By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Ahmad Rofiq: Khotbah Wukuf Rasulullah Saw Pondasi Tauhid, Dimanifestasikan dalam Perilaku Ketaqwaan, dan Hidayah Allah suatu Hak Prerogatif
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Prof Ahmad Rofiq: Khotbah Wukuf Rasulullah Saw Pondasi Tauhid, Dimanifestasikan dalam Perilaku Ketaqwaan, dan Hidayah Allah suatu Hak Prerogatif

Dwi Widiyastuti
Last updated: 6 Juli 2022 22:32 22:32
By Dwi Widiyastuti
6 Min Read
Share
Prof Dr H Ahmad Rofiq MA
SHARE

oleh Prof Ahmad Rofiq

OPINIJATENG.COM – Ketua Rombongan 1 Kloter 16 SOC Kota Semarang Prof Ahmad Rofiq menyatakan, jemaah haji seluruh dunia yang berada di Mekah, secara serentak akan diberangkatkan ke Arafah, Kamis, 8 Dzulhijjah 1443 H.

Artinya, kegiatan puncak ibadah haji, Wukuf di Arafah, dilaksanakan hari Jumat, 9 Dzulhijjah.

“Tentu seluruh jamaah haji hati mereka berbunga-bunga, karena serasa ‘mengulang’ mengikuti Wukuf Rasulullah Saw di hari Jumat, yang biasa disebut dengan Haji Akbar,” katanya.

BACA JUGA: Harga Cabai Naik Pengaruhi Inflasi dan Deflasi di Jateng, Tri Karjono: Awas Menggerus Daya Beli Masyarakat

Para Ulama menyebutkan, Rasulullah Saw berangkat ke Padang Arafah ketika tergelincir matahari dengan mengendarai unta membonceng Usamah bin Zaid.

Beliau Saw menuju kemah yang telah didirikan di suatu tempat yang bernama Namirah.

Nabi Saw shalat Dzhuhur dan Ashar masing-masing dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Dzhuhur secara jamak taqdim, walaupun hari itu adalah hari Jumat.

Laman ihram.co.id menyebutkan, Rasulullah Saw menuju ke tengah kemah lebih kurang lima puluh meter sebelah timur Jabal Rahmah, bernama Shakharaat.

Beliau Wukuf sambil menunggangi unta bernama Qushwa.

Beliau melaksanakan Wukuf mulai Dhzuhur sampai Maghrib.

Banyak sahabat yang mengerumuni Beliau di tempat Wukuf sehingga keadaan menjadi sebuah kerumunan, lalu Beliau bersabda: “Aku Wukuf di sini dan seluruh Arafah adalah tempat Wukuf” (HR. Ahmad).

Rasulullah SAW kemudian memberikan khutbah Wukuf yang pesan-pesan intinya, merupakan fondasi penanaman nilai-nilai kemanusiaan (humanisme) universal.

Berikut adalah terjemahan isi Khotbah Wukuf Beliau:

Segala puji bagi Allah SWT, kami memuji-Nya, memohon bantuan-Nya, meminta ampunan kepada-Nya dari kejahatan dan perbuatan buruk.

Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan-Nya, tidak ada petunjuk baginya.

Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT. Dia dengan Ke-Esaan-Nya, tiada bersekutu.

Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Aku berpesan kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah, agar bertaqwa kepada Allah SWT, dan aku menganjurkan agar mentaati-Nya.

Wahai manusia, dengarkan aku. Akan aku jelaskan kepada kalian, karena aku tidak mengetahui, barangkali aku tidak akan bertemu kalian lagi sesudah tahun ini.

“Wahai seluruh manusia! Hormatilah darah dan harta, ini adalah amanah Allah, sampai kalian menemui Tuhan kalian, seperti halnya kalian menghormati hari, bulan, dan negeri kalian ini.

BACA JUGA: DPC Permadani Tengaran, Selenggarakan Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke-52

Bersaksilah bahwa aku telah menyampaikannya hari ini. Bukankah demikian? Ya Allah, saksikanlah. Barangsiapa mengemban amanah, maka penuhilah amanah orang yang memberi amanah.

Riba atau rente pertama yang aku hapus di zaman Jahiliyah adalah riba pamanku, Abbas bin Abdul Muththalib.

Penuntutan darah pertama menurut cara Jahiliyah yang aku hapus adalah darah Amir bin Rabiah bin Haris bin Abdul Muththalib.

Bahwa ritual-ritual Jahiliyah itu dihapus, kecuali penjagaan Baitullah dan pemberian minuman pada jamaah haji.

Pembunuhan dengan sengaja itu harus dihapus, dan pembunuhan dengan tidak dengan sengaja itu adalah pembunuhan dengan tongkat atau dengan batu dan dalam masalah ini didenda 100 unta, dan barang siapa menambah, ia termasuk orang jahiliyah” (Baca Mahmud Syarif, Al-Watsaiq al-Dauliyah al-Ma’niyah bi Huquq al-Insan, Mjld 2, Kairo: Dar al-Syuruq, 2003).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa pesan pertama yang sangat penting bagi peletakan fondasi nilai-nilai kemanusiaan universal.

Nabi Saw sampaikan dalam khotbah Wukuf pada Haji Wada’ Beliau.

Pada alinea pertama, Beliau menegaskan fondasi tauhid, dimanifestasikan dalam prilaku ketaqwaan, dan bahwa hidayah Allah adalah hak prerogatif Allah.

Setelah itu, beliau tegaskan adalah menghormati darah dan harta. Karena ini adalah Amanah Allah.

Setelah itu, diharamkannya riba jahiliyah/rente, dan pembunuhan tidak sengaja dengan hukuman denda 100 ekor unta.

“Wahai manusia! Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah di atas bumi ini, tetapi dia senang bila ditaati di bagian lain, ialah hal yang kamu anggap enteng dalam amalan-amalan kalian.

Maka, hati-hatilah kalian akan masalah agama kalian.

Wahai manusia, sesungguhnya menangguhkan larangan itu menambah kekufuran yang menyesatkan orang kafir, mereka menghalalkannya dalam suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun lain, hanya untuk menggenapkan bulan yang diharamkan Allah.

BACA JUGA: Wuquf di Arafah untuk Mengenali Diri Sendiri

Dan sesungguhnya zaman telah berubah dari hari Allah menciptakan seluruh langit dan bumi, dan bilangan bulan di sisi Allah itu ada dua belas di dalam kitab Allah, pada hari Dia menciptakan langit dan bumi.”

Sebagian dari bulan itu ada empat bulan terhormat, tiga bulan berturut-turut, dan satu bulan tersendiri yaitu Dzulqaidah, Dzullhijah, Muharram dan Rajab yang ada di antara Jumada Al-Tsaniyah dan Syaban.***

Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, dan Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

You Might Also Like

Ketika Miskin Teman Menghindar, Itu Bagus Kata Gus Baha
Menggapai Kesempurnaan Puasa Ramadhan, Prof Ahmad Rofiq: Harus Disempurnakan dengan Ini – 3
Baitul Quran Akbar dan Generasi Qurani
Prof Ahmad Rofiq: Yakin Saja, Puasa Anda Tidak di Hari Syakk
Telinga Berdenging? Kenali 5 Penyebabnya
TAGGED:Hidayah AllahKhotbah WukufPondasi tauhid. Perilaku Ketaqwaan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Fluktuasi Harga Cabai Pengaruhi Inflasi dan Deflasi di Jateng, Tri Karjono: Awas Menggerus Daya Beli Masyarakat
Next Article Prof Ahmad Rofiq: Isi Khotbah Wukuf Nabi Muhammad Saw, Tak Panjang Mengandung Pesan Mendalam Universal, Humanistik, dan Komprehensif
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ibu berhijab mendampingi anak laki-laki belajar menggunakan tablet di rumah dengan ilustrasi keamanan digital.
Anak Sulit Lepas dari HP? 5 Cara Digital Parenting yang Bisa Dimulai Orang Tua dari Rumah
Jateng Pendidikan
Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?