Potong 20 Sapi dan 26 Kambing, Dirut RSI Sultan Agung Said Shofwan: Kurban Meneladani Arti Kata Ikhlas
Dirut RSI Sultan Agung Semarang dr Said Shofwan menyerahkan seekor sapi hewan kurban kepada ketua Panitia Idul Adha 1443H M Arif Hidayat SPd.I
OPINIJATENG.COM – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang memotong 46 hewan kurban pada Idul Adha 1443 H.
Seluruh hewan kurban baik sapi maupun kambing, kata Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang dr Said Shofwan SpAn FIPP FIPM, sehat dan bebas dari wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).
“Seluruh hewan kurban sudh diperiksa tim kesehatan dan dinyatakan sehat serta bebas PMK. Jadi seluruh daging yang akan kami bagi-bagikan ke masyarakat, sehat dan halal,” kata dr Shofwan.
Sebelum dilakukan penyembelihan hewan kurban, Dirut dr Shofwan secara smbolis menyerahkan seekor sapi kepada ketua Panitia Idul Adha 1443H M Arif Hidayat SPd.I.
Dirut dr Shofwan mengapresiasi tingkat kesadaran masyarakat dan pegawai yang meningkat untuk berkurban.
“Semoga pada Idul Adha 1444 H nanti bisa lebih ditingkatkan lagi kesadaran untuk berkurban,” harapnya.
Semua itu agar bisa lebih banyak lagi berbagi dan dengan berbagai komponen masyarakat.
“Kita juga dapat mempererat tali silaturahmi, karena dengan berkurban kita juga sudah melaksanakan suatu ibadah yang mana itu juga merupakan dari ujud tanda syukur kita,” katanya saat memberikan sambutan sebelum acara penyembelihan hewan kurban.
Momentum Idul Adha ini juga digunakan oleh Dirut dr Said Shofwan untuk mengingatkan kepada seluruh jajaran RSI Sultan Agung Searang agar lebih meningkatkan iman, takwa, dan meneladani arti kata ikhlas.
BACA JUGA:Miniatur Menara Eiffel, Pesona Sekolah di Lereng Merbabu SMPN 1 Getasan Semarang
Arif Hidayat pada laporannya mengatakan bahwa para shohibul kurban terdiri atas para dokter dan pegawai RSI Sultan Agung Semarang serta beberapa rekanan.
“Tim panitia menerjunkan kurang lebih 200 orang untuk pengelolaan keseluruhan daging kurban agar lebih cepat dan efisien dan dibagikan kepada masyarakat sekitar RSI Sultan Agung, Panti Asuhan, dan Pondok Pesantren,” ucapnya.***
