wajib mengambil batu krikil di Muzdalifah – atau pun kalau sudah dibekali oleh maktab di Arafah, maka ditaruh dulu di Muzdalifah supaya terpenuhi mengambil batu di Muzdalifah – dan kemudian diievakuasi ke Mina untuk melempar jamarat? Pada 10 Dzulhijjah, melempar jamrah ‘Aqabah (symbol syetan terbesar), dan harus ditambahi melempar Jamarat (Ula, Wustha, dan ‘Aqabah) pada 11 dan 12 Dzulhijjah setelah mabit (bermalam) di Mina, bagi yang mengambil nafar awal.
Dan masih ditambah mabit semalam lagi dan melempar Jamarat (Ula, Wustha, dan ‘Aqabah) lagi pada 13 Dzulhijjah bagi yang memilih nafar tsani?

BACA JUGA:Kepala UPT Perpustakaan IAIN Kudus, Anisa Listiana Raih Gelar Doktor

Dengan kata lain, untuk menjaga kemabruran haji, maka saudaraku para jamaah haji, setelah dos akita diputihkan melalui pengampunan (maghfirah) dari Allah, kita musti terus menjaganya, dengan terus memusuhi syetan dan melemparnya, seraya memohon Ridha Allah Yang Maha Pengasih (rajman li sy-syayathin wa Ridhan li r-Rahman).

Mengakhiri renungan ini, mari kita renungkan, hayati, dan laksanakan bersama sabda Rasulullah saw: “Ya ayyuha n-nas afsyu s-salam wa shilu l-arham wa ath’imu th-tha’am wa shallu bi l-laili wa n-nasu niyamun, tadkhulu l-jannata bi salam”

artinya “Wahai manusia, tebarkanlah kedamaian — keselamatan, dan kedamaian, — sambunglah kasih sayang atau silaturrahim, berikanlah makana, dan shalatlah kalian di waktu malam yang manusia (kebanyakan) pada tidur nyenyak, maka kalian akan masuk surga dengan penuh kedamaian” (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ad-Darimi, dari Abdullah bin Salam).

Selamat menanti dan berwuquf di Padang Arafah dan melaksanakan rangkaian ibadah haji lainnya, semoga menjadi haji mabrur. Karena hanya surgalah balasan haji mabrur. Amin.
 
*) Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, dan Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan Ketua Rombongan 1 Kloter 16 SOC Jamaah Kota Semarang.
 

You Might Also Like

Kedengkian Melahap Kebajikan
Kebakaran Hebat Rumah Mantan Kades, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Bolehkah Aparat Polisi Memeriksa Handphone Warga? Ini Aturannya
Menag Berlakukan Aturan Penggunaan Toa Masjid dan Musala
Museum Jenang GusJiGang Bagian dari Paket Kudus Halal Tourism, Prof Ahmad Rofiq: Wisata Edukasi
TAGGED:ArafahHajiIbadah hajiLebaran HajiPadang ArafahProf Ahmad RofiqTanah SuciWuqufWuquf di Arafah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kepala UPT Perpustakaan IAIN Kudus, Anisa Listiana Raih Gelar Doktor
Next Article Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?