Korwilcamdikpora Punggelan Gelar FTBI Sebagai Sarana Pelestarian Budaya Daerah
Pemenang lomba FTBI Tingkat Kecamatan Punggelan/Misno
OPINIJATENG.COM-Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) adalah sebuah acara atau perlombaan yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah. Acara ini biasanya melibatkan siswa-siswa dari berbagai tingkatan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pada Rabu, 11 September 2024, Korwilcamdikpora Kecamatan Punggelan mengadakan Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan. Kegiatan diikuti oleh 42 SD yang ada di Kecamatan Punggelan.
Dalam lomba tersebut dilombakan sebanyak 7 (tujuh cabang lomba) putra-putri yaitu lomba Nulis Cerkak (menulis cerita pendek), Sesorah (berpidato), Ndongen (mendongeng), Ndhagel Ijen (komedi tunggal), Nulis lan Maca Aksara Jawa (menulis dan membaca aksara jawa, Nembang Macapat (menyanyi lagu macapat), dan Maca Geguritan (membaca geguritan/puisi).
Dalam sambutan pembukaan lomba tersebut, Dony Kurniawan S. Pd., M.Pd menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai ajang untuk melestarikan Budaya Daerah Khususnya Budaya Jawa. Lebih lanjut Dony Kurniawan berpesan agar peserta lomba bersikap sportif dengan menekankan bahwa yang terpenting adalah tujuan yang lebih mulia adalah melestarikan Budaya Daerah yaitu Budaya Jawa, bukan untuk mengejar juara lomba semata.
FTBI ingin menjaga agar bahasa daerah tidak punah dan tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini mendorong generasi muda untuk lebih aktif menggunakan bahasa daerah mereka, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam berbagai bentuk karya kreatif. Dengan mempelajari dan menggunakan bahasa daerah, peserta akan lebih menghargai budaya daerah mereka. FTBI memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa daerah, misalnya melalui puisi, cerita pendek, lagu, atau pertunjukan seni lainnya.
Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) memiliki banyak manfaat, baik bagi peserta, masyarakat, maupun pelestarian bahasa dan budaya. Bagi siswa FTBI meningkatkan kemampuan berbahasa daerah, percaya diri, dan kreativitas. Bagi sekolah, FTBI meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran bahasa daerah dan budaya. Bagi masyarakat FTBI meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan bahasa daerah dan memperkuat identitas budaya. Bagi pemerintah, mendukung upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah yang telah menjadi kebijakan pemerintah.
FTBI adalah sebuah upaya untuk menjaga agar kekayaan budaya kita, yaitu bahasa daerah, tetap hidup dan berkembang dari generasi ke generasi. Secara keseluruhan, FTBI merupakan upaya yang sangat penting untuk melestarikan bahasa dan budaya daerah. Melalui lomba ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang akan menjaga kelangsungan hidup bahasa dan budaya daerah.***
