By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Tuntutan Mahasiswa PGSD Unnes, Terkait Ambruknya Ruang Perkuliahan yang Seharusnya menjadi Prioritas Utama
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Tuntutan Mahasiswa PGSD Unnes, Terkait Ambruknya Ruang Perkuliahan yang Seharusnya menjadi Prioritas Utama

Dwi Widiyastuti
Last updated: 19 Februari 2023 14:16 14:16
By Dwi Widiyastuti
5 Min Read
Share
Mahasiswa PGSD Unnes beraksi melihat ruang gedung untuk perkuliahan ambruk.
SHARE

OPINI JATENG – Gedung perkuliahan yang ambruk menjadi salah satu tuntutan mahasiswa Unnes PGSD untuk segera diperbaiki karena menjadi prioritas utama.

Mahasiswa PGSD serentak mengadakan protes kepada pihak Universitas yang dianggap lamban menanggani kasus ini.

Ratusan mahasiswa PGSD langsung turun untuk menyuarakan hak yang mungkin belum terpenuhi dari pihak Universitas.

BACA JUGA: Pentingnya Trauma Healing bagi Korban Gempa Cianjur

Aksi unjuk rasa mahasiswa PGSD digelar di Kampus Sekaran Semarang, Jumat 17 Februari 2023 sekitar pukul 15.00 WIB.

Mereka melakukan aksi di depan rektorat Unnes Sekaran untuk meminta pihak birokrasi segera memperbaiki ruangan atau gedung PGSD Ngaliyan yang ambrol pada Kamis pagi 16 Februari 2023.

“Adanya aksi tersebut adalah untuk merespon robohnya plafon di salah satu ruang kelas mahasiswa yang biasa digunakan untuk perkuliahan mahasiswa PGSD Ngaliyan,” kata Yudhan, dari Kementerian Luar Negeri BEM KM Unnes 2023, dalam rilis yang dikirim ke redaksi Opini Jateng, Sabtu, 18 Februari 2023.

Yudhan menambahkan, permasalahan terkait sarana dan prasarana penunjang perkuliahan mahasiswa di PGSD Ngaliyan harusnya menjadi isu prioritas pimpinan Universitas Negeri Semarang karena mahasiswa Unnes di Kampus Ngaliyan memiliki hak yang sama dengan mahasiswa Unnes di Kampus Sekaran.

“Selain permasalahan tentang fasilitas ruang kelas yang tidak layak, kami juga permasalahan kewajiban mahasiswa baru PGSD Ngaliyan untuk tinggal di asrama tanpa adanya alasan yang jelas. Sementara kondisi asrama laki-laki yang memprihatinkan dan tidak layak huni membuat seolah kampus mengambil keuntungan besar dari mahasiswa.”

Aksi solidaritas mahasiswa PGSD Ngaliyan bertajuk, “PGSD Ambrul, Birokrasi Dobol”, dimulai pukul 13.30 WIB dengan melakukan longmarch dari Fakultas Ilmu Pendidikan sebagai representasi keberadaan PGSD Ngaliyan dibawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

BACA JUGA: Puncak HPN PWI Jateng Adakan Khataman Qur’an, Bentuk Kepribadian Wartawan yang Unggul

Longmarch juga melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang baru saja diresmikan sebagai bentuk protes akan prioritas pembangunan yang dilakukan oleh pimpinan Universitas Negeri Semarang. Saat melalui JPO tersebut, Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang membentangkan banner dan poster yang berisi solidaritas terhadap mahasiswa PGSD Ngaliyan.

Konsentrasi massa aksi kemudian terhenti di kawasan rektorat Universitas Negeri Semarang dimana terjadinya rapat koordinasi yang dilakukan oleh pimpinan Universitas dengan berbagai pihak terkait dengan pembahasan permasalahan tentang PGSD Ngaliyan.

Sambil menunggu pimpinan kampus yang melakukan pembahasan di gedung rektorat, mahasiswa melakukan berbagai aksi simbolik seperti orasi, pembacaan puisi hingga melakukan pertunjukkan satir terhadap pimpinan Universitas Negeri Semarang yang seolah menganak tirikan keberadaan PGSD Ngaliyan.

Aksi solidaritas tersebut lantas diakhiri dengan mendesak pimpinan Universitas Negeri Semarang untuk menanda tangani pakta integritas yang berisi :

Menuntut pimpinan kampus UNNES untuk hadir dan menjadi solusi atas permasalahan di PGSD Ngaliyan;

Meminta jajaran birokrasi UNNES untuk segera melakukan pembenahan, perbaikan dan pelengkapan sarana prasarana serta kelayakan gedung PGSD secara menyeluruh;

Meminta jajaran birokrasi untuk berkomitmen penuh akan perawatan sarana prasarana dan kelayakan di gedung yang ada di PGSD;

Menuntut akan kejelasan infrastruktur PGSD Tegal;

Mendesak transparansi rencana pembangunan infrastruktur Unnes;

Menuntut pembangunan yang berbasis kebutuhan mahasiswa bukan hanya untuk eksistensi semata serta menolak segala bentuk pembangunan yang nir urgensi bagi mahasiswa.

Rektor Unnes Prof S Martono diwakili Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan Prof Heri Yanto MBA PhD dan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Ngabiyanto MSi.

BACA JUGA: Peringatan HPN 2023 Ditandai Ziarah Kubur Ke Makam Wartawan Senior

Dikonformasi terpisah Rektor Prof S Martono menyatakan bahwa ambrolnya plafon dikarenakan curah hujan beberapa hari yang lalu yang memang cukup lebat.

Sementara kebersihan lingkungan kurang diperhatikan sehingga ada penyumbatan di saluran pembuangan.

“Pimpinan sudah melakukan rapat dengan melibatkan pihak fakultas. Intinya sudah disepakati untuk perbaikan PGSD ditangani universitas,” jelasnya.

Adapun untuk pembangunan gedung FIP, lanjut Prof Martono, sudah masuk program unggulan universitas tahun 2023-2024.

Universitas siap menindak lanjuti tuntutan mahasiswa.

Demikian informasi tentang tuntutan mMahasiswa PGSD Unnes, terkait  ambruknya ruang perkuliahan yang seharusnya menjadi prioritas utama.***

You Might Also Like

Ditayangkan Secara Virtual, Acara di Hari Pertama Dieng Culture Festival Sangat Meriah
Kakanwil Kemenag Resmikan Pembangunan TPQ Plus Al-Qodar Sendangmulyo Semarang
Bupati Banyumas Gerakan Penanaman 5000 Pohon di TPA BLE Kalibagor
Sosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Saluran Irigasi Desa Glempang
Tingkatkan Kualitas dan Kemampuan, Linmas Kecamatan Pengadegan Ikuti Diklat
TAGGED:ambrukMahasiswaPGSDunnes
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pentingnya Trauma Healing bagi Korban Gempa Cianjur
Next Article Kambing Perah, Unggulan Program Rawa Cinde Farm Terbukti Buka Peluang Usaha
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Naskah kuno terbuka dengan tulisan tangan tradisional dan ornamen berwarna emas, merah, serta biru.
Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali
Jateng Khazanah
Ilustrasi prosesi pemotongan rambut anak dalam upacara tradisi ruwatan rambut gimbal dengan pakaian adat Jawa.
Bukan Sekadar Potong Rambut, Ruwatan Anak Gimbal Dieng Menyimpan Pesan tentang Identitas dan Kearifan Lokal
Jateng Khazanah
Ilustrasi Ratu Biku Gandasari mengenakan busana tradisional dan mahkota emas di tengah alam berlatar candi dan pegunungan.
Cerita Rakyat Terancam Dilupakan? Begini Cara Membuat Warisan Leluhur Kembali Dekat dengan Anak Muda
Jateng Khazanah
Empat siswa SMA berseragam putih bekerja sama mengerjakan tugas kelompok di meja kelas.
Remaja Tak Cukup Hanya Dinasehati, Mereka Juga Butuh Didengarkan
Health Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?