By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ratusan Guru dan Murid Nasima Semarang Flashmob Lagu-Lagu Daerah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BanjarnegaraPendidikan

Ratusan Guru dan Murid Nasima Semarang Flashmob Lagu-Lagu Daerah

Dwi Widiyastuti
Last updated: 18 Agustus 2022 17:47 17:47
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
Murid-murid SMA Nasima menampilkan tarian khas dari Aceh Ratoh Jaroe usai Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 di halaman Kampus Merah Putih Jalan Yos Sudarso 17, Arteri Utara Semarang
SHARE

Murid-murid SMA Nasima menampilkan tarian khas dari Aceh Ratoh Jaroe usai Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 di halaman Kampus Merah Putih Jalan Yos Sudarso 17, Arteri Utara Semarang.

OPINIJATENG.COM – Ratusan guru, murid, orang tua murid dan pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima bersama-sama turun ke lapangan melakukan gerakan tarian massal (flashmob) dengan iringan lagu-lagu daerah di Indonesia.

Keseruan itu menjadi puncak Peringatan Detik-Detik Proklamasi Ke-77 Kemerdekaan RI di halaman Kampus Merah Putih Jalan Yos Sudarso 17, Arteri Utara Semarang.

Mereka tumpah ruah di lapangan memakai pakaian adat daerah dengan iringan sedikitnya 15 lagu daerah antara lain Apuse, Sajojo, Yamko Rambe Yamko (Papua), Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur), Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur), Burung Kakatua dan Rasa Sayange (Maluku), Anging Mamiri (Sulawesi Selatan), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Bungong Jeumpa (Nanggroe Aceh Darussalam), Sinanggar Tullo (Sumatera), Cublak-cublak Suweng (Jama Timur), Gundul Pacul (Jawa Tengah), Manuk Dadali (Jawa Barat) dan Jali-jali (DKI Jakarta).

BACA JUGA:Haid Tidak Teratur, Jerawat Sering Muncul, Hati-hati Ancaman Polycystic Ovary Syndrome

Ketua Dewan Pembina KH Hanief Ismail Lc yang memakai baju adat Sulawesi ikut larut dalam flashmob tersebut.

Ketua Pengurus Dr Indarti yang memakai pakaian adat Dayak dan Ketua Dewan Pengawas Ragil Wiratno dengan pakaian adat Jawa juga ikut menari bersama para guru dan murid.

“Alhamdulillah sambil mensyukuri nikmat Kemerdekaan RI, kegiatan ini sebagai bentuk suka cita bangsa Indonesia terbebas dari Covid-19,” kata Ilyas Johari, salah seorang pengurus YPI Nasima. Di antara mereka tampak bergabung murid-murid dari SMA Karangturi Semarang dibawah binaan Harjanto Halim.

Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ditandai dengan raungan sirine. Sebelumnya mereka mengikuti pengibaran bendera merah putih.

BACA JUGA:Curhat Anak Petani usai Dilantik Ganjar Jadi Anggota Paskibraka Jateng

Murid-murid SD, SMP dan SMP juga menyuguhkan tarian dari berbagai daerah.

Salah satu yang memukau pengunjung adalah tari Ratoh Jaroe dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Tarian tersebut pernah dibawakan murid-murid Nasima sampai ke luar negeri. Hadir pada kesempatan itu para pendiri dan organ Yayasan Pendidikan Islam Nasima, para veteran pejuang bangsa, guru, dan tenaga kependidikan.

Ketua Pengurus YPI Nasima Dr Indarti dalam pidato selaku inspektur upacara mengatakan, Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote menjadi negara dan bangsa yang berdiri kokoh dan berdaulat penuh. Bersanding dengan negara-negara lainnya di dunia.
BACA JUGA:Ratusan Siswa Siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Kibarkan Bendera Serentak

“Hari Kemerdekaan adalah sebuah momentum yang sangat penting bagi kita untuk bergotong royong membangun di segala bidang demi mewujudkan Indonesia Raya. Sebagai pelajar, guru, dan profesi serta posisi apapun mari kita bersinergi untuk berkarya yang terbaik dalam mewujudkan Indonesia yang panjang punjung, pasir wukir, gemah ripah, loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” katanya.***

You Might Also Like

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 84, 86, 87, 88, 89 Pembelajaran 1 Sub Tema 3 Masyarakat Sejahtera, Negara Kuat
Wisuda 75 UMP, Luluskan 1.870 Mahasiswa
Maulid Nabi Muhammad SAW: Gen Z Harus Teladani Sifat-Sifat Rosulullah SAW untuk Sukses di Dunia dan Akherat
Parenting Perdana KB, TK, dan Istana Tahfidz Sang Pemimpin Yafikhi Semarang 2022-2023
Ini Jejak Sejarah Moderasi Beragama di Jantung Kota Magelang
TAGGED:17 anHUT Ke 77 RISekolah Nasima
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Haid Tidak Teratur, Jerawat Sering Muncul, Hati-hati Ancaman Polycystic Ovary Syndrome
Next Article Yayasan Walisongo Candi Semarang Santuni 70 Yatim
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?