Miniatur Menara Eiffel, Pesona Sekolah di Lereng Merbabu SMPN 1 Getasan Semarang
Miniatur Menara Eiffel
OPINIJATENG.COM – Miniatur Menara Eiffel mempunyai pesena tersendiri di SMP Negeri 1 GetasanKabupaten Semarang.
Diciptakannya miniatur Menara Eiffel setinggi 15 meter dari besi membuat SMPN 1 Getasan berbeda dengan sekolah lain.
Pembuatan ikon salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini menjadikan daya tarik SMP Negeri 1 Getasan untuk para calon siswa dan masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Soundsystem Tidak Berfungsi Maksimal, MAJT Ganti Setara Masjid Istiqlal Jakarta
Miniatur Menara Eiffel yang berada di tengah-tengah lingkungan sekolah ini menjadi salah satu ikon yang sudah berdiri di lingkungan SMP Negeri 1 Getasan.
Nantinya akan ada beberapa miniatur ikon-ikon terkenal yang ada di Indonesia dibangun di setiap sisi sekolah.
“Dipilihnya miniatur Menara Eiffel ini sesuai dengan kondisi geografis sekolah yang berada di lereng Gunung Merbabu. Sehingga nantinya para siswa bisa menikmati pemandangan tersebut dari ketinggian,” ujar PLT Kepala SMP Negeri 1 Getasan, Waluya.
Selain itu dengan kehadiran miniatur ikon-ikon terkenal akan menjadi pendukung ilmu pengetahuan bagi para siswa.
Karena miniatur Menara Eiffel ini menjadi awal berdirinya miniatur ikon-ikon di Nusantara serta juga menyesuaikan dengan kondisi pendanaannya.
Miniatur Menara Eiffel ini masih 90 persen dalam tahap pembangunan karena nantinya akan dilengkapi dengan tangga serta bagian-bagian yang menjamin keamanannya.
Sehingga bisa dimanfaatkan oleh para siswa maupun masyarakat setempat.
“Ini juga bagian dari program yang kami kembangkan yaitu menjadikan SMP Negeri 1 Getasan sebagai sekolah yang berwawasan wisata edukasi,” katanya.
BACA JUGA: Survei Industri Mikro Kecil, Penentu Bangkitnya Keterpurukan Ekonomi di Jawa Tengah
Waluya mengungkapkan dirinya selama menjadi kepala sekolah selama delapan bulan terakhir mencanangkan beberapa program sekolah.
Beberapa program sekolah antara lain Digital School, Literasi School, Green School serta pengembangan sekolah berwawasan wisata edukasi.
“Karena berwawasan wisata edukasi, maka semua lokasi, semua wilayah, dan semua ruangan saya buat seindah mungkin,” lanjutnya.
SMP Negeri 1 Getasan juga sedang mengembangkan Pusat Literasi dan Perpustakaan Digital Sekolah guna mendukung arahan Menteri Pendidikan terkait dengan literasi dan numerasi haris dikembangkan.
Disamping juga dipersiapkan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata.
Pembangunan miniatur Menara Eiffel dalam rangka mendukung beberapa program tersebut sudah dimulai sejak 1 Oktober 2021.
Beberapa taman serta fasilitas-fasilitas yang mendukung digitalisasi sudah terdapat lengkap di sekolah itu.
“Pengerjaan miniatur Menara Eiffel ini selama dua bulan. Dari awal bulan Mei.”
Untuk konsep pembangunan, Waluya membuat program IHT (In House Training).
Dimana semua guru dan karyawan dihadirkan untuk menyamakan visi misi sekolah kedepannya.
Nantinya juga terdapat pengembangan-pengembangan lanjutan yang akan mendukung beberapa program yang dijalankan oleh sekolah.
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatno mengungkapkan, miniatur Menara Eiffel yang ada di SMP Negeri 1 Getasa ini patut diapresiasi. Agar nantinya masyarakat Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang bisa berbagi ilmu di SMP Negeri 1 Getasan.
BACA JUGA: Santri MTsN 1 Ziarah ke Makam Wali, Kasek: Pembelajaran Luar Sekolah
“Ini membuat saya senang. Dengan inovasi ini bisa menambah daya tarik yang ada di SMP Negeri 1 Getasan,” katanya.
Sukaton menambahkan bahwa SMP Negeri 1 Getasan sudah bisa mendapatkan siswa tahun ajaran baru 2022/2023.
Walaupun tidak semua bisa tertampung di SMP Negeri 1 Getasan. Dan dengan adanya inovasi ini akan terus didukung dan dikembangkan bersama agar nantinya dikemudian hari SMP Negeri 1 Getasan bisa bermanfaat kepada masyarakat terutama masyarakat Kecamatan Getasan.
Peresmian minatur Menara Eiffel sebaai pendukung literasi sekolah ini juga dibarengi dengan acara lepas sambut kepala sekolah SMP Negeri 1 Getasan.
Dimana kepala sekolah yang lama, Waluya, digantikan oleh kepala sekolah yang baru, Supriyadi.***
