Cegah Perundungan dan Ramah Disabilitas, Dindikpora Banjarnegara Adakan Sosialisasi Ini
Cegah Perundungan dan Ramah Disabilitas, Dindikpora Banjarnegara Adakan Sosialisasi Ini/A. Fanani
OPINIJATENG.COM-Dindikpora Banjarnegara mengadakan kegiatan optimalisasi fungsi ULD (Unit Layanan Disabililitas) dan sosialisasi pencegahan penanganan kekerasan di satuan pendidikan pada Hari Kamis, 19 September 2024 bertempat di Gedung PGRI Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta yang merupakan perwakilan dari Korwicam Dikpora dan SMP terdiri dari pengawas TK/SD, penilik PNF, dan kepala sekolah, serta guru.
Plh. Dindikpora Kab. Banjarnegara Noviyanto Kusumawijaya, AP menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengakomodasi penyandang disabilitas dalam memperoleh kenyaman dalam menempuh pendidikan.
“Langkah proaktif yang diberikan adalah pendataan siswa penyandang disabilitas di Kabupaten Banjarnegara”, ungkapnya.
Layanan akomodatif yang telah dilakukan yaitu adanya Unit Layanan Terpadu (ULT) yang dibentuk di tingkat kecamatan terintegrasi dengan Korwilcam Dikpora.
“Agenda kedua adalah sosialisasi penanganan tindak kekerasan di sekolah untuk merespon tingkat perundungan yang semakin sering terjadi di sekolah” ujarnya.
Dra. Febri Hartanti Kusumaningrum, Widyaprada BBPMP Jawa Tengah memberikan penjelasan tentang urgensi satgas TPPK sesuai Permendikbud No. 46 Tahun 2023. “tindak kekerasan yang dialami siswa akan baik di dalam maupun di luar sekolah menjadi trauma dalam hidupnya.
“Dampak lanjutan dari perundungan ini memberikan dampak negatif dalam jangka panjang bagi siswa maupun guru dalam menjalani hidupnya, hal ini menjadi perhatian semua pihak terutama pemangku kepentingan di bidang pendidikan” katanya.
Perundungan yang sering terjadi di sekolah adalah kekerasan fisik maupun psikis yang marak terjadi.
Guru dan kepala sekolah menjadi sentral dalam penanganan tindak kekerasan satuan pendidikan. Penangangan dilakukan secara profesional tanpa menyalahkan korban tindak kekerasan, fokus kepada kesalahan pelaku tindak kekerasan. Kekerasan yang meningkat saat ini adalah kekerasan seksual yang melibatkan anak tanpa melihat jenis kelamin.
Pesan yang disampaikan oleh Dindikpora Kab. Banjarnegara dan BBGP Jawa Tengah adalah kerjasama sinergis antar berbagai pihak terutama pihak sekolah, orangtua/wali murid dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan dalam melakukan penangan tindak kekerasan di satuan pendidikan juga mendorong lingkunagan yang aman dan nyaman bagi penyandang disabilitas.***
