By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Antisipasi Krisis Pangan, Ganjar Gaungkan Berbagai Subtitusi Pangan Lokal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Antisipasi Krisis Pangan, Ganjar Gaungkan Berbagai Subtitusi Pangan Lokal

Dwi Widiyastuti
Last updated: 19 Oktober 2022 19:09 19:09
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
SHARE

OPINIJATENG.COM –  Antisipasi krisis pangan,  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggaungkan semangat konsumsi pangan lokal di provinsi setempat sebagai substitusi pengganti nasi.

Dengan  tujuan untuk mengantisipasi potensi rawan pangan di tahun-tahun depan.

“Hari ini kita pamerkan pangan lokal dengan satu harapan masyarakat akan makin paham bahwa kita makin kaya dan  kita bisa melakukan. Kalau hari ini kita menyiapkan di tahun-tahun ke depan potensi kerawanan pangan terjadi maka gerakannya mulai hari ini,” kata Ganjar di Festival Pangan Lokal Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Rabu 19 Oktober 2022..

BACA JUGA: Peringatan HSN 2022 dan Hari Pahlawan 10 November, MAJT Semarang Doakan Kiai Abbas Buntet Cirebon atas Jasa Perjuangannya

Oleh karena itu, kata Ganjar, hal itu dimulai dari hulu dan hilirnya, sehingga setiap orang tidak hanya belajar produksi pangan lokal, tapi juga belajar mengolah, sampai membiasakan pangan alternatif atau substitusi atau pengganti.

Keuntungan pangan lokal juga pada nutrisi atau gizinya yang baik untuk kesehatan. Terutama sebagai bentuk pengurangan kasus stunting (kerdil) mulai dari kehamilan ibu serta bagi anak-anak.

“Itu pangan lokal ternyata cukup bisa membantu mereka. Kita libatkan tenaga penelitian, perguruan tinggi, petani, pemda, berkolaborasi di kegiatan ini,” ujar orang nomor satu di Jateng ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari mengatakan, potensi pangan lokal provinsi ini amat banyak. Seperti singkong, ubi jalar, jagung, talas, dan lainnya.

“Potensinya banyak. Yang jadi masalah, konsumsinya masih belum bergerak. Sekarang ini tidak mungkin petani nanam tapi enggak ada yang beli,” kata Dyah di lokasi.

Oleh karena itu, tantangannya sekarang adalah, memulai dari hilir yaitu membiasakan lidah masyarakat mengonsumsi ubi, singkong, dan lainnya. Sehingga setelah permintaan meningkat, petani akan bergairah menanam karena produksinya diambil.

“Saya coba masuk tidak melalui forum yang biasa, seperti lebih banyak mengundang milenial. Karena milenial segmen paling banyak untuk mengonsumsi pangan lokal,” ujarnya.

Salah satu penggerak pangan lokal, Zainu Fitroni selaku pembina dan inisiator perkumpulan petani pekarangan (Pastakaran) Temanggung mengatakan pihaknya mengenalkan produk pangan lokal daerah seperti nasi jagung, sayur khas daerahnya, empis-empis, mocaf, talas, ketela, ubi ungu, ubi kuning dan singkong.

“Kami bergerak di tiga hal yaitu tanaman pekarangan, pangan lokal, dan agribisnis. Ini momen yang tepat dan merupakan Hari Pangan. Kami merupakan komunitas petani yang mengembangkan pertanian dan pakan lokal,” kata dia di stannya yang memamerkan pangan lokal.

BACA JUGA: Rakornas Persiapan Sensus Pertanian 2023, Siap Menjawab Kebutuhan Data Pertanian yang Berkualitas

Penggerak pangan lokal asal Kabupaten Tegal, Mubarak Ravi mengatakan pihaknya membuat makanan olahan dari singkong yang diberi nama Djintoel. Singkong itu diolahnya dengan diparut, dikukus, kemudian dipotong tipis dan digoreng jadi keripik.

“Bagus sekali langkah pemerintah akhirnya  bisa pameran. Harapannya, produknya bisa gampang masuk ke minimarket,” imbuhnya.***

You Might Also Like

Ganjar Hibahkan 281 Miliar, Untuk Pengajar Agama di Jateng
Siap Layani Kesehatan Masyarakat, Sarsipol Banjarnegara Bersama Digidoc Luncurkan Klinik Kesehatan dengan Pelayanan Offline dan Online
Tak Perlu Timbangan Dapur! Resep Nasi Goreng Takaran Sendok untuk Bekal Sekolah Anak
Ganjar Perbaiki Infrastruktur, Dorong Percepatan Ekonomi
Bulan Dana PMI Sukses dan Lampaui Target
TAGGED:antisipasi krisis panganGanjarPangan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Peringatan HSN 2022 dan Hari Pahlawan 10 November, MAJT Semarang Doakan Kiai Abbas Buntet Cirebon atas Jasa Perjuangannya
Next Article Pengajian Akbar usai Jumatan di MAJT Semarang, Waketum PBNU KH Zulfa Musthofa Beri Pencerahan Rohani
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?