By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ratusan Guru dan Murid Nasima Flashmob Lagu-lagu Daerah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Ratusan Guru dan Murid Nasima Flashmob Lagu-lagu Daerah

Dwi Widiyastuti
Last updated: 18 Agustus 2022 21:22 21:22
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
Para guru dan murid serta pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima melakukan gerakan tarian massal (flashmob) dengan iringan lagu-lagu daerah usai Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 di halaman Kampus Merah Putih Jalan Yos Sudarso 17, Arteri Utara Semarang, kemarin.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Ratusan guru, murid, orang tua murid dan pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima bersama-sama turun ke lapangan melakukan gerakan tarian massal (flashmob)  dengan iringan lagu-lagu daerah di Indonesia.

Keseruan itu menjadi puncak Peringatan Detik-Detik Proklamasi Ke-77 Kemerdekaan RI di halaman Kampus Merah Putih Jalan Yos Sudarso 17, Arteri Utara Semarang, kemarin.

Mereka tumpah ruah di lapangan memakai pakaian adat daerah dengan iringan sedikitnya 15 lagu daerah antara lain Apuse, Sajojo, Yamko Rambe Yamko (Papua), Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur), Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur), Burung Kakatua dan Rasa Sayange (Maluku), Anging Mamiri (Sulawesi Selatan), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Bungong Jeumpa (Nanggroe Aceh Darussalam), Sinanggar Tullo (Sumatera), Cublak-cublak Suweng (Jama Timur), Gundul Pacul (Jawa Tengah), Manuk Dadali (Jawa Barat) dan Jali-jali (DKI Jakarta).

BACA JUGA: Walikota Semarang Hendi Ajak Tinggalkan Politik Identitas, Saatnya Guyub Rukun dan Gotong Royong

Ketua Dewan Pembina KH Hanief Ismail Lc yang memakai baju adat Sulawesi ikut larut dalam flashmob tersebut. Ketua Pengurus Dr Indarti yang memakai pakaian adat Dayak dan Ketua Dewan Pengawas Ragil Wiratno dengan pakaian adat Jawa juga ikut menari bersama para guru dan murid.

‘’Alhamdulillah sambil mensyukuri nikmat Kemerdekaan RI, kegiatan ini sebagai bentuk suka cita bangsa Indonesia terbebas dari Covid-19,’’ kata Ilyas Johari, salah seorang pengurus YPI Nasima. Di antara mereka tampak bergabung murid-murid dari SMA Karangturi Semarang dibawah binaan Harjanto Halim.

Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ditandai dengan raungan sirine. Sebelumnya mereka mengikuti pengibaran bendera merah putih.

Murid-murid SD, SMP dan SMP juga menyuguhkan tarian dari berbagai daerah. Salah satu yang memukau pengunjung adalah tari Ratoh Jaroe dari Nanggroe Aceh Darussalam. Tarian tersebut pernah dibawakan murid-murid Nasima sampai ke luar negeri. Hadir pada kesempatan itu para pendiri dan organ Yayasan Pendidikan Islam Nasima, para veteran pejuang bangsa, guru, dan tenaga kependidikan.

Bergotong Royong

Ketua Pengurus YPI Nasima Dr Indarti dalam pidato selaku inspektur upacara mengatakan, Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote menjadi negara dan bangsa yang berdiri kokoh dan berdaulat penuh. Bersanding dengan negara-negara lainnya di dunia.

‘’Hari Kemerdekaan adalah sebuah momentum yang sangat penting bagi kita untuk bergotong royong membangun di segala bidang demi mewujudkan Indonesia Raya. Sebagai pelajar, guru, dan profesi serta posisi apapun mari kita bersinergi untuk berkarya yang terbaik dalam mewujudkan Indonesia yang panjang punjung, pasir wukir, gemah ripah, loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,’’ katanya.

BACA JUGA: Unwahas Semarang Adakan Pelatihan Calon Asessor, Siap Berkompetisi di Tingkat Global

Sekolah Nasima kata Indarti terus komitmen dan konsisten untuk meneguhkan perannya dalam sinergi mewujudkan Indonesia Raya. Melalui pendidikan berkualitas kita berupaya menjadi fasilitator dan inspirator dunia pendidikan. Sejak mula berdiri kita mengedepankan pendidikan karakter nasionalis agamais sebagai pondasi pendidikan melalui budaya sekolah, integrasi ke dalam pembelajaran yang merdeka, serta ragam aktivitas Jelajah Nusantara. Kita bimbing peserta didik untuk bertumbuh kembang multiple intelegence atau kecerdasan majemuknya, terutama di bidang eksakta, kebahasaan, teknologi informasi terapan, dan kecakapan hidup.

‘’Kita bervisi misi mewujudkan insan Indonesia yang berilmu dan berakhlak al karimah. Lokomotif-lokomotif baru atau generasi pemimpin untuk Indonesia Raya. Generasi hebat yang mampu unggul dalam persandingan serta persaingan global. Kita pun diamanahi pemerintah menjadi Sekolah Piloting Program Penguatan Pendidikan Karakter,’’ katanya.

Demikian informasi ratusan guru dan murid Nasima flashmob lagu-lagu daerah.***

You Might Also Like

Sarung Batik Produksi Santri Solo yang Dikenakan Ganjar Pranowo Diminati oleh Ustaz Das’ad Latif, Begini Katanya
Dilarang ke Luar Daerah oleh Partai, Ganjar: Saya kalau Pergi Izin, Nggak Papa
Bantu Ibu-Ibu Pedagang Pasar, Ganjar Berikan Kredit Lapak Bunga 2 Persen Setahun
Kakanwil Kemenag Resmikan Pembangunan TPQ Plus Al-Qodar Sendangmulyo Semarang
Khataman Al-Qur’an 22 Kali Tandai Dies Natalis Unwahas
TAGGED:FlashmobLagu-lagu DaerahNasimaRatusan Guru dan Murid
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Walikota Semarang Hendi Ajak Tinggalkan Politik Identitas, Saatnya Guyub Rukun dan Gotong Royong
Next Article Yayasan Walisongo Candi Santuni 70 Yatim
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Penari tradisional mengenakan busana batik merah saat menampilkan tarian di tengah hutan pinus.
Budaya Lokal Kalah Viral? Saatnya Anak Muda Jawa Tengah Menguasai Algoritma dengan Cerita Sendiri
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seniman muda melukis mural berwarna-warni pada festival seni di ruang terbuka.
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi masyarakat berkumpul dan berdiskusi di pendopo tradisional Jawa dengan ornamen budaya dan alat musik.
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seorang perempuan berbicara di hadapan peserta pertemuan formal di restoran.
Anak Muda Jangan Cuma Didengar, Saatnya Dilibatkan dalam Menentukan Masa Depan Kota
Gagasan Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?